Migrain saat Hamil: Penyebab, Cara Mengatasi & Pencegahan

migrain-saat-hamil-doktersehat

DokterSehat.Com – Saat hamil, pelbagai gejala dialami oleh ibu hamil. Selain mual, sakit kepala sebelah atau migrain saat hamil adalah gejala lainnya yang umum dialami, terutama saat usia kehamilan baru memasuki trimester pertama alias ‘hamil muda’ dan bisa bertambah atau berkurang di 2 trimester berikutnya. Apa penyebab migrain pada ibu hamil? Bagaimana cara mengatasi & mencegah migrain pada ibu hamil?

Migrain saat Hamil, Kok Bisa?

Mual dan muntah adalah dua gejala atau ciri-ciri hamil yang paling umum disadari banyak orang. Namun faktanya, ciri hamil juga bisa berupa migrain. Migrain adalah kondisi di mana kepala mengalami nyeri intens dengan kualitas cukup parah dan terjadi selama beberapa saat. Migrain umumnya hanya terasa di salah  satu sisi kepala.

Apa penyebab migrain pada ibu hamil? Jawabannya kurang lebih masih sama seperti ketika ditanya apa penyebab mual dan muntah saat hamil, yakni adanya perubahan hormon. Untuk kasus migrain saat hamil muda, hormon yang mengalami perubahan yakni hormon estrogen. Selain hormon estrogen, perubahan volume darah juga turut disinyalir sebagai penyebab migrain saat hamil.

Beberapa faktor risiko lainnya yang ditengarai memicu terjadinya migrain  saat hamil meliputi:

  • Makan tidak teratur
  • Kurang istirahat
  • Tekanan darah tinggi saat hamil (preeklampsia)
  • Kejang otot
  • Stres

Kendati merupakan kondisi umum dan terbilang normal, bukan berarti migrain saat hamil bisa Anda anggap sepele. Baiknya segera periksakan diri ke dokter begitu Anda merasakan gejala sakit kepala sebelah ini agar bisa ditangani lebih lanjut oleh dokter.

Ciri-Ciri Migrain saat Hamil

Ciri-ciri migrain saat hamil ada beberapa, yaitu:

  • Rasa sakit pada salah satu sisi kepala (atau keduanya)
  • Sensasi berdenyut pada kepala dan bisa sampai area pelipis
  • Disertai mual dan muntah
  • Penglihatan kabur

Selain ciri-ciri di atas, mungkin masih ada ciri migrain pada ibu hamil lainnya yang belum disebutkan. Segera periksakan diri ke dokter apabila kondisi ini mulai mengganggu Anda dalam beraktivitas.

Cara Mengatasi Migrain saat Hamil

Cara mengatasi migrain saat hamil terbagi menjadi beberapa tahapan. Berikut adalah langkah-langkah penanganan migrain pada ibu hamil yang perlu Anda perhatikan.

1. Periksa ke Dokter

Langkah pertama, kunjungi dokter kandungan yang menangani Anda. Hal ini sekiranya wajib untuk dilakukan mengingat migrain saat hamil bisa dipicu oleh pelbagai faktor yang mana hal ini hanya bisa dipastikan melalui sejumlah pemeriksaan medis.

Dokter akan melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan untuk mengetahui penyebab migrain pada ibu hamil, mulai dari anamnesis, tes fisik, hingga tes penunjang seperti pengambilan sampel darah dan sebagainya.

Guna mempermudah diagnosis, Anda bisa memberitahukan pada dokter tentang sejumlah hal seperti:

  • Gejala apa saja yang dirasakan
  • Seberapa sering migrain terjadi
  • Kapan saja migrain biasanya muncul
  • Makanan dan minuman yang dikonsumsi (terutama dalam 24 jam terakhir)
  • Apa saja yang sudah dilakukan untuk meminimalisir gejala migrain

Setelah mengetahui penyebab pasti migrain saat hamil muda yang Anda alami, dokter dapat menentukan metode pengobatan apa yang paling tepat guna menyembuhkannya.

2. Obat-Obatan

Dokter mungkin akan memberikan beberapa resep obat-obatan untuk mengatasi gejala migrain saat hamil yang Anda alami. Umumnya, obat-obatan tersebut bersifat pereda nyeri, di antaranya:

  • Acetaminophen
  • Aspirin
  • Ibuprofen
  • Naproxen

Dari semua obat pereda nyeri tersebut, Acetaminophen adalah jenis obat anti-nyeri yang paling aman untuk dikonsumsi para ibu hamil. Obat-obatan lainnya tidak disarankan oleh karena dapat menimbulkan efek samping seperti perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi jantung pada bayi (Aspirin).

Sementara itu, Ibuprofen dan Naproxen belum sepenuhnya dikatakan aman mengingat masih terbatasnya penelitian yang membahas efek penggunaannya pada wanita hamil.

Selain obat anti-nyeri, dokter biasanya juga akan memberikan obat-obatan seperti antiemetik  guna meredakan gejala mual dan muntah.

3. Yoga

Melakukan aktivitas yoga juga menjadi ‘obat’ alternatif untuk meredakan migrain yang Anda rasakan saat hamil.

Pasalnya, yoga membantu tubuh untuk lebih rileks. Pun, yoga merangsang pelepasan dopamin sehingga diharapkan sakit kepala sebelah bisa sedikit demi sedikit hilang. Lakukan aktivitas yoga di pagi hari, atau Anda bisa mengikuti kelas yoga khusus untuk ibu hamil.

4. Minum Air Putih yang Banyak

Migrain saat hamil juga sedikit banyak dipengaruhi oleh kurangnya cairan di dalam tubuh atau kita kenal dengan istilah dehidrasi.

Manakala migrain menyerang, Anda bisa segera mengonsumsi air putih yang banyak guna meredakan sakit . Setelah migrain hilang, pastikan untuk tetap menjaga asupan cairan di dalam tubuh seperti minum air putih minimal 2 liter perhari guna mencegah migrain kembali datang.

5. Tidur yang Cukup

Alihkan rasa sakit akibat migrain saat hamil dengan cara tidur.

Ya, tidur cukup adalah salah satu cara yang dianjurkan, bahkan bisa dibilang wajib, untuk Anda kerjakan selama hamil. Selain menjaga agar tubuh tetap bugar, tidur juga efektif untuk meredakan migrain.

Pastikan tubuh Anda sudah dalam keadaan rileks guna mendapatkan tidur yang berkualitas dan manfaatnya terasa saat bangun nanti.

6. Olahraga

Cara mengatasi migrain sebelah kanan atau kiri saat hamil juga bisa dengan melakukan olahraga.

Olahraga membantu tubuh untuk melepaskan dopamin atau ‘hormon bahagia’. Efek rileks dan bahagia yang dihasilkan juga secara tidak langsung meredakan migrain yang Anda alami.

Akan tetapi, konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum melakukan cara ini. Dokter akan memberikan rekomendasi jenis olahraga apa yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Mencegah Migrain saat Hamil

Migrain pada ibu hamil memang rentan untuk dialami. Akan tetapi, migrain saat hamil juga sedikit banyak dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Satu hal yang mungkin bisa Anda lakukan adalah dengan meminimalisir migrain terjadi terus-menerus. Beberapa cara meminimalisir atau mencegah migrain saat hamil berkepanjangan antara lain:

  • Menghindari konsumsi makanan atau minuman tertentu yang berpotensi menyebabkan migrain
  • Minum banyak air putih
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stres dengan baik
  • Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan dengan dokter Kebidanan dan Kandungan

Itu dia informasi mengenai migrain saat hamil yang perlu Anda ketahui. Jaga selalu kesehatan Anda dan calon buah hati, ya. Semoga bermanfaat!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Anonim. Migraine Headaches and Pregnancy. https://www.webmd.com/migraines-headaches/migraine-headaches-and-pregnancy#1 (Diakses pada 16 September 2019)
  2. Anonim. Migraine During Pregnancy: Symptoms, Treatment & Medication. https://americanpregnancy.org/pregnancy-health/migraines-during-pregnancy/ (Diakses pada 16 September 2019)
  3. Goadsby, J. et al. 2008. Migraine in Pregnancy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2440903/ (Diakses pada 16 September 2019)
  4. Pfaffenrath V dan Rehm M. 1998. Migraine in pregnancy. what are the safest treatment options? https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/9825951 (Diakses pada 16 September 2019)