Terbit: 26 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Cukup banyak perokok yang mengaku harus menghisap rokok terlebih dahulu agar bisa merangsang keinginan untuk buang air besar. Jika sampai mereka tidak melakukannya, maka keinginan untuk melakukannya tak kunjung tiba atau bahkan mengalami sembelit yang tentu sangat tidak nyaman. Sebenarnya, apakah ada kaitan antara merokok dengan kebiasaan buang air besar?

Merokok Bisa Merangsang Keinginan Buang Air Besar?

Pakar kesehatan menyebut fenomena ini dipicu oleh keberadaan nikotin di dalam rokok, salah satu kandungan yang paling berbahaya bagi kesehatan tubuh. Saat menghisap asap rokok, kandungan nikotin memasuki paru-paru dan akhirnya masuk ke dalam aliran darah. Keberadaan nikotin ini ternyata akan merangsang reseptor dalam tubuh untuk meningkatkan aktivitas pergerakan usus.

Dengan aktivitas usus yang meningkat, maka kotoran pun akan bergerak menuju bagian ujung usus besar dan akhirnya memicu keinginan untuk buang air besar. Hal inilah yang membuat banyak perokok mengaku langsung mengalami sensasi ingin buang air setelah menghisap rokok dan menganggap rokok sebagai obat sembelit yang cukup ampuh.

Pakar kesehatan Raghuvir Keni berkata bahwa fenomena ini hanya terjadi pada para perokok. Hal ini disebabkan oleh tubuh para perokok yang sudah mengalami kecanduan nikotin. Jika sampai mereka mengurangi frekuensi merokok atau bahkan berhenti merokok, maka tidak ada hal yang merangsang reseptor untuk meningkatkan aktivitas usus dan mereka pun akan mengalami sembelit.

Telah ada penelitian yang menghasilkan fakta bahwa gerak peristaltik dalam saluran pencernaan para perokok cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Hal ini ternyata mempengaruhi kelancaran dalam melakukan buang air besar.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Merokok ternyata tak hanya mempengaruhi organ pernapasan atau kardiovaskular, melainkan juga mempengaruhi saluran pencernaan. Karena alasan inilah ada baiknya kita menghindarinya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi