Terbit: 27 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Terkadang, tanpa disadari kita menjilat ujung jari kita saat menghitung uang kertas. Biasanya, hal ini disebabkan oleh uang kertas yang sulit untuk dipisahkan dari uang kertas lainnya.Keberadaan air liur pada ujung jari dianggap bisa memudahkan proses menghitung uang tersebut. Masalahnya adalah, hal ini ternyata bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan.

Jangan Lagi Menjilat Jari Saat Menghitung Uang

Dilarang Menjilat Jari Saat Menghitung Uang

Sebuah surat edaran yang beredar di perusahaan taksi bernama Sanwa Kotsu di Jepang sempat membuat kehebohan di negara tersebut. Hal ini disebabkan oleh isi dari surat edaran ini yang sangat tidak biasa, yakni meminta para pengemudi untuk tak lagi menjilat ujung jarinya saat menghitung uang kembalian yang akan diberikan kepada pengguna taksi.

Meski terlihat sepele, hal ini ternyata dianggap sebagai hal yang jorok dan bisa membuat pengguna merasa kurang berkenan meskipun sebenarnya hal tersebut wajar dilakukan oleh siapa saja.

Surat edaran ini diunggah oleh akun Twitter milik perusahaan tersebut, @sanwa_taxi. Cuitan ini kemudian mendapatkan sekitar 20.000 komentar dan disebarluaskan oleh berbagai media di negara tersebut, termasuk soranews24.

Ada sebagian warganet yang mengeluarkan reaksi positif terkait dengan hal ini. Mereka memuji pendekatan perusahaan untuk meminta para pengemudi agar lebih berhati-hati dalam memberikan uang kembalian. Bahkan, ada yang berharap peraturan ini juga diberlakukan di tempat-tempat lainnya, termasuk di perpustakaan, tempat dimana banyak orang yang tanpa sadar menjilat ujung jari demi membuka halaman buku.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Uang Penuh dengan Bakteri

Selain terlihat jorok, pakar kesehatan menyebut menjilat ujung jari saat menghitung uang ternyata juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Hal ini disebabkan oleh uang yang penuh dengan bakteri. Jika kita menjilat jari beberapa kali saat melakukannya, bisa jadi bakteri yang menempel pada uang kemudian masuk ke dalam mulut dan bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

Bakteri yang menempel pada uang kertas ini bisa berasal dari banyak hal. Tak hanya dari paparan udara atau debu, bisa jadi hal ini disebabkan oleh uang yang diletakkan atau disimpan di sembarang tempat, termasuk di tempat-tempat yang kotor. Selain itu, uang juga telah dipegang oleh begitu banyak orang sehingga membuatnya terkontaminasi oleh berbagai macam bakteri atau kotoran.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Hong Kong membuktikan bahwa uang kertas memang memiliki jumlah kuman dan bakteri yang sangat banyak. Jumlahnya bahkan bisa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada pada sampel lainnya, yakni telapak tangan orang yang belum cuci tangan hingga udara yang ada di dalam stasiun yang biasanya dipenuhi oleh banyak orang.

Bakteri pada Uang Bisa Memicu Datangnya Penyakit

Salah satu peneliti yang terlibat, Jun Li, PhD, menyebut 36 persen bakteri dan kuman yang ditemukan pada uang berjenis pathogen atau bisa menyebabkan datangnya penyakit seperti bakteri e.coli atau clostridium difficile. Bahkan, bakteri-bakteri ini bisa saja sudah resisten dengan antibiotik sehingga sulit untuk diatasi.

“Kesimpulannya, uang kertas adalah media yang bisa menyerap bakteri dan kemudian bisa menyebarkannya ke hal lain seperti tangan kita,” ungkap Li.

Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita harus lebih cermat jika baru saja memegang uang, baik itu yang berasal dari mesin ATM, uang kembalian, dan uang lainnya. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun setelah memegangnya atau sebelum mengonsumsi makanan. Hal ini diharapkan bisa membantu mencegah bakteri-bakteri tersebut masuk ke dalam mulut dan memicu datangnya penyakit.

 

Sumber:

  1. Baseel, Casey. 2019. Japanese company officially bans employees from licking fingers when handling papers or money.com/2019/11/27/japanese-company-officially-bans-employees-from-licking-fingers-when-handling-papers-or-money/. (Diakses pada 27 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi