Micin Bisa Sebabkan Kanker Otak?

msg-micin-penyedap-doktersehat
Photo Source: epicurious.com

DokterSehat.Com– Meski bisa membuat rasa masakan menjadi jauh lebih nikmat, dalam realitanya banyak orang yang khawatir untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan micin yang tinggi. Kandungan ini disebut-sebut bisa menyebabkan datangnya kanker otak. Sebenarnya, apakah micin memang bisa memberikan dampak kesehatan ini?

Kaitan antara micin dan kanker otak

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Food Standards Australia-New Zealand (FSANZ) membuktikan bahwa micin atau yang juga dikenal dengan nama lain MSG atau penyedap rasa tidak terkait dengan peningkatan risiko kanker, apalagi kanker otak. Pakar kesehatan menyebut kanker otak lebih sering disebabkan oleh faktor lainnya seperti faktor genetik, paparan radiasi, dan lain-lain.

Melihat fakta ini, tak perlu khawatir berlebihan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan micin. Dampaknya bagi kesehatan otak, apalagi risiko kanker tidak begitu besar. Hanya saja, bukan berarti micin aman untuk kita konsumsi sehari-hari. Dalam realitanya bahan makanan ini bisa memberikan dampak kesehatan yang kurang baik.

Dampak buruk micin lainnya bagi kesehatan

Salah satu kandungan di dalam micin atau MSG adalah glutamate. Kandungan ini sebenarnya juga bisa ditemukan di dalam berbagai macam bahan makanan hewani atau nabati layaknya tomat, jamur, brokoli, daging-dagingan, kacang-kacangan, dan lain-lain. Hanya saja, glutamate yang ada di dalam micin adalah yang sudah diolah atau disintesis secara kimiawi, bukannya yang masih alami sebagaimana di dalam bahan-bahan makanan yang disebutkan di atas.

Secara umum, micin aman untuk dikonsumsi oleh tubuh. Hanya saja, pakar kesehatan dari Federation of American Societies for Experimental Biology (FEDSA) menyebut konsumsi micin harus dibatasi demi mencegah masalah kesehatan. Selain itu, ada sebagian orang yang ternyata sensitif dengan micin. Bisa jadi, mengonsumsinya akan menyebabkan datangnya reaksi alergi atau masalah Chinese restaurant syndrome dengan gejala seperti pusing-pusing, mual, keringat berlebihan, dan kulit yang kemerahan.

Gejala lain yang bisa dirasakan adalah munculnya sensasi haus berlebihan, kurang nyaman pada mulut dan tenggorokan, hingga sesak napas. Bahkan, bagi mereka yang menderita asma, sebaiknya menghindari micin karena bisa saja menyebabkan gejalanya semakin memburuk. Selain itu, sering mengonsumsinya juga bisa meningkatkan risiko terkena migrain.

Batasan makan micin setiap hari

Sebenarnya, konsumsi micin masih menjadi hal yang kontroversial bagi para pakar kesehatan. Sebagai contoh, ada yang menganggap micin tidak akan menyebabkan dampak kesehatan yang serius, namun ada juga yang menganggap micin memang harus dihindari karena bisa memberikan efek buruk.

Food and Drug Administration, BPOM Amerika Serikat menyebut konsumsi MSG atau micin sebaiknya dibatasi sekitar 120 mg untuk setiap kilogram berat badan per hari. Batasan ini dikeluarkan pada 1970 silam. Hanya saja, bagi bayi, anak-anak, remaja, serta mereka yang mengalami gangguan asma, konsumsinya bisa jauh dikurangi atau bahkan benar-benar dihindari.

Penderita hipertensi tak boleh mengonsumsi micin?

Prof. Hardinsyah yang berasal dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebut di dalam micin, terdapat kandungan sodium sebesar 12 persen. Memang, kandungan sodium ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang ada pada garam dapur yang mencapai 39 persen, namun bukan berarti hal ini lebih aman.

Bagi mereka yang mengalami masalah tekanan darah tinggi, sebaiknya membatasi konsumsi micin demi mencegah dampak kesehatan yang lebih serius. Apalagi jika sudah mengalami masalah kegemukan. Ada baiknya mereka mulai menggunakan rempah-rempah atau bahan alami demi menyedapkan masakan yang diolah sendiri serta membatasi makanan olahan demi mencegah konsumsi micin berlebihan.