Tidak Pernah Menyusui Hingga Usia Ini, Risiko Kanker Payudara Naik

menyusui-doktersehat
Photo Source: Flickr/unicefua

DokterSehat.Com– Menyusui tak hanya tentang memberikan ASI bagi bayi demi memastikan pertumbuhan dan kesehatannya. Dalam realitanya, ada banyak manfaat kesehatan lain yang bisa didapatkan dari menyusui, yakni menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Kaitan Antara Menyusui dengan Risiko Kanker Payudara

Pakar kesehatan Ahmad Utomo dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyebut jika wanita tidak pernah menyusui hingga usianya 35 tahun, maka risiko untuk terkena kanker payudara bisa meningkat dengan signifikan.

“Sebenarnya, penyebab kanker adalah mutasi genetik. Penyebabnya bisa berasal dari berbagai macam faktor. Ada yang berasal dari faktor luar, ada juga yang berasal dari dalam. Sebagai contoh, paparan buruk radikal bebas bisa menjadi pemicunya. Masalahnya adalah di usia lebih dari 30, bisa jadi paparannya lebih banyak dan bisa membuat risiko terkena penyakit ini naik dengan signifikan,” ucap Ahmad.

Sebagai informasi, kanker payudara cenderung lebih sering menyerang wanita dengan usia kurang dari 50 tahun. Karena alasan inilah wanita dewasa memang sebaiknya menjaga gaya hidup sehat demi mencegahnya. Selain itu, jika memang sudah melahirkan anak, sebaiknya menyusuinya demi membantu mencegah datangnya penyakit ini.

“Menyusui sebenarnya bisa menjadi detoks alami yang bisa mencegah datangnya kanker payudara. Jika sampai ada wanita yang menunda kehamilan hingga usia 35 tahun, dikhawatirkan gen-gen yang termutasi di dalam payudara berkembang menjadi kanker,” terang Ahmad.

Berbagai Cara Mencegah Kanker Payudara

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan demi mencegah datangnya kanker payudara. Berikut adalah berbagai cara tersebut.

  1. Menjaga Berat Badan

Pakar kesehatan menyebut risiko kanker payudara terkait dengan berat badan. Jika wanita mengalami masalah berat badan atau obesitas di usia menopause, maka risiko untuk terkena kanker payudara bisa naik hingga 20 atau 40 persen. Hal ini sepertinya terkait dengan kekacauan hormon estrogen dan hormon insulin di dalam tubuh. Karena alasan inilah kaum hawa memang sebaiknya menjaga berat badannya tetap ideal.

  1. Menjaga Pola Makan yang Sehat

Pola makan yang sehat bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara dengan signifikan. Sebagai contoh, jika kita rutin mengonsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, kedelai, dan makanan lain dengan kandungan antioksidan yang tinggi, maka risiko terkena penyakit ini bisa ditekan.

Mereka juga sebaiknya menurunkan asupan makanan yang tinggi lemak layaknya daging tinggi lemak, daging olahan seperti sosis, margarin, mentega, gorengan, dan makanan cepat saji demi mencegah kanker payudara.

  1. Berolahraga

Rutin berolahraga bisa membantu menurunkan risiko terkena kanker payudara. Lakukan olahraga dengan intensitas sedang layaknya bersepeda atau berlari setidaknya 30 menit setiap hari demi mencegah kedatangannya.

  1. Tidak Merokok

Merokok bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara hingga 7 atau 13 persen lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Bahkan, mantan perokok juga memiliki risiko kanker payudara yang cukup besar.

  1. Menghindari Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara hingga 12 persen. Bahkan, jika kita meminumnya setidaknya satu gelas setiap hari, maka risiko terkena masalah kesehatan ini akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh kemampuan alkohol dalam mempengaruhi hormon dan sistem metabolisme tubuh yang akhirnya berimbas pada terbentuknya sel-sel kanker.

  1. Menurunkan Asupan Gula

Hobi mengonsumsi makanan atau minuman manis yang tinggi gula ternyata bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara dengan signifikan. Karena alasan inilah kita memang sebaiknya membatasi asupan gula agar tidak berlebihan.

 

Sumber:

  1. Kusuma, Ade Indra. 2019. Tak Menyusui hingga Usia 35 Tahun Risiko Kanker Payudara Makin Besar. com/health/2019/10/09/074500/tak-menyusui-hingga-usia-35-tahun-risiko-kanker-payudara-makin-besar. (Diakses pada 9 Oktober 2019).