Migrain pada Anak: Tanda, Penyebab, Penanganan, dll

migrain-pada-anak-doktersheat

DokterSehat.Com – Selama ini kita selalu menganggap kalau masalah migrain atau sakit kepala sebelah ini lebih banyak dialami oleh orang dewasa. Wanita yang sudah dewasa biasanya memiliki kemungkinan lebih besar mengalami masalah ini dibandingkan dengan pria. Sayangnya apa yang kita yakini itu tidak sepenuhnya benar. Gangguan sakit kepala sebelah juga bisa dialami oleh anak.

Seberapa umum migrain terjadi pada anak?

Sebenarnya migrain cukup umum terjadi pada anak meski tidak semua anak mengetahui apa yang terjadi. Bagi mereka nyeri di kepala sama saja karena membuat tubuh jadi tidak nyaman. Berikut persentase kasus migrain yang muncul pada rentang usia tertentu.

  • Usia di bawah tujuh tahun terjadi sebanyak 2,5% kasus.
  • Usia 5-15 tahun terjadi sebanyak 10% kasus.
  • Usia 15-19 tahun terjadi sebanyak 28% kasus.

Dari data yang terjadi di atas, kita bisa membuat sebuah dugaan kalau semakin tinggi usia dari anak, kemungkinan terkena migrain akan semakin besar. Apalagi anak-anak sudah masuk masa puber dan terjadi kenaikan hormon dengan signifikan.

Tanda migrain pada anak

Kalau Anak-anak mengalami migrain, gejala yang akan muncul ada banyak. Gejala di bawah ini bisa saja muncul semuanya atau sebagian saja. Kenali dan ajarkan pada anak agar tahu apa yang terjadi pada dirinya.

  • Mulai muncul nyeri di salah satu bagian dari kepala atau bilateral. Setelah anak mulai dewasa dan memasuki usia 20 tahun, nyeri yang ada di kepalanya akan mulai memiliki pola yaitu di satu sisi saja.
  • Sakit kepala yang muncul di kepala bervariasi. Namun, apa yang dirasakan oleh anak-anak seperti ada tekanan atau denyutan yang sangat kuat di salah satu sisi kepala.
  • Mual dan muntah kalau rasa nyeri di kepala sudah sangat intens dan tidak bisa diatasi lagi.
  • Mulai sensitif dengan cahaya yang terlalu terang. Kalau berada di luar ruangan saat siang hari, anak tidak akan merasa kuat. Bahkan, di dalam ruangan yang terang pun mereka bisa saja pusing.
  • Sensitif dengan suara yang dia dengar. Semakin besar suara yang didengar, dia akan semakin pusing dan tidak tahan.
  • Sensitif dengan aroma yang sangat kuat. Aroma yang sangat kuat bisa membuat rasa pusing semakin tidak tertahankan.
  • Muncul nyeri perut yang sangat intens. Nyeri ini hanya akan muncul kalau anak mulai mengalami pusing. Kalau kondisi kepala sedang normal, rasa nyeri di perut tidak akan muncul.
  • Mulai muncul aura sebelum migrain muncul. Aura yang muncul akan menyebabkan gangguan penglihatan, otot jadi lemah, dan gangguan beberapa alat gerak.
  • Mengalami vertigo.
  • Apa yang dilihat seperti memiliki bayangan dan terlihat ganda.
  • Telinga akan muncul dengungan yang sangat mengganggu.

Penyebab migrain pada anak

Secara umum, migrain lebih banyak dialami oleh mereka yang memiliki riwayat dari keluarganya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, anak akan memiliki pemicu sendiri yang membuat kondisi migrain muncul dan membuat mereka menjadi tidak nyaman.

  • Stres yang cukup intens. Biasanya masalah pekerjaan di sekolah yang mengganggu atau kesulitan mengikuti pelajaran membuat Anda rentan mengalami migrain.
  • Perubahan suhu atau cuaca yang cukup drastis. Misal dari kondisi yang sangat dingin menjadi sangat panas dari siang hingga sore hari.
  • Dehidrasi juga menyebabkan kondisi migrain muncul dengan mudah. Pastikan anak-anak membawa bekal minum saat mereka ke sekolah agar saat haus mereka bisa segera menenggaknya hingga habis.
  • Sulit tidur setiap malam dan waktu tidurnya mengalami penurunan. Anak dengan kondisi ini akan mudah sekali mengalami migrain setiap harinya.
  • Mengalami lapar yang berlebihan. Kalau anak mengalami lapar mereka akan mudah sekali pusing. Itulah kenapa beberapa anak yang susah makan harus diberi vitamin agar nafsu makannya meningkat.

Cara mengatasi migrain pada anak

Penanganan migrain pada anak-anak biasanya disesuaikan dengan usia, berapa kali mengalami migrain, dan tingkat rasa sakitnya.

Biasanya obat anti nyeri sering diberikan untuk meredakan rasa sakit yang berlebihan di kepala. Selanjutnya, penanganan juga harus memperhatikan ada atau tidaknya kondisi medis tertentu yang dimiliki oleh anak-anak.

Selain obat yang digunakan untuk mengatasi pusing yang berlebihan, anak juga butuh obat yang digunakan untuk mengatasi mual yang berlebihan. Beberapa obat untuk mual juga akan diberikan untuk membuat mereka jauh lebih nyaman.

Lakukan pengecekan kesehatan anak di dokter agar diberi resep yang sesuai. Jangan asal memberikan obat migrain yang tersedia di pasaran karena bisa saja memberikan efek samping.

Cara mencegah migrain pada anak

Kalau Anda tidak mau anak-anak mengalami migrain dan kehidupan hariannya mengalami gangguan, minta mereka untuk melakukan beberapa poin di bawah ini dengan baik.

  • Mengubah gaya hidup dengan baik dan tidak malas-malasan di rumah. Ajak anak untuk mulai berolahraga agar tubuhnya menjadi lebih sehat dan aliran darah di tubuh berjalan dengan lancar.
  • Hindari makanan yang bisa memicu rasa pusing atau tidak nyaman di tubuh. Beberapa makanan yang harus dihindari adalah gorengan, makanan cepat saji, apa pun yang memiliki lemak berlebihan dan minuman soda.
  • Selalu mengenali tanda-tanda migrain yang dimiliki tubuh. Dengan mengetahui sejak awal, kondisi yang parah bisa dicegah.
  • Mulai tidur dengan teratur agar siklus circadian tidak mengalami perubahan.

Inilah beberapa ulasan tentang migrain yang terjadi pada anak-anak dan gejalanya yang muncul. Dengan memahami beberapa ulasan di atas, kita akan tahu bagaimana menangani kondisi sakit kepala sebelah ini dengan baik dan mengajarkan anak bagaimana cara untuk menghindari gangguan kepala yang sangat menyakitkan ini.