Meski Baunya Enak, Menghirup Bau Bensin Berbahaya Bagi Kesehatan

DokterSehat.Com– Bensin masih menjadi bahan bakar utama kendaraan bermotor di Indonesia dan di seluruh dunia. Saat kita membeli bensin, kita tentu pernah tanpa sengaja menghirup baunya yang cenderung enak. Sayangnya, dibalik baunya yang enak ini, bau bensin ternyata bisa memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa bensin terdiri dari hidrokarbon lantai lurus berupa C7 atau C11. Jika kita kerap menghirup aromanya, maka kita akan meningkatkan resiko terkena beberapa masalah kesehatan seperti sebagai berikut.

Kepala pusing
Jika kita menghirup bensin dalam jumlah yang banyak atau dalam waktu yang lama, maka kita pun akan menghirup kandungan kimianya yang bisa menganggu koordinasi otak. Karena alasan inilah ada sebagian orang yang mual-mual atau mengalami mabuk kendaraan setelah menghirup bau bensin.

Kanker
Wisconsin Department of Human Services menyebutkan bahwa bensin memiliki kandungan benzene yang bisa meningkatkan resiko terkena leukimia atau kanker darah. Tak hanya itu, Canadian Center of Occupational Health and Safety juga menyebutkan bahwa kandungan ethulene dibromide dalam bensin memiliki sifat karsinogen yang bisa memicu kanker. Salah satu jenis kanker yang bisa muncul akibat dari kebiasaan menghirup bensin adalah kanker tenggorokan.

Berbahaya bagi sistem saraf
Kandungan kimia dari bau bensin jika terhirup bisa mempengaruhi kinerja otak, khususnya dalam hal menerjemahkan sinyal atau mengkoordinasikan tubuh. Kerap menghirupnya juga bisa memicu kerusakan pada sistem saraf.

Menyebabkan kematian mendadak
Pakar kesehatan dari New South Wales Department of Education, Australia menyebut kondisi ini sebagai sniffing death, kondisi dimana seseorang meninggal mendadak karena menghirup aroma bensin. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kandungan di dalam bensin yang mampu mempengaruhi saraf dan akhirnya memperlambat atau bahkan menghentikan denyut jantung.