Terbit: 26 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Apa itu methylcobalamin? Methylcobalamin adalah salah satu bentuk vitamin B12 yang aktif di dalam tubuh manusia. Anda bisa menemukan metilkobalamin di dalam suplemen dan makanan. Apakah methylcobalamin sama dengan cyanocobalamin? Apa manfaat methylcobalamin dan digunakan untuk apa saja?

Methylcobalamin – Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Yuk, simak lebih jauh tentang apa itu methylcobalamin, perbedaan methylcobalamin dengan cyanocobalamin, manfaat methylcobalamin, indikasi methylcobalamin, kontraindikasi methylcobalamin, dosis methylcobalamin, efek samping methylcobalamin, sumber metilkobalamin, bentuk sediaan dan harga suplemen methylcobalamin.

Rangkuman Informasi Methylcobalamin

Nama Methylcobalamin
Golongan Suplemen vitamin B12
Manfaat Mengatasi gejala karena kekurangan vitamin B12
Indikasi Neuropati perifer, anemia pernisiosa, dan lainnya
Kontraindikasi Hipersensitivitas
Dosis 1-3 kapsul sehari
Cara pakai Minum setelah makan
Efek samping Reaksi alergi, lelah, gelisah, dan lainnya
Bentuk Sediaan Kapsul dan suntikan
Merk Dagang Suplemen Mecolin, mecobalamin, dan lainnya
Harga Rp750-3.000 per kapsul
Sumber dari makanan Daging, ikan, telur, susu, keju, dan lainnya

Apa itu Methylcobalamin?

Methylcobalamin adalah salah satu bentuk kobalamin atau vitamin B12 yang aktif di dalam tubuh manusia. Salah satu bentuk vitamin B12 ini memiliki nama lain, yaitu mecobalamin, Co-methylcobalamin, MeCbl, dan methyl(III) cobalamin.

Apabila dibandingkan dengan bentuk vitamin B12 yang lain, maka methylcobalamin adalah bentuk vitamin B12 yang lebih aktif dan ekstensif bekerja pada jaringan otak dan sel saraf. Methylcobalamin mempunyai beberapa manfaat yang cukup penting.

Perbedaan Methylcobalamin dengan Cyanocobalamin

Selain methylcobalamin, apakah Anda juga pernah mendengar istilah cyanocobalamin (sianokobalamin)? Mungkin banyak orang yang menganggap methylcobalamin dan cyanocobalami sama.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Methylcobalamin dan cyanocobalamin memang bisa dikatakan mirip dan identik. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Perbedaan yang paling mendasar antara sianokobalamin dan methylcobalamin adalah bentuknya.

Cyanocobalamin adalah bentuk sintetis dari vitamin B12, sedangkan methylcobalamin adalah bentuk alami vitamin B12. Anda hanya bisa menemukan cyanocobalamin di dalam suplemen, sedangkan methylcobalamin bisa ditemukan di suplemen dan bahan makanan.

Suplemen vitamin B12 lebih banyak mengandung cyanocobalamin dibanding methylcobalamin. Hal ini dikarenakan sianokobalamin adalah bentuk vitamin B12 yang paling murah dan stabil.

Cyanocobalamin yang ada di dalam suplemen akan mengalami perubahan menjadi methylcobalamin jika sudah masuk ke dalam tubuh. Perubahan tersebut harus terjadi karena methylcobalamin adalah bentuk aktif vitamin B12 di dalam tubuh.

Manfaat Methylcobalamin

Methylcobalamin memiliki beberapa manfaat. Manfaat utama methylcobalamin adalah untuk mengatasi gejala yang timbul akibat masalah medis yang terkait dengan kekurangan vitamin B12.

Kekurangan vitamin B12 biasa terjadi pada beberapa kondisi seperti neuropati perifer, anemia megaloblastik (anemia pernisiosa), gastritis atrofi, penyakit Crohn, penyakit seliak, dan gangguan imunitas seperti pada penyakit lupus.

Beberapa masalah tersebut diidentifikasi terkait dengan kekurangan asupan vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 bisa menimbulkan beberapa gejala seperti kurang nafsu makan, penurunan berat badan, detak jantung meningkat, mual, muntah, diare, pusing, masalah mulut, penurunan kemampuan saraf, wajah pucat, dan kesemutan.

Semua itu gejala defisiensi vitamin B12 tersebut bisa diatasi dengan asupan methylcobalamin yang cukup. Selain itu, methylcobalamin juga berperan terhadap produksi sel darah merah, sintesis DNA, metabolisme sel tubuh, dan fungsi sel saraf.

Baca Juga: 12 Manfaat Vitamin B Complex, Manfaat Vitamin B1 hingga Vitamin B12

Sumber Methylcobalamin

Methylcobalamin bisa didapatkan dari beberapa bahan makanan. Beberapa sumber methylcobalamin yang berasal dari makanan di antaranya adalah telur, daging unggas, daging sapi, ikan, dan makanan olahan yang diperkaya dengan vitamin B12.

Di samping itu, methylcobalamin juga bisa didapatkan melalui suplemen atau multivitamin. Asupan suplemen yang mengandung methylcobalamin bisa membantu kecukupan vitamin B12 harian.

Indikasi Methylcobalamin

Anda bisa menggunakan suplemen methylcobalamin jika mengalami beberapa masalah kesehatan seperti neuropati perifer, anemia megaloblastik (anemia pernisiosa), gastritis atrofi, penyakit Crohn, penyakit seliak, dan gangguan imunitas (penyakit lupus).

Kontraindikasi Methylcobalamin

Jangan menggunakan suplemen methylcobalamin jika Anda memiliki masalah hipersensitivitas terhadap methylcobalamin atau bentuk kobalamin lainnya. Pasalnya, hal tersebut bisa menimbulkan reaksi alergi.

Peringatan Penggunaan Methylcobalamin

Ibu hamil dan ibu menyusui sebaiknya berhati-hati dalam menggunakan suplemen methylcobalamin. Hal ini dikarenakan methylcobalamin bisa memengaruhi kehamilan dan laktasi.

Beri tahulah semua suplemen, obat herbal, dan obat medis yang Anda gunakan. Penggunaan methylcobalamin bisa menimbulkan interaksi obat yang merugikan. Beberapa obat yang memiliki pengaruh methylcobalamin adalah kloramfenicol, metformin, lansoprazol, omeprazol, dan lainnya.

Bentuk Sediaan Suplemen Methylcobalamin

Suplemen methylcobalamin tersedia dalam bentuk kapsul dan suntikan. Ada beberapa nama dagang yang mengandung methylcobalamin, yaitu Mecolin, Mecobalamin, Methycobal, Meprobal, dan Kalmeco.

Dosis Methylcobalamin

Kecukupan harian vitamin B12 pada remaja dan orang dewasa berkisar 1,8-2,4 mcg. Ibu hamil membutuhkan vitamin B12 sebanyak 2,8 mcg per hari, sedangkan ibu menyusui memerlukan 2,6 mcg vitamin B12 per hari.

Jika Anda mengalami beberapa masalah kesehatan yang sebelumnya sudah disebutkan, maka Anda memerlukan suplemen yang mengandung methylcobalamin sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Dosis methylcobalamin yang diperlukan sekitar 500-1.500 mcg per hari tergantung pada masalah kesehatan yang dialami. Setiap satu kapsul suplemen methylcobalamin mengandung 500 mcg methylcobalamin. Jadi, Anda perlu mengonsumsi suplemen methylcobalamin sebanyak 1-3 kapsul dalam sehari.

Harga Suplemen Methylcobalamin

Harga suplemen methylcobalamin berkisar antara Rp750-3.000 per kapsul. Setiap satu strip berisi 10 kapsul. Jadi, harga satu strip antara Rp7.500-30.000. Adanya rentang harga tersebut dikarenakan jenis obat, yaitu obat generik atau bermerk.

Efek Samping Methylcobalamin

Suplemen methylcobalamin yang digunakan tidak sesuai aturan dan dosis bisa menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping methylcobalamin juga bisa terjadi karena adanya kekhususan kondisi medis pada pasien tertentu.

Berikut ini adalah beberapa efek samping methylcobalamin:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Pusing (sakit kepala)
  • Hilang nafsu makan
  • Anoreksia
  • Takikardia
  • Sensasi panas
  • Rasa gelisah
  • Kelelahan
  • Memar di area injeksi
  • Reaksi alergi (gatal-gatal, ruam, sulit bernafas, dan bengkak di sekitar area wajah)
  • Aritmia jantung (cukup berbahaya)

Apabila Anda mengalami efek samping tersebut terutama reaksi alergi dan aritmia jantung, maka segera hentikan penggunaan suplemen methylcobalamin. Segeralah mencari bantuan medis terdekat agar Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

 

 

Sumber:

  1. Drugs: Methylcobalamin (Vitamin B12). https://www.drugs.com/mtm/methylcobalamin-vitamin-b12.html [diakses pada 25 April 2019]
  2. DrugInformationSystem: Mecobalamin. http://www.druginfosys.com/drug.aspx?drugcode=917&type=1 [diakses pada 25 April 2019]


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi