Sering Makan Mie Bisa Picu Sembelit?

mie-instan-kuah-doktersehat
Photo Source: Flickr/cityfoodsters

DokterSehat.Com– Salah satu makanan yang paling sering kita konsumsi adalah mie. Selain mudah untuk diolah, mie juga cenderung memiliki rasa yang enak. Sayangnya, kita sering mendengar anggapan buruk tentang kebiasaan makan mie, khususnya mie instan. Salah satunya adalah jika kita sering mengonsumsinya, maka risiko untuk terkena gangguan pencernaan seperti sembelit akan meningkat. Sebenarnya, apakah memang makan mie bisa memberikan dampak kesehatan ini?

Kaitan antara mie dengan sembelit

Pakar kesehatan menyebut mie sebagai salah satu makanan yang tinggi karbohidrat. Sayangnya, karbohidrat yang ada di dalam mie adalah karbohidrat sederhana yang berarti akan mampu meningkatkan kadar gula darah dengan cepat setelah dikonsumsi. Memang, hal ini bisa membuat tubuh mendapatkan energi, namun jika kita mengonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan, dikhawatirkan hal ini akan menyebabkan ketidakseimbangan kadar gula darah yang tentu bisa menyebabkan datangnya beberapa masalah kesehatan.

Meski kaya akan kandungan karbohidrat, mie instan ternyata miskin kandungan lainnya. Sebagai contoh, kita tidak akan mendapatkan serat sama sekali. Hal ini berarti, jika kita terbiasa makan mie dan tidak diimbangi dengan asupan lain seperti buah dan sayur, besar kemungkinan kita akan mengalami masalah susah buang air besar. Padahal, banyak orang yang terbiasa mengonsumsi mie tanpa tambahan lainnya.

Makanan lain yang bisa menyebabkan datangnya sembelit

Selain mie, pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis makanan lain yang sering kita konsumsi namun ternyata bisa menyebabkan datangnya sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

Berikut adalah makanan-makanan tersebut.

  1. Makanan dengan kandungan gluten

Pakar kesehatan menyebut makanan dengan kandungan gluten, sejenis protein yang bisa ditemukan dalam makanan yang terbuat dari olahan terigu atau gandum, jika dikonsumsi dengan berlebihan bisa menyebabkan sembelit. Bahkan bagi sebagian orang yang mengalami penyakit celiac, makanan dengan kandungan gluten ini cenderung sulit untuk diolah oleh usus dan bahkan bisa merusak organ ini sehingga akan menyebabkan gejala sakit perut, kembung, usus membengkak, hingga konstipasi.

  1. Minuman dengan rasa yang manis

Meskipun bisa memberikan sensasi rasa yang nikmat, minuman manis yang bisa dengan mudah kita temukan di pasar swalayan atau kedai-kedai kecil di pinggir jalan ini bisa menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, peradangan usus, hingga gangguan buang air besar. Karena alasan inilah kita sebaiknya membatasi konsumsinya.

  1. Daging merah

Daging merah yang berasal dari sapi atau kambing memang bisa diolah menjadi makanan lezat. Sayangnya, kandungan seratnya sangat rendah dan kadar lemaknya cukup tinggi. Mengonsumsinya dalam jumlah yang banyak akan membuat proses pencernaan berjalan dengan sangat lambat sehingga bisa menyebabkan datangnya sembelit. Karena alasan inilah konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi atau bahkan diganti dengan makanan lain yang lebih sehat layaknya daging ikan dan daging unggas.

  1. Pasta dan roti putih

Pasta dan roti putih yang nikmat ternyata sebaiknya tidak dikonsumsi dengan berlebihan karena bisa menyebabkan datangnya gangguan pencernaan atau sembelit.

  1. Junk food dan gorengan

Gorengan dan makanan cepat saji atau junk food cenderung memiliki kandungan lemak jenuh yang sangat tinggi sehingga bisa membuat pencernaan menjadi lebih lambat dan akhirnya menyebabkan datangnya sembelit.

  1. Makanan tinggi garam

Selain masakan yang diberi taburan garam berlebihan sehingga rasanya asin, beberapa jenis keripik atau makanan olahan lain yang memiliki rasa asin ternyata juga bisa menyebabkan datangnya masalah sembelit jika terlalu sering dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan garam dalam menarik air dalam jumlah banyak yang akhirnya mempengaruhi tekstur kotoran menjadi lebih keras dan akhirnya sulit untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.

Demi mencegah datangnya masalah susah buang air besar, sebaiknya memang kita tidak terlalu sering mengonsumsi makanan-makanan yang telah disebutkan di atas.