Terbit: 1 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Tidur adalah salah satu kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan oleh manusia. Tidur yang cukup dan berkualitas bisa membuat kita mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan berbagai aktifitas harian. Selain itu, dengan tidur, maka tubuh akan melakukan regenerasi sel dan proses detoksifikasi racun sehingga kita pun tidak akan mudah terkena penyakit.

Meski Nyaman Untuk Dilakukan, Posisi Tidur Ini Bisa Merusak Saraf Lho!

Setiap orang memiliki preferensi yang berbeda-beda agar bisa merasakan sensasi nyaman saat tidur. Ada yang memilih untuk tidur dengan berselimut, ada yang memilih tidur dengan memakai kipas angin atau AC, memilih posisi tubuh tertentu. Hanya saja, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak sembarangan dalam memilih posisi tidur karena bisa memicu datangnya kerusakan saraf.

Posisi tidur yang paling tidak direkomendasikan adalah lay on back, arms up. Dalam Bahasa Indonesia, posisi ini berarti kita tidur dengan terlentang namun meletakkan tangan di bagian belakang kepala. Biasanya, posisi ini dilakukan saat tidak ada bantal sehingga kita pun bisa mendapatkan sensasi kepala terangkat saat tidur yang bisa membuat rasa nyaman. Yang menjadi masalah adalah, posisi ini ternyata membuat tekanan pada saraf bahu meningkat dengan signifikan.

Jika kita kerap tidur dengan posisi ini, besar kemungkinan saraf di sekitar bahu ini akan mengalami kerusakan. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka kita akan rentan mengalami gejala seperti kesemutan dan mati rasa pada bahu, lengan, atau bahkan bagian belakang kelapa. Selain itu, kita juga akan lebih rentan mendengkur. Padahal, mendengkur bisa menurunkan kualitas tidur dengan signifikan.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita tidak tidur dengan posisi ini dan lebih baik memakai bantal untuk menyangga kepala. Toh, bantal akan jauh lebih nyaman dan empuk daripada lengan kita, bukan?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi