Mengikat Leher Rahim, Solusi Mengatasi Rahim Lemah Selama Hamil

doktersehat prosedur ikat rahim untuk rahim lemah

DokterSehat.Com– Beberapa gangguan kadang terjadi di tengah kehamilan. Salah satunya adalah ibu hamil bisa saja mengalami rahim lemah saat hamil. Tanpa penanganan yang tepat hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur. Salah satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi rahim lemah adalah dengan melakukan prosedur ikat leher rahim.

Mengenal prosedur ikat leher rahim

Pada beberapa kasus, wanita kadang mengalami rahim lemah di saat kehamilan. Normalnya leher rahim tertutup rapat dan kaku di masa kehamilan, baru mulai melunak dan membuka ketika mendekati persalinan. Namun ada beberapa wanita yang mengalami leher rahim membuka, memendek dan melunak sebelum waktunya