Terbit: 2 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apa menu makan malam Anda hari ini? Makan malam tentu menjadi waktu makan yang spesial karena kita cenderung memiliki waktu makan yang lebih bebas dibandingkan waktu makan utama lainnya.

Jangan Dipilih, 4 Menu Makan Malam Ini Tinggi Kolesterol!

Hal ini tentu membuat menu makan malam menjadi menu yang biasanya dipersiapkan secara khusus.

Sayangnya, menu makan malam yang biasanya khas disajikan merupakan pilihan menu makanan hewani yang banyak mengandung lemak jenuh.

Untuk itu kita harus lebih cermat lagi dalam memilih menu makan malam, karena jika tidak menu makan malam yang kita pilih bisa jadi adalah menu hewani yang tinggi kolesterol jahat.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan tentang menu makan malam yang mengandung banyak kolesterol di bawah ini!

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

Hal yang menyebabkan menu makan malam tinggi kolesterol

photo credit: Pexels

Beberapa hal yang bisa menyebabkan menu makan malam menjadi tinggi kolesterol adalah:

  • Pemilihan menu utama yang tinggi lemak, makan malam identik dengan makanan berprotein yang disajikan dalam porsi besar
  • Metode pemasakan yang tinggi lemak, metode masak deep frying, goreng dengan tepung atau bersantan bisa meningkatkan asupan kolesterol dalam tubuh
  • Makanan pendamping yang kurang tepat, terkesan sepele namun makanan pendamping yang juga tinggi lemak atau diolah dengan banyak lemak bisa membuat kolesterol makin tinggi dalam menu makan malam

Lantas, apa saja menu makan malam yang mengandung banyak kolesterol?

Beberapa sajian menu makan malam yang memiliki hal-hal yang disebutkan di atas, antara lain:

1. Steak daging yang dibalut tepung dan kentang goreng

Menu makan malam yang khas barat tentu adalah steak, ya. Menu makan ini bisa menjadi super sehat jika dipilih dengan metode masak dan porsi makanan yang lengkap, namun bisa menjadi tinggi kolesterol jika disajikan dengan metode yang tinggi lemak.

Hindari memilih steak daging yang dibalut tepung, biasanya steak daging ayam, dan disajikan dengan makanan berkarbohidrat yang digoreng, yaitu kentang goreng.

Untuk steak daging, hindari memilih daging dengan banyak memiliki kandungan lemak. Hal ini bisa dengan mudah kita lakukan dengan membuang serat atau garis putih pada daging ketika masih mentah.

Pilihan steak makan malam yang sehat adalah steak daging panggang, kentang rebus atau tumbuk, serta sayuran dalam jumlah yang cukup banyak.

2. Menu unggas, selain ayam, yang digoreng

Menu makan malam khas Indonesia, yaitu lalapan, menjadi salah satu menu yang cukup banyak dipilih.

Sayangnya, jika Anda memilih lauk hewani berupa daging unggas selain ayam, misalnya bebek, burung dara, angsa, dan disajikan dengan metode goreng saat lalapan, maka asupan kolesterol dalam tubuh bisa menjadi meningkat.

Daging unggas selain daging ayam cenderung memiliki kandungan kolesterol yang tinggi, untuk itu, jika ingin mengonsumsinya, pilih metode rendah lemak, misalnya kukus, rebus, panggang, bakar atau asap, dan sajikan dengan banyak sayuran.

3. Seafood berbagai jenis, selain ikan, yang disajikan bersamaan

Photo Credit: Pexels

Mengonsumsi seafood berkuah rempah di malam hari memang super nikmat. Akan tetapi, sajian seafood, misalnya cumi, udang, atau kerang, yang belakangan ini cukup hits disajikan bersamaan dalam satu menu, tentu bukanlah menjadi pilihan yang tepat.

Hal tersebut akan membuat kita sulit mengontrol porsi masing-masing jenis seafood sehingga risiko asupan kolesterol tinggi menjadi lebih besar.

Konsumsi seafood secukupnya. Mengontrol porsi seafood adalah cara terjitu agar konsumsi seafood tidak memberikan dampak yang berbahaya untuk tubuh.

4. Jeroan yang digoreng atau dimasak santan

Jeroan merupakan bagian dalam organ hewan yang cenderug memiliki banyak kandungan lemak.

Mengonsumsi jeroan dengan metode masak goreng atau bersantan di malam hari tentu membuat asupan lemak jenuh dan kolesterol jahat dalam tubuh menjadi sangat tinggi.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi