Terbit: 20 Juli 2020 | Diperbarui: 27 Juli 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Mielitis transversa adalah peradangan pada satu atau kedua sisi sumsum tulang belakang akibat kerusakan sel di area tertentu. Kondisi ini akan menyebabkan nyeri tulang belakang, kelemahan otot, hingga kelumpuhan. Ketahui apa itu mielitis transversa, gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Mielitis Transversa: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Mielitis Transversa?

Mielitis transversa adalah peradangan pada sumsum tulang belakang. Kondisi ini termasuk infeksi dan gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan mielin. Mielin adalah jaringan lemak yang melindungi serabut saraf sumsum tulang belakang.

Kerusakan mielin akan menyebabkan saraf tulang belakang terluka dan mengganggu fungsi sumsum tulang belakang, yaitu mengirim sinyal ke bagian tubuh lain. Akibatnya, penyakit mielitis akan menyebabkan nyeri, kelemahan otot, masalah sensorik, serta disfungsi kandung kemih dan usus.

Pengobatan penyakit mielitis dapat dilakukan dengan obat-obatan dan terapi rehabilitasi. Bila tidak ditangani dengan benar, penyakit ini dapat menyebabkan serta kelumpuhan.

Gejala Mielitis Transversa

Nyeri punggung adalah gejala penyakit mielitis yang paling utama. Gejala akan terasa di kedua sisi bagian bawah area yang terkena peradangan atau mungkin hanya pada satu sisi tubuh saja.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Anda mungkin merasakan gejalanya beberapa jam atau beberapa hari setelah peradangan berkembang. Gejala umum lainnya, meliputi:

  • Nyeri neuropatik (seperti terbakar atau tertusuk-tusuk) pada leher atau tangan apabila terjadi peradangan pada medula spinalis segmen cervical, tanpa disertai peradangan otot/sendi.
  • Nyeri neuropatik (seperti terbakar atau tertusuk-tusuk) pada dada atau punggung apabila terjadi peradangan pada medula spinalis segmen thoracal, tanpa disertai peradangan otot/sendi.
  • Nyeri neuropatik (seperti terbakar atau tertusuk-tusuk) pada pinggang, bokong, atau kaki apabila terjadi peradangan pada medula spinalis segmen lumbal atau sakral, tanpa disertai peradangan otot/sendi.
  • Sensitivitas pada sentuhan (allodynia), bahkan sentuhan dari baju yang dikenakan dapat menyebabkan rasa nyeri.
  • Otot lengan atau kaki lemah (paraparesis).
  • Gangguan pada usus dan kandung kemih, termasuk buang air kecil atau air besar terlalu sering atau sebaliknya bila peradangan terjadi pada segmen sacral medula spinalis.
  • Sensitif terhadap perubahan suhu panas atau dingin.
  • Demam.
  • Tidak nafsu makan.

Intensitas gejala pada setiap pasien berbeda-beda tergantung pada bagian sumsum tulang belakang mana yang terinfeksi. Rasa nyeri mielitis mungkin datang tiba-tiba di di punggung bagian bawah.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter bila Anda merasakan gejala nyeri punggung tidak biasa yang dicurigai sebagai penyakit mielitis. Pasalnya, penyakit ini juga akan mengganggu fungsi neurologis yang menyebabkan gangguan sensorik. Diagnosis dan perawatan lebih awal dapat membantu keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi lainnya.

Penyebab Mielitis Transversa

Para ahli belum meyakini penyebab penyakit mielitis secara pasti. Beberapa faktor diduga menyebabkan kerusakan pada mielitis, termasuk:

  • Kondisi Autoimun: Penyakit autoimun seperti lupus dan sindrom Sjogren dapat menyebabkan komplikasi penyakit mielitis.
  • Infeksi Bakteri: Infeksi bakteri seperti penyakit Lyme, TBC, dan sifilis.
  • Infeksi Jamur: Infeksi jamur aspergillus, blastomyces, coccidioides, dan cryptococcus menyebabkan kerusakan sumsum tulang belakang.
  • Infeksi Parasit: Toksoplasmosis, sistiserkosis, schistosomiasis, dan angtiostrongyloid.
  • Infeksi Virus: Seperti virus varicella zoster, herpes zoster, enterovirus, dan virus West Nile.
  • Penyakit Multiple Sclerosis (MS): Penyakit ini juga dapat merusak sumsum tulang belakang.

Penyakit mielitis adalah paparan jamur, bakteri, virus, atau komplikasi penyakit autoimun. Cara mengobati penyakit ini akan disesuaikan dengan penyebab penyakit atau kondisi medis lain yang mendasarinya.

Baca Juga: Fungsi Sumsum Tulang Belakang dan Bagian-Bagian Penting

Faktor Risiko Mielitis Transversa

Ada beberapa faktor yang membuat Anda rentan terkena penyakit ini, seperti bila Anda memiliki riwayat penyakit sebagai berikut:

  • Hepatitis B
  • Gondong
  • Campak
  • Rubella
  • Zika
  • Influenza
  • Echovirus
  • Epstein-Barr
  • HIV
  • Paparan enterovirus seperti poliovirus dan coxsackievirus

Penyakit mielitis mungkin juga disebabkan oleh paparan virus lain.

Diagnosis Mielitis Transversa

Berikut ini diagnosis penyakit mielitis:

  • Pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau Computerized Tomography (CT): Mengetahui kondisi sumsum tulang belakang secara detail dari hasil gambar terperinci.
  • Spinal Tap/Pungsi Lumbal: Menggunakan jarum khusus untuk mengambil sampel cairan dari sumsum tulang belakang dan otak. Diagnosis dilakukan dengan menilai kadar sel darah putih atau protein tertentu yang menandakan kerusakan sumsum tulang belakang.
  • Bloodwork: Dokter akan memeriksa penyakit lain dengan gejala serupa penyakit mielitis, seperti HIV, lupus, dan lainnya.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lain untuk memastikan diagnosis penyakit Anda. Selanjutnya, dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan secara rinci.

Pengobatan Mielitis Transversa

Cara mengobati penyakit adalah dengan terapi atau obat-obatan medis, sebagai berikut:

1. Terapi

Dokter akan menyarankan terapi untuk perawatan jangka panjang, seperti:

  • Terapi fisik, latihan untuk meningkatkan kekuatan dan koordinasi tulang. Anda mungkin membutuhkan alat bantu seperti tongkat atau kursi roda.
  • Terapi okupasi, latihan untuk kegiatan sehari-hari seperti makan, mandi, membersihkan rumah, dll.
  • Psikoterapi, latihan untuk mengelola efek mental dan kecemasan akibat penyakit tersebut.
  • Terapi kejuruan, terapi untuk memulai untuk bekerja, mencari pekerjaan baru, atau keterampilan yang dibutuhkan.

Dokter menyarankan pasien melakukan terapi untuk mengembalikan fungsi tubuh serta kondisi mental yang mungkin juga terpengaruh.

2. Obat-obatan Medis

Dokter akan memberikan obat-obatan sesuai dengan penyebab dan lokasi penyakit mielitis di sumsum tulang belakang. Berikut ini adalah beberapa obat yang umum digunakan:

  • Kortikosteroid intravena atau infus, dokter akan memberikan infus yang diinjeksikan melalui vena untuk meredakan peradangan pada sumsum tulang belakang.
  • Obat antivirus, dokter akan memberikan obat antivirus bila penyakit disebabkan oleh infeksi virus.
  • Obat pereda nyeri, dokter akan memberikan obat antinyeri seperti ibuprofen, acetaminophen, atau naproxen sodium untuk membantu meredakan nyeri akibat komplikasi.
  • Obat nyeri neuropatik, digunakan untuk meredakan nyeri saraf, seperti obat gabapentin dan pregabalin.
  • Obat kortikosteroid dan imunosupresan, digunakan untuk mencegah serangan mielitis kambuh.

Dokter mungkin akan meresepkan obat lain atau obat kombinasi untuk mengatasi kelemahan otot, disfungsi urin, mencegah kelumpuhan, dan mengatasi depresi akibat disfungsi organ tubuh lainnya.

Baca Juga: Nyeri Punggung: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Komplikasi Mielitis Transversa

Bila tidak ditangani dengan baik, komplikasi penyakit mielitis adalah:

  • Nyeri jangka panjang
  • kelemahan otot pada bokong, tangan, atau kaki
  • Kelumpuhan sebagian atau total
  • Disfungsi seksual

Dokter akan memberikan saran perawatan dan pengobatan terbaik untuk menyembuhkan dan mencegah komplikasi penyakit.

Pencegahan Mielitis Transversa

Tidak ada cara mencegah penyakit mielitis dikarenakan penyebabnya pun terdiri dari banyak faktor. Bila Anda mengalami penyakit ini, Anda dapat mencegahnya agar tidak kambuh dengan obat-obatan dan konsultasi rutin ke dokter. Selain itu, jaga kesehatan keseluruhan dengan cara menjaga pola makan sehat, olahraga, dan kelola stres setiap hari.

Itulah pembahasan tentang penyakit mielitis transversa. Penyakit mielitis adalah peradangan pada satu atau sebagian sumsum tulang belakang akibat infeksi virus, bakteri, parasit, atau gangguan autoimun. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Mayo Clinic. 2019. Transverse myelitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/transverse-myelitis/symptoms-causes/syc-20354726. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  2. The National Multiple Sclerosis Society. 2020. Symptoms and Diagnosis of Transverse Myelitis. https://www.nationalmssociety.org/What-is-MS/Related-Conditions/Transverse-Myelitis/Symptoms-and-Diagnosis. (Diakses pada 20 Juli 2020).
  3. WebMD. 2020. What Is Transverse Myelitis?. https://www.webmd.com/multiple-sclerosis/transverse-myelitis-facts. (Diakses pada 20 Juli 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi