Terbit: 22 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Harganya murah, praktis untuk dibuat, dan rasanya lezat. Tiga alasan ini sudah cukup untuk menggambarkan nikmatnya makan mie instan. Bahkan, masyarakat di berbagai belahan dunia sampai mengakui bahwa mie instan Indonesia memiliki kenikmatan yang luar biasa. Sayangnya, sudah menjadi rahasia umum jika terlalu sering makan mie instan bisa membahayakan kesehatan. Hanya saja, apakah setiap hari mengonsumsinya memang bisa menyebabkan datangnya kanker?

Makan Mie Instan Setiap Hari Bisa Picu Kanker?

Berbagai rumor tentang mie instan

Terdapat banyak sekali rumor yang beredar mengenai dampak dari makan mie instan terlalu sering. Sebagai contoh, mie instan disebut-sebut bisa sebabkan penurunan kecerdasan otak, masalah peradangan usus buntu, hingga kanker. Biasanya, anggapan tentang dampak mie instan ini dikaitkan dengan rumor lain tentang adanya kandungan penyedap rasa MSG hingga mie kering yang disebut-sebut memiliki lapisan lilin yang bisa membahayakan jika terlalu sering dikonsumsi.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyebut MSG sebenarnya aman untuk dikonsumsi. Ketakutan berlebihan bahwa MSG bisa menyebabkan kebodohan, mati rasa, hingga sakit kepala ternyata disebabkan oleh rumor semu sejak tahun 1960-an. Selain itu, isu tentang adanya lapisan lilin pada mie instan kering juga tidak benar karena adanya proses pengeringan khusus untuk membuat mie kering yang siap dijual.

Hanya saja, pakar kesehatan Brigitta Ma menyebut mie instan tetaplah termasuk dalam makanan yang tidak baik untuk sering dikonsumsi karena hanya memiliki kandungan kalori yang tinggi namun miskin nutrisi lainnya. Hal ini berarti, kita bisa mengalami kekurangan nutrisi atau bahkan lebih berisiko terkena obesitas jika memakannya hampir setiap hari.

Tidak akan menyebabkan kanker?

Pakar kesehatan menyebut hampir semua makanan olahan bisa menyebabkan aktifnya sel kanker. Hal ini berarti, mie instan, sosis, nugget, kornet dan lain-lain bisa menyebabkan datangnya penyakit ini. Selain itu, makanan dengan kandungan bahan pengawet dan sodium dalam jumlah yang besar juga bisa menyebabkan datangnya penyakit ini. Hal ini berarti, jika dikonsumsi dengan berlebihan atau terlalu sering, mie instan memang bisa mendatangkan kanker, diabetes, hingga hipertensi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Satu hal yang pasti, mie instan jika dikonsumsi setiap hari bisa menyebabkan gangguan metabolisme. Hanya saja, dampak ini juga baru akan didapatkan jika konsumsi mie dengan berlebihan dilakukan dalam jangka panjang. Gejala dari sindrom metabolisme ini bisa berua meningkatnya kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol jahat di dalam tubuh.

Mie instan bisa sebabkan kerusakan usus?

Pada tahun 2009 silam, terdapat sebuah kasus yang membuat seorang anak mengalami kebocoran usus. Keluarganya menuding mie instan sebagai penyebabnya karena sang anak bisa makan dua buah mie instan setiap hari. Hanya saja, dokter membantah hal ini dan menyebut hal ini disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat secara keseluruhan, dan mie instan hanyalah menjadi salah satu bagian dari pola makan yang tidak sehat tersebut.

Anggapan tentang mie instan bisa memicu kerusakan usus juga dibantah oleh pakar nutrisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Made Astawan. Menurut Prof. Made, anggapan mie instan bisa memicu kerusakan usus keliru. Hanya saja, mie instan memang membutuhkan waktu lebih lama untuk diolah di dalam perut dibandingkan dengan nasi atau kentang sehingga akan menyebabkan sensasi kembung atau begah setelah dikonsumsi.

Jika kita makan mie instan setiap hari selama satu atau dua minggu berturut-turut tanpa diimbangi dengan makanan sehat lainnya, ada kemungkinan muncul nyeri perut hebat dan sembelit. Selain itu, usus juga bisa saja mengalami peradangan atau pembengkakan akibat sering bekerja keras demi mencerna mie instan.

Melihat fakta ini, konsumsi mie instan memang sebaiknya dibatasi agar tidak berlebihan dan bisa mencegah datangnya berbagai macam penyakit.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi