Terbit: 19 Desember 2019
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Radang selaput otak atau meningitis adalah peradangan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang yang disebut dengan meninges. Meningitis dapat menjadi kondisi darurat medis, terutama jika penyebabnya infeksi bakteri. Ketahui tentang penyebab, gejala, pengobatannya berikut ini!

Meningitis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dll

Apa Itu Meningitis?

Meningitis adalah peradangan pada meninges, yaitu tiga selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini terjadi ketika cairan di sekitar meninges terinfeksi. Penyakit meningitis dikenal juga dengan nama radang selaput otak.

Penyebab meningitis beragam mulai dari infeksi bakteri, virus, jamur, parasit, hingga penyebab yang tidak terkait infeksi seperti kondisi medis tertentu atau efek penggunaan obat tertentu.

Meningitis dapat menjadi parah, tapi dapat juga ringan dan tidak membutuhkan perawatan medis. Tingkat keparahannya biasanya bergantung pada penyebab dari meningitis itu sendiri.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, kasus meningitis di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 19.381 kasus dengan jumlah rincian laki-laki 12.010 pasien dan wanita 7.371 pasien. Dilaporkan terdapat sejumlah 1.025 kasus meninggal dunia dari jumlah tersebut.

Penyebab Meningitis

Paling umum penyebab meningitis adalah infeksi bakteri. Dalam kasus yang jarang, meningitis juga dapat diakibatkan oleh infeksi jamur atau bahkan diakibatkan oleh penyebab non-infeksi.

Berdasarkan penyebab meningitis, jenis meningitis dibagi menjadi 5 meliputi:

1. Bacterial Meningitis (Meningitis Bakteri)

Bacterial meningitis adalah meningitis yang terjadi ketika bakteri masuk ke aliran darah dan berpindah ke otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika bakteri secara langsung menyerang meninges. Penyebab meningitis bakteri dapat berupa infeksi telinga, infeksi sinus, fraktur tengkorang, hingga infeksi pasca operasi.

Jenis meningitis bakteri adalah yang paling umum dan kondisi ini merupakan kondisi kedaruratan medis yang dapat mengancam jiwa.

Beberapa jenis bakteri yang dapat menjadi penyebab meningitis bakteri akut adalah termasuk:

  • Streptococcus pneumoniae (pneumococcus). Bakteri ini menyebabkan infeksi pneumonia, telinga, atau sinus. Bakteri ini adalah bakteri yang paling umum menyebabkan meningitis.
  • Haemophilus influenzae (haemophilus). Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah penyebab meningitis utama pada anak.
  • Neisseria meningitidis (meningococcus). Bakteri ini biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan. Termasuk dalam infeksi yang paling menular dan dapat menyebabkan epidemi lokal.
  • Staphylococcus aureus. Bakteri ini biasanya ditemukan pada kulit dan saluran pernapasan.
  • Listeria monocytogenes (listeria). Listeria adalah bakteri yang dapat melewati penghalang plasenta dan dapat menyebabkan infeksi yang berakibat fatal pada bayi. Bakteri ini dapat mengkontaminasi makanan seperti olahan susu yang tidak dipasteurisasi. Wanita hamil, bayi baru lahir, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan rendah rentan terhadap bakteri ini.

2. Viral Meningitis (Meningitis Virus)

Berbeda dengan meningitis bakteri, meningitis virus biasanya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Hanya sebagian saja kasus meningitis virus yang membutuhkan pengobatan.

Sebagian besar kasus meningitis ini disebabkan oleh sekelompok virus yang dikenal dengan enterovirus. Selain dari jenis enterovirus, beberapa jenis virus seperti influenza, HIV, herpes, campak, dan penyakit gondok juga dapat menjadi penyebab meningitis.

3. Fungal Meningitis (Meningitis Jamur)

Meningitis jamur atau fungal meningitis termasuk ke dalam jenis meningitis yang langka. Kondisi ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh menyebar melalui aliran darah ke otak dan sumsum tulang belakang.

Meningitis jamur tidak menular dari orang ke orang, namun kondisi ini dapat mengancam jiwa apabila tidak ditangani dengan baik. Umumnya meningitis ini menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah seperti individu yang terkena HIV atau kanker.

Jenis jamur yang dapat menyebabkan meningitis meliputi:

  • Cryptococcus. Jamur ini dapat dihirup melalui tanah yang terkontaminasi kotoran burung.
  • Blastomyces. Jamur ini juga ditemukan dalam tanah.
  • Histoplasma. Ditemukan dalam lingkungan yang terkontaminasi kotoran kelelawar dan burung.
  • Coccidioides. Jamur ini juga ditemukan dalam tanah dan sporanya dapat bertebaran di udara dan dapat terhirup.

4. Parasitic Meningitis (Meningitis Parasit)

Jenis meningitis ini disebabkan oleh parasit yang dapat ditemukan di tanah, tinja, makanan olahan, hingga hewan seperti siput, ikan mentah, dan unggas. Meningitis parasit lebih jarang jika dibandingkan dengan meningitis virus maupun bakteri.

Jenis meningitis ini juga tidak menular dari orang ke orang, namun parasit biasanya menginfeksi binatang atau bersembunyi di makanan yang mungkin kemudian kita konsumsi. Menelan parasit atau telur parasit berpotensi menyebabkan infeksi.

5. Meningitis Non-Infeksi

Jenis meningitis ini bukan disebabkan infeksi, tapi umumnya disebabkan oleh kondisi atau perawatan medis tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab meningitis non-infeksi:

  • Lupus
  • Cedera kepala
  • Operasi otak
  • Kanker
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Penyakit radang seperti sarkoidosis

Faktor Risiko Meningitis

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena meningitis. Faktor risiko meningitis meliputi:

  • Faktor usia. Meningitis virus lebih sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Sedangkan meningitis bakteri sering menyerang individu berusia di bawah 20 tahun.
  • Tidak melakukan vaksin. Melewatkan vaksin meningitis dan vaksin lainnya dapat meningkatkan risiko terkena infeksi.
  • Kehamilan. Kehamilan meningkatkan infeksi akibat bakteri Listeria atau disebut dengan listeriosis yang dapat memicu meningitis.
  • Faktor lingkungan. Tinggal di lingkungan seperti asrama, pangkalan militer, atau tempat berkumpul lainnya dapat meningkatkan risiko meningococcal meningitis, karena bakteri penyebab meningitis ini mudah tersebar melalui rute pernapasan.
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh. Setiap faktor yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti AIDS, diabetes, kecanduan alkohol, hingga penggunaan obat tertentu dapat meningkatkan risiko meningitis.

Gejala Meningitis

Gejala meningitis awal dapat menyerupai gejala flu. Gejala biasanya berkembang dalam hitungan atau dalam waktu beberapa hari. Ciri-ciri meningitis pada bayi baru lahir dan pada orang yang lebih tua biasanya berbeda.

Gejala meningitis yang muncul pada orang berusia lebih dari 2 tahun meliputi:

  • Demam tinggi yang datang tiba-tiba
  • Leher kaku
  • Sakit kepala parah yang tidak biasa
  • Sakit kepala yang diikuti mual dan muntah
  • Kebingungan atau sulit berkonsentrasi
  • Rasa kantuk atau kesulitan untuk bangun
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Penurunan nafsu makan
  • Ruam kulit (muncul pada jenis meningitis tertentu)
  • Kejang

Gejala meningitis pada bayi baru lahir meliputi:

  • Demam tinggi
  • Rasa kantuk berlebihan
  • Tidak aktif dan terlihat lemas
  • Tidak ingin makan
  • Menangis terus-menerus
  • Tonjolan di bagian lunak di atas kepala
  • Kaku pada tubuh dan leher

Penularan Meningitis

Meningitis dapat menular, namun tidak semua jenis meningitis menular. Meningitis jamur, parasit, dan non-infeksi tidak menular, sedangkan meningitis virus dan bakteri dapat menular.

Infeksi yang menyebabkan meningitis dapat menular melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Ciuman
  • Berbagai peralatan seperti peralatan makan dan sikat gigi

Seseorang dapat membawa bakteri atau virus yang dapat menyebabkan meningitis di hidung dan tenggorokannya, meskipun tidak mengalami infeksi. Meningitis yang ditularkan dari seseorang yang meningitis lebih jarang terjadi.

Kapan Harus ke Dokter?

Beberapa jenis meningitis merupakan kondisi darurat medis yang harus ditangani dengan segera. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter apabila Anda atau anggota keluarga Anda mengalami berbagai gejala yang mengacu pada meningitis.

