5 Cara Menjaga Kesehatan Payudara Saat Menyusui

kesehatan-puting-payudara-doktersehat

DokterSehat.Com – Selama menyusui, wanita sering mengalami masalah pada payudaranya. Rasa gatal, inflamasi, hingga perdarahan bisa saja terjadi. Oleh karena itu, wanita diharapkan mampu menjaga payudaranya dengan sempurna. Kalau payudara tidak dijaga dengan baik, wanita akan sering merasakan sakit sehingga saat menyusui selalu tersiksa.

Menjaga Payudara Saat Menyusui

Kalau Anda sering mengalami masalah saat menyusui, segera atasi atau cegah secepat mungkin. Kalau berlarut-larut bisa mengganggu pemberian ASI pada bayi. Berikut beberapa cara menjaga payudara saat menyusui yang tepat dan bisa dipraktikkan kapan saja hingga masa pemberian ASI selesai.

  1. Selalu Membersihkan Ujung Payudara

Setelah menyusui, ujung payudara wanita akan kotor karena air susu yang keluar dan juga terkena air liur dari anak. Kalau ujung payudara tidak dibersihkan, kemungkinan sisa cairan menempel dan mengering akan besar. Kalau susah mengering akan timbul rasa gatal disertai perih kalau anak sudah mulai bisa menggigit.

Jangan masukkan payudara setelah menyusui. Bersihkan dahulu dengan air bersih lalu diseka dengan kain yang lembut. Kalau Anda memiliki tisu basah dengan bahan air dan tidak memiliki pewangi juga boleh digunakan. Jangan biarkan payudara kotor dan juga mengering sehingga area itu mudah terinfeksi.

Gangguan pada ujung payudara sering sekali terjadi pada banyak orang. Hal ini terjadi karena rasa malas membersihkan areola setelah menyusui. Padahal dengan membersihkan area itu, kemungkinan terjadi infeksi akan rendah. Selain itu risiko anak terkena penyakit juga rendah.

  1. Lakukan Pengompresan secara Rutin

Payudara sering mengalami bengkak kalau wanita tidak memperhatikan kesehatannya. Kondisi bengkak ini terjadi karena memang ada luka atau karena isapan bayi dilakukan sangat kuat, bahkan dengan gigitan. Kalau susah sampai bengkak, pengompresan harus dilakukan agar tidak terlalu bengkak.

Selain melakukan pengompresan, payudara juga harus diberi pijatan yang lembut. Beberapa wanita yang susah mengeluarkan ASI bisa melakukannya. Dengan ASI yang lancar, kemungkinan payudara bengkak atau sakit karena terasa terlalu penuh bisa dihindari. Dengan begitu, bayi bisa mendapatkan nutrisi yang cukup dan ibu tidak merasakan sakit.

Kompres yang digunakan bisa memakai air hangat atau air dingin. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan saja. Kalau terasa panas dan tidak nyaman, kompres dengan air es bisa dilakukan untuk meredakan rasa nyeri. Jangan menggunakan obat oles kecuali yang aman dan sesuai dengan resep dokter.

  1. Selalu Jaga Kelembaban Areola

Payudara harus berada pada kondisi lembab khususnya di area puting atau areola. Kalau tidak lembab, kemungkinan terjadi iritasi akan besar. Terlebih bayi akan sering mengisap dan menggigitnya meski tidak ada giginya. Wanita disarankan untuk membuat kelembabannya terjaga dengan mengoleskan ASI yang bersih.

Kalau terdapat luka gigit atau memar, wanita bisa mengoleskan salep tertentu biasanya yang mengandung lanoid. Salep ini harus dioleskan beberapa jam sebelum menyusui. Saat menyusui, payudara harus kembali dibersihkan sehingga tidak ada salep yang tertinggal dan tertelan bayi saat mengisap ASI.

Saat tidur di malam hari, ibu menyusui disarankan untuk lebih banyak menggunakan kaos yang lebih longgar. Dengan begitu akan ada ruang di sekitar payudaranya. Sirkulasi udara di sana juga bisa berjalan dengan baik sehingga payudara tidak akan terasa nyeri dan selalu basah bukan karena ASI.

  1. Pilih dan Gunakan Bra yang Benar

Gunakan bra yang benar dengan ukuran yang agak besar. Kalau bra yang digunakan kekecilan, kemungkinan menimbulkan rasa sakit akan tinggi. Wanita akan tidak nyaman saat bergerak dan saat anak menyentuh payudaranya. Selain masalah besar dan kecilnya ukuran, pertimbangkan juga masalah bahan.

Jangan gunakan bra dengan bahan yang kasar di bagian dalam. Puting payudara menjadi sangat sensitif saat wanita menyusui. Kalau bagian itu tergesek lapisan dalam dari bra, kemungkinan terjadi luka akan besar. Sedikit apa pun luka yang terjadi bisa menyiksa wanita saat mereka menyusui bayinya.

Kalau memang tidak ada bra yang lain, gunakan kain lembut yang tidak terlalu tebal untuk menutup bagian depan dari puting payudara. Dengan melakukan itu gesekan yang intens tidak akan terjadi dan payudara jadi lebih aman. Pilihlah bra yang agak besar agar payudara tidak terlalu sesak.

  1. Jangan Memegang Payudara Sembarangan

Saat menyusui, jangan sembarangan memegang payudara. Hal ini berlaku untuk diri sendiri atau mungkin pasangan. Selain menyebabkan rasa sakit yang cukup besar, ada kemungkinan payudara terkena kotoran dari tangan. Misal Anda usai makan pedas dengan tangan, zat pedas bisa menempel dan memberikan rasa tidak nyaman.

Kalau tangan sembarangan memegang benda yang kotor dan terkena payudara. Peluang terjadi infeksi akan tinggi. Oleh karena itu, jangan sekali-kali memegang payudara sembarangan. Cuci tangan dahulu kalau ingin memegangnya agar area itu selalu steril demi kesehatan bersama.

Masalah memegang payudara ini juga harus diketahui oleh pasangan. Pasalnya ibu menyusui akan berjalan sampai anak berusia lebih dari setahun. Pada fase itu pasangan pasti sudah melakukan seks. Minta pada pasangan untuk tidak memegang payudara secara kasar dan tanpa cuci tangan dahulu.

Demikianlah trik menjaga dan merawat payudara selama menyusui. Semoga bisa Anda gunakan sebagai rujukan yang bermanfaat.

 

 

Sumber:

  1. Murray, Donna. 2019. Caring for Your Breasts When Breastfeeding. https://www.verywellfamily.com/how-to-care-for-your-nursing-breasts-431863. (Diakses pada 19 September 2019).
  2. Byram HealthCare. 8 Breast Care Tips That All Breastfeeding Mothers Should Know. https://breastpumps.byramhealthcare.com/blog/index.php/2018/04/06/8-breast-care-tips-that-all-breastfeeding-mothers-should-know/. (Diakses pada 19 September 2019).
  3. WHO. 2009. Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK148955/. (Diakses pada 19 September 2019).