Menurunkan Berat Badan Sambil Menyusui, Apakah Bisa?

menyusui-dan-menurunkan-BB-doktersehat

DokterSehat.Com – Salah satu kenyataan yang harus dihadapi oleh seseorang saat mereka selesai hamil adalah memiliki tubuh yang besar. Wanita akan mengalami obesitas meski seiring dengan berjalannya waktu, berat badan bisa kembali seperti semula. Beberapa wanita ada yang mendapatkan bentuk badannya dengan mudah dan ada yang susah mendapatkannya atau malah semakin besar.

Salah satu cara yang dianjurkan untuk menurunkan berat badan adalah dengan menyusui, benarkah demikian? Jawabannya tidak benar, wanita tetap harus berusaha mencukupi kebutuhan nutrisi dirinya dan janin. Namun, mereka juga disarankan membuat defisit dengan melakukan beberapa hal yang akan dibahas pada artikel ini.

Cara menurunkan berat badan saat menyusui

Kalau Anda ingin tetap menyusui dengan sehat dan menurunkan berat badan perlahan-lahan, lakukan dengan perlahan. Artinya jangan melakukan defisit kalori terlalu banyak agar keduanya bisa berjalan beriringan.

  1. Penuhi kebutuhan air setiap hari

Penuhi kebutuhan air setiap harinya. Dengan memenuhi setiap harinya wanita tidak akan mengalami dehidrasi. Mereka juga tidak akan mudah lapar yang membuat nafsu makan jadi meningkat cukup drastis. Oleh karena itu penuhi 6-8 gelas air putih setiap harinya.

Air akan mencegah dehidrasi karena bayi akan menyerap ASI yang merupakan cairan dari tubuh. Selanjutnya dengan memenuhi kebutuhan air setiap harinya, Anda akan mengalami peningkatan metabolisme. Tubuh yang lebih dingin akan cenderung mengalami metabolisme lebih cepat dari sebelumnya.

  1. Atur diet dengan benar

Kalau ingin menurunkan berat badan dengan benar dan tidak berisiko, diet yang benar memang harus dilakukan. Diet ini tetap didasari pada jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh dan yang digunakan. Tanpa memperhatikan hal itu, diet akan gagal dan ada kemungkinan Anda tidak bisa memberikan ASI secara sempurna.

Wanita yang sedang menyusui sebenarnya boleh makan apa saja. Namun, akan lebih baik yang membantu mereka dalam hal laktasi atau pengeluaran susu. Hindari makanan yang terlalu manis seperti gula da madu. Batasi konsumsi nasi putih dan ganti dengan karbohidrat kompleks lainnya.

  1. Mulai melakukan latihan intensitas rendah

Mulai lakukan latihan atau olahraga lagi setelah hamil. Olahraga yang bisa dilakukan adalah jalan kaki atau angkat beban ringan. Anda tidak perlu memaksakan diri kalau belum mampu. Lakukan saja olahraga yang bisa dilakukan dan tidak menyebabkan masalah pada tubuh.

Olahraga akan menyumbangkan definisi kalori ke tubuh. Jadi, meski makan agak jk banyak sedikit tidak akan menjadi masalah. Toh kalori akan diserap oleh bayi melalui ASI dan digunakan sebagai energi selama olahraga dilakukan.

  1. Tidur yang cukup dan nyenyak

Kalau mau metabolisme berjalan dengan lancar, tidurlah dengan nyenyak. Misal dengan tidur selama lebih dari 8 jam sehari. Kalau bayi sedang tidur, ibu juga bisa mencuri waktu tidur. Dengan begitu, meski kadang bayi rewel di tengah malam, ibu tidak akan kekurangan jam tidurnya.

  1. Memberikan ASI secara rutin

Dengan memberikan ASI secara rutin, kalori atau sari makanan yang berlebihan akan dikeluarkan dari tubuh. Oleh karena itu sebisa mungkin untuk mau menyusui secara rutin setiap harinya. Kalau ASI berlebih dan bayi kenyang, bisa dipompa, ditampung, dan disimpan di lemari es.

  1. Jangan terburu-buru menurunkan berat badan

Sebisa mungkin untuk tidak terburu-buru saat menurunkan berat badan. Dalam satu bulan jangan sampai lebih dari 2 kg karena bisa membuat bayi kekurangan nutrisi. Lebih baik tidak memikirkan berat badan dan hanya menimbang seminggu sekali agar tidak terlalu terobsesi.

  1. Kenali perubahan badan tubuh dan sabar

Kenali perubahan yang terjadi pada tubuh. Beberapa orang akan merasa tidak ada perubahan yang terjadi. Hal ini wajar karena turun sebanyak 0,4-0,7 kg setiap minggu tidak akan terlihat dengan jelas. Oleh karena itu selalu lihat diri Anda di depan kaca untuk mengetahui sedikit perubahan pada tubuh, tidak hanya dengan timbangan saja.

Hal terakhir yang harus tetap dilakukan agar Anda bisa menurunkan berat badan dengan baik dan juga menyusui adalah sabar. Selama 6 bulan pertama, anak memang harus mendapatkan ASI eksklusif. Selanjutnya barulah wanita bisa menggenjot penurunan berat badan. Saat menyusui turun 1-2 kg setiap bulan adalah pencapaian yang besar.

Jangan melakukan defisit terlalu besar

Jangan melakukan defisit terlalu besar. Mengapa? Karena wanita membutuhkan surplus kalori paling tidak 500 kalori untuk nutrisi anak yang diberikan melalui ASI. Lantar apa yang akan terjadi kalau defisit yang dialami oleh wanita terlalu besar?

  • Kebutuhan nutrisinya tidak akan terpenuhi Kalau sampai hal ini terjadi wanita akan mengalami penurunan berat badan, tapi secara tidak sehat. Bisa jadi yang hilang dari tubuh tidak lemaknya, tapi otot yang ikut terkikis.
  • ASI dikhawatirkan tidak akan keluar dalam jumlah yang besar dan bayi bisa menikmatinya setiap saat. Padahal dalam satu hari bayi bisa minta disusui sebanyak 8-12 kali. Artinya bayi akan kekurangan gizi kalau seorang wanita sampai mengalami defisit.
  • Penyembuhan pasca persalinan tidak akan berjalan dengan lancar. Padahal tubuh tetap membutuhkan energi untuk penyembuhan tubuh perlahan-lahan. Jadi tetap penuhi nutrisi, bahkan ditambah sedikit.
  • Cara terbaik untuk mengatasi kekurangan nutrisi yang dialami oleh ibu dan bayi adalah dengan mencatat apa saja yang dimakan. Dengan begitu kemungkinan terjadi defisit tidak akan terjadi.
  • Kalau mau defisit, usahakan tidak melebihi 500 kalori yang ditambahkan dari makan. Itu pun sebaiknya didapatkan dari olahraga.

Dari ulasan di atas terlihat dengan jelas kalau menurunkan berat badan adalah hal yang bisa dilakukan saat menyusui. Namun, wanita tetap disarankan kalori hariannya dengan banyak. Kalau ingin membuat defisit kalori, disarankan berasal dari olahraga sehingga kebutuhan nutrisi tetap terjaga dan lemak yang ada di tubuh dikuras perlahan-lahan.