Cara Merawat Vagina Setelah Melakukan Seks yang Intens

rawat-vagina-usai-seks-intens-doktersehat

DokterSehat.Com – Seks yang dilakukan oleh pasangan memang memberikan kenikmatan fisik dan juga psikis. Pria atau wanita bisa sama-sama mendapatkan orgasme dan puas meski capai. Terlepas dari rasa nikmat yang akan didapatkan oleh pasangan, seks tetaplah aktivitas yang berisiko dan bisa sebabkan rasa sakit yang besar.

Pada pria, rasa sakit di penis mungkin bisa segera diatasi. Kalau menggunakan kondom dan banyak pelumas, rasa sakit bisa dikurangi. Pada wanita, seks bisa menyebabkan iritasi pada vagina. Iritasi ini menyebabkan rasa sakit, memar, robek, hingga perdarahan.

Kalau Anda sering melakukan seks yang intens dan cenderung kasar dengan pasangan, rawatlah vagina dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Bersihkan dahulu hingga bersih

Bersihkan area vagina dengan air yang tidak memiliki campuran apa-apa. Hanya air bersih saja hingga kotoran yang menempel di vagina hilang. Jangan gunakan sabun atau alat mandi lain yang memicu rasa sakit atau perih yang tidak nyaman.

Anda juga boleh memasukkan jari ke vagina untuk membersihkan area itu hingga tuntas. Selanjutnya segera keringkan dengan handuk yang halus. Periksa area vagina dengan saksama setelah dibersihkan untuk mengetahui ada atau tidaknya luka yang berasal dari jaringan yang robek.

  1. Berkemih dahulu lebih baik

Setelah melakukan seks yang intens dan terasa sakit di area vagina, segeralah berkemih. Dengan berkemih, kotoran yang ikut masuk saat penetrasi bisa segera dikeluarkan. Selain itu, kemungkinan darah ikut keluar juga bisa terjadi sehingga tidak ada yang mengering di bagian dalam.

Kalau Anda merasa kesulitan untuk buang air kecil, ada baiknya untuk minum air sebanyak 1-2 gelas. Tunggu selama beberapa saat agar tubuh meresponsnya. Selanjutnya segera berkemih dan mulai rawat area vagina kalau ada luka cukup besar dan berpotensi sebabkan iritasi.

  1. Gunakan kompres air dingin

Vagina yang baru saja digunakan untuk seks yang intens dan kasar akan sering merasa sakit dan ngilu. Beberapa wanita bahkan merasa tidak nyaman saat berjalan. Vagina yang dibiarkan pasca seks biasanya mengalami inflamasi dan butuh diberi kompres agar sedikit menyusut.

Gunakan air dingin atau es untuk mengompres vagina. Lapisi es dengan kain tipis lalu letakkan di vagina khususnya di bagian yang sakit. Kalau rasa dingin terasa tidak nyaman, segera angkat kompres. Lanjutkan lagi pengompresan kalau sudah tidak terasa sakit. Lakukan cara ini berkali-kali untuk meredakan inflamasi.

  1. Usahakan tidak menggunakan celana dalam saat tidur

Kalau pengompresan sudah dilakukan dengan baik dan cedera mulai teratasi, segera istirahat. Saat istirahat, usahakan tidak menggunakan celana dalam. Gunakan celana yang agak longgar sehingga area vagina bisa bernapas dengan lega dan menyembuhkan dirinya perlahan-lahan.

Kalau ingin menggunakan celana dalam, usahakan yang bahannya lembut dan agak longgar. Selain itu, jangan menggunakan celana dalam yang dipakai untuk melakukan pemanasan. Ganti celana dalam dengan yang baru sehingga peluang terjadi infeksi akan rendah.

  1. Sembuhkan luka robek kalau ada

Seks seharusnya dilakukan untuk sama-sama memberikan kenikmatan entah pada pria dan wanita. Kalau seks dilakukan malah melukai vagina, kaum hawa akan merasakan dampaknya. Kalau sampai ada luka yang lebar, efeknya bisa permanen. Bisa saja terjadi infeksi atau menimbulkan trauma.

Kalau ada luka di vagina, segera atasi dengan obat atau salep. Bawa ke dokter agar segera mendapatkan perawatan yang baik.

Inilah beberapa cara merawat vagina pasca melakukan seks yang terlalu intens dan juga kasar. Semoga bisa digunakan sebagai rujukan.