DokterSehat.Com– Ganja masih menjadi hal yang kontroversial di berbagai tempat. Ada yang menganggapnya sebagai sejenis narkoba yang berbahaya, namun ada yang menganggapnya sebagai salah satu alternatif pengobatan yang cukup ampuh. Menariknya ada sebuah situs yang berani membayar mahal seseorang yang mau mengisap ganja.

ganja-hisap-doktersehat

Dibayar Mahal untuk Mengisap Ganja

Situs americanmarijuana.org dikenal luas sebagai pengulas berbagai macam produk ganja. Salah satu yang sering mereka bahas adalah ganja untuk kebutuhan medis. Sebagai informasi, di beberapa wilayah yang ada di Amerika Serikat, ganja bisa digunakan untuk kebutuhan medis dan rekreasi. Banyak pasien yang mengaku mendapatkan manfaat sehat atau kesembuhan setelah menggunakan ganja.

Hanya saja, belakangan ini situs ini menawarkan lowongan pekerjaan yang cukup fantastis. Bagaimana tidak, mereka membutuhkan penguji ganja dengan tawaran gaji sekitar Rp42 juta setiap bulan atau jika dikalkulasikan bisa mencapai Rp500 juta setiap tahun!

“Semakin banyak orang yang tertarik untuk mengisap ganja. Lowongan untuk menjadi penguji ganja profesional dengan gaji fantastis tentu sangat menarik,” ucap salah satu penguji ganja yang sudah bekerja di situs tersebut, Dwight Blake.

Mereka yang bekerja sebagai pengisap ganja ini tak hanya diminta untuk mencicipi berbagai jenis ganja untuk berbagai macam keperluan, khususnya tes. Mereka harus memiliki pengetahuan yang banyak tentang ganja dan nyaman saat direkam kamera meski pikirannya sudah mulai ‘terbang’ setelah mengisapnya. Satu hal yang pasti, mereka yang menjadi pengisap ganja profesional harus berada dalam kondisi sehat.

“Tawaran ini bukanlah main-main. Hanya saja, jika Anda berpikir jika pekerjaan ini hanya untuk ngefly saja dan dibayar, Anda salah. Ada banyak sekali manfaat yang bisa kita temukan di dalam ganja yang harus kita ungkap,” lanjut Blake.

Berbagai Manfaat Kesehatan dari Penggunaan Ganja Medis

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, telah ada ganja yang disebut-sebut bisa digunakan untuk kebutuhan medis. Hanya saja, penggunaan ganja ini masih sangat terbatas di beberapa wilayah atau negara. Penggunaannya juga harus sesuai dengan petunjuk dokter.

Berikut adalah berbagai manfaat dari ganja medis tersebut.

  1. Mencegah Datangnya Alzheimer

Sebuah penelitian yang dilakukan di Scripps Research Instutute, California, Amerika Serikat membuktikan bahwa kandungan di dalam ganja bisa memberikan perlindungan bagi otak, khususnya bagi fungsi kognitifnya. Asalkan digunakan sesuai dengan petunjuk dari ahlinya, hal ini bisa membantu menghambat perkembangan masalah alzheimer yang bisa merusak fungsi memori dengan drastis.

  1. Mengatasi Gangguan Kecemasan

Tak tanggung-tanggung, kampus besar seperti Harvard Medical School juga pernah melakukan penelitian terkait dengan ganja medis, khususnya dalam hal kemampuannya dalam membuat pikiran menjadi lebih tenang. Tak disangka, penelitian ini membuktikan bahwa manfaat ini bisa membantu menenangkan pasien gangguan kecemasan asalkan dosisnya tepat dan tidak berlebihan.

  1. Mengatasi Radang Sendi

Radang sendi yang dipicu oleh arthritis disebut-sebut bisa diredakan dengan penggunaan ganja. Hal ini disebabkan oleh sifat ganja yang bisa meredakan rasa nyeri.

  1. Mengatasi Epilepsi

Epilepsi adalah masalah kesehatan yang membuat pengidapnya mengalami gejala kejang-kejang yang sulit untuk dikendalikan. Beruntung, sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Virginia Commonwealth University menyebut gejala dari masalah kesehatan ini bisa diredakan dengan penggunaan ganja dengan dosis yang tepat.

  1. Membunuh Sel Kanker

Hingga saat ini, perdebatan tentang ganja bisa membunuh sel kanker masih berlangsung di antara para pakar kesehatan. Hanya saja, ada sebagian pakar yang menyebut cannabidiol, salah satu kandungan yang bisa ditemukan di dalam ganja mampu menghambat perkembangan sel-sel kanker dengan efektif.

 

Sumber:

  1. Saunders, Josh. 2019. IN HIGH DEMAND Marijuana reviews site wants to pay you $36,000 a year to smoke weed every daywww.thesun.co.uk/news/10349813/paid-to-smoke-marijuana-weed/. (Diakses pada 18 November 2019).