Seiring pesatnya perkembangan teknologi, saat ini terdapat berbagai metode melahirkan yang bisa dipilih oleh ibu hamil, dari prosedur medis hingga cara-cara yang lebih alami. Beberapa metode memiliki keuntungan dan kekurangannya masing-masing. Lantas, metode persalinan apa yang sebaiknya Anda pilih. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

metode-melahirkan-doktersehat

Metode Melahirkan

Sebelum menjelaskan mengenai berbagai metode melahirkan, pada dasarnya hanya terdapat dua metode kelahiran dasar: proses melahirkan melalui vagina atau operasi caesar. Jika terdapat cara persalinan lain, itu hanyalah variasi dari kedua metode ini.

Berikut adalah berbagai metode melahirkan yang sebaiknya diketahui oleh ibu hamil:

1. Episiotomi

Episiotomi adalah sayatan bedah yang dibuat di perineum (area kulit antara vagina dan anus). Sayatan memperbesar lubang vagina untuk memungkinkan kepala bayi keluar lebih mudah dan untuk mencegah robeknya kulit ibu. Meski begitu, sebagian besar wanita tidak membutuhkan metode ini.

Dokter atau bidan akan menyuntikan bius lokal di area sekitar vagina. Setelah itu, sayatan akan dibuat yang kemudian akan dijahit setelah bayi dilahirkan. Cara ini hanya dilakukan dalam keadaan khusus.

2. Amniotomi

Amniotomi adalah pecahnya ketuban secara buatan. Metode ini dapat dilakukan sebelum atau selama persalinan. Prosedur ini sering kali dilakukan jika kantung ketuban belum juga pecah menjelang persalinan atau bila persalinan berlangsung lama.

Setelah ketuban dipecahkan menggunakan amniohook, janin harus segera dikeluarkan untuk mencegah terjadinya infeksi.

3. Induksi Persalinan

Metode melahirkan ini biasanya dilakukan jika ibu hamil memiliki masalah medis atau komplikasi lainnya. Oksitosin atau prostaglandin adalah obat-obatan yang digunakan untuk induksi. Beberapa alasan medis untuk  menginduksi persalinan, termasuk:

  • Menderita diabetes.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Ketuban pecah.
  • Janin terlalu kecil.
  • Melewati waktu perkiraan persalinan.

4. Forceps

Metode melahirkan dengan forceps adalah dengan bantuan alat yang menyerupai tang dengan ujung seperti sendok besar yang dimasukkan ke dalam vagina. Forceps digunakan untuk mengambil kepala bayi dengan lembut.

Selama prosedur ini, dokter akan memandu ibu untuk mengeluarkan janin dari dalam rahim. Hal ini umumnya dilakukan selama proses kontraksi, dibarengi dengan ibu yang terus mengejan.

5. Ekstraksi Vakum

Ekstraksi vakum adalah alat seperti cup hisap kecil yang diletakkan di kepala bayi guna membantu proses persalinan. Ketika alat ini sudah berada di kepala bayi, dokter akan meminta ibu mengejan saat merasakan kontraksi. Setelah itu, dokter akan menarik bagian bawah ekstraksi vakum sehingga kepala bayi akan keluar.

6. Vaginal Birth After Cesarean (VBAC)

Saat seorang wanita menjalani persalinan caesar, peluangnya untuk melahirkan secara normal akan sulit. Namun, peluang Anda untuk melahirkan normal setelah menjalani caesar bisa terjadi jika menerapkan metode persalinan VBAC. Meski begitu, tidak semua wanita bisa melakukan prosedur ini.

7. Metode Lamaze

Metode ini biasanya dikenal sebagai teknik pernapasan terkontrol, namun metode ini juga mencakup upaya menciptakan rasa nyaman selama persalinan normal. Metode ini mengajarkan teknik pernapasan untuk meningkatkan relaksasi dan mengurangi rasa nyeri.

Metode Lamaze tidak secara eksplisit mendorong atau mencegah obat-obatan, tetapi berusaha untuk mendidik ibu hamil untuk membuat rencana kelahiran yang sesuai dengan kebutuhan. Biasanya, metode ini diajarkan dalam serangkaian kelas yang dihadiri oleh suami istri.

8. Metode Bradley

Metode Bradley berfokus pada persiapan persalinan normal tanpa menggunakan obat-obatan. Metode ini biasanya diajarkan selama 12 minggu pada ibu hamil dan suami. Selain mempelajari cara-cara untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan normal, metode ini mengajarkan tentang nutrisi alami dan aspek kesehatan lainnya.

9. Water Birth

Metode persalinan yang terakhir adalah water birth. Cara ini membuat semua proses persalinan dilakukan di bak portable yang mirip dengan bak kamar mandi. Metode ini menjadi pilihan beberapa ibu karena rasa sakit yang terjadi saat persalinan lebih sedikit.

Nah, itulah berbagai metode melahirkan yang bisa dijadikan acuan. Pada akhirnya, berbagai cara melahirkan di atas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Selalu diskusikan dengan dokter kandungan mengenai metode persalinan apa yang tepat untuk Anda.

 

  1. Pregnancy: Types of Delivery. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9675-pregnancy-types-of-delivery. (Diakses pada 2 April 2020).
  2. Oberg, Erica, ND, MPH. Childbirth Delivery Methods and Types. https://www.medicinenet.com/7_childbirth_and_delivery_methods/article.htm. (Diakses pada 2 April 2020).