DokterSehat.Com– Memiliki hewan peliharaan memiliki banyak manfaat bagi anggota keluarga termasuk anak-anak. Namun salah satu risikonya adalah anak bisa tergigit hewan peliharaan tersebut. Bagaimana mengatasi luka akibat gigitan hewan peliharaan?

gigitan-peliharaan-doktersehat-1

Mengatasi luka karena gigitan hewan peliharaan

Umumnya hewan peliharaan yang kerap menggigit adalah anjing, monyet atau kucing. Sedangkan hewan peliharaan seperti hamster, marmut umumnya tidak memiliki risiko rabies. Banyak yang beranggapan bahwa risiko luka gigitan hewan yang perlu diwaspadai adalah rabies. Namun sebenarnya risiko luka gigitan hewan yang paling utama adalah infeksi luka serius, bukan rabies.

Untuk mengatasi luka karena gigitan hewan peliharaan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

1. Tetap tenang, jangan panik

Saat melihat si kecil tergigit anjing atau kucing, sebaiknya Anda jangan panik atau ikut berteriak karena akan membuat hewan peliharaan kaget dan menggigit semakin dalam. Jika mengetahui anak tergigit, maka sebaiknya bawa si kecil ke tempat yang aman untuk mengetahui keparahan lukanya.

2. Mengenali jenis luka dan menanganinya

Terdapat beberapa jenis luka yang bisa ditimbulkan oleh gigitan hewan peliharaan, yaitu luka tusuk atau luka dalam dan goresan atau luka ringan. Untuk luka tusuk, bersihkan luka dengan sabun cair dan air mengalir selama kurang lebih 10 menit untuk membersihkan luka dari bakteri dan kuman-kuman yang mungkin menginfeksi.

Setelah itu tekan luka sedini mungkin untuk menghentikan perdarahan. Jika perdarahan sudah berhasil dihentikan maka Anda bisa menutup luka tersebut dengan kasa atau perban.

Sedangkan jika lukanya berupa luka ringan atau goresan, bersihkan dengan cara yang sama, lalu biarkan bekas luka tersebut terkena udara. Anda bisa menutup luka tersebut jika area yang sedang luka mudah terkena kotoran.

3. Periksakan ke dokter

Anda dapat membawa si kecil ke dokter ketika ada luka gigitan atau cakaran yang menembus kulit. Gigitan kucing di tangan dapat menginfeksi dengan cepat dan perlu penanganan segera.

Selain itu kondisi yang perlu Anda segera memeriksakan diri ke dokter antara lain ketika ada luka dangkal dan digigot oleh hewan yang sakit, hewan yang tidak mendapat vaksin rabies dan hewn liar atau jalanan. Anda juga perlu memeriksakan si kecil ke dokter jika luka infeksi semakin parah dan nyeri tidak mereda pada hari kedua.

Tips mencegah gigitan hewan peliharaan

Untuk mengurangi risiko gigitan hewan peliharaan, sebaiknya pilih hewan peliharaan yang bukan dari jenis hewan liar. Pilihlah hewan yang bisa dilatih untuk mengenal keluarga Anda sehingga tidak mencederai anggota keluarga.

Tips berikutnya, sebaiknya jangan tinggalkan bayi atau balita Anda di kamar sendirian dengan hewan peliharaan tanpa pengawasan. Selain itu pastikan anak-anak mendapat suntikan tetanus dan lindungi hewan peliharaan Anda dengan vaksin rabies setiap tahun.