Diagnosis Meningitis

Dokter dapat melakukan diagnosis meningitis dengan cara memeriksa gejala, melihat riwayat medis, melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan beberapa prosedur tes lainnya. Dalam pemeriksaan meningitis, dokter biasanya akan mencari tanda infeksi di sekitar kepala, telinga, tenggorokan, dan kulit di sepanjang tulang belakang.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis meningitis adalah seperti berikut ini:

  • Kultur darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui adanya mikroorganisme yang tumbuh dalam darah, seperti bakteri.
  • Complete blood count (CBC). CBC atau hitung darah lengkap adalah pemeriksaan untuk menghitung jumlah sel darah. Sel darah putih melawan infeksi, sehingga umumnya kadarnya meningkatkan pada meningitis.
  • Tes pencitraan. CT scan atau MRI kepala dapat menunjukkan pembengkakan dan peradangan pada kepala. Rontgen atau CT scan dada atau sinus dapat menunjukkan infeksi pada daerah selain kepala yang berhubungan dengan meningitis.
  • Pungsi lumbal. Lumbar puncture atau pungsi lumbal adalah pemeriksaan dengan cara mengumpulkan cairan serebrospinal yang ada di tulang belakang. Cairan serebrospinal pada seseorang yang meningitis biasanya menunjukkan kadar glukosa rendah bersama dengan peningkatan jumlah sel darah putih dan peningkatan protein. Pemeriksaan ini juga dapat membantu mengidentifikasi bakteri penyebab meningitis.

Komplikasi Meningitis

Komplikasi meningitis dapat parah, terutama jika dibiarkan tanpa pengobatan untuk waktu yang lama. Berikut adalah beberapa komplikasi meningitis:

  • Gangguan pendengaran
  • Penurunan daya ingat
  • Ketidakmampuan untuk mempelajari hal baru
  • Masalah pada gaya berjalan
  • Kejang
  • Gagal ginjal
  • Syok
  • Kerusakan otak
  • Kematian

Pengobatan Meningitis

Beberapa kasus meningitis tidak membutuhkan perawatan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun jika meningitis membutuhkan perawatan, maka perawatan harus disesuaikan dengan penyebab meningitis itu sendiri.

Berikut adalah pengobatan meningitis berdasarkan dengan penyebabnya:

1. Pengobatan Meningitis Bakteri

Meningitis bakteri akut dapat diobati dengan antibiotik yang biasanya dikombinasikan dengan kortikosteroid.

Jenis antibiotik dan kombinasi obat yang digunakan bergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi. Sebelum jenis bakteri penyebab jelas ditemukan, umumnya dokter akan memberikan jenis antibiotik spektrum luas.

2. Pengobatan Meningitis Virus

Pemberian obat antivirus dapat diberikan apabila diperlukan.

Pengobatan pada meningitis virus ringan biasanya cukup dengan istirahat di tempat tidur, konsumsi banyak cairan, dan obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi gejala. Penggunaan kortikosteroid juga mungkin dilakukan untuk mengurangi pembengkakan di otak.

Jika terjadi gejala seperti kejang, dokter akan meresepkan obat antikonvulsan.

3. Pengobatan Meningitis Jamur

Meningitis jamur dapat diatasi dengan menggunakan obat antijamur.

Namun obat-obatan ini berpotensi menyebabkan efek samping serius, sehingga biasanya obat antijamur akan digunakan apabila sudah dipastikan meningitis disebabkan oleh jamur.

Sebelum penyebab jelas, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan dengan antivirus atau antibiotik lebih dulu.

4. Pengobatan Meningitis Lainnya

Jenis meningitis tidak menular seperti meningitis non-infeksi biasanya diatasi dengan menggunakan obat kortikosteroid. Jika meningitis terkait kanker, maka diperlukan terapi khusus kanker untuk mengatasinya.

Pencegahan Meningitis

Beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai pencegahan meningitis meliputi:

  • Mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, atau setelah menyentuh hewan.
  • Hindari berbagai minuman, makanan, sedotan, peralatan makan, sikat gigi, atau barang pribadi lainnya dengan orang lain.
  • Terapkan pola hidup sehat seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup untuk menjaga sistem imun tetap baik.
  • Biasakan untuk menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk.
  • Jaga konsumsi makanan selama kehamilan untuk menghindari risiko infeksi bakteri Listeria.
  • Jangan melewatkan vaksin meningitis, beberapa jenis infeksi bakteri meningitis dapat dicegah menggunakan vaksinasi. Suntik meningitis biasanya diwajibkan bagi orang yang akan melakukan ibadah haji atau umrah.

 

  1. Lights, Vernedadan dan Elizabeth Boskey. 2018. What Do You Want to Know About Meningitis?. https://www.healthline.com/health/meningitis. (Diakses 19 Desember 2019).
  2. Mayo Clinic. 2019. Meningitis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508. (Diakses 19 Desember 2019).
  3. NHS UK. 2019. Meningitis. https://www.nhs.uk/conditions/meningitis/. (Diakses 19 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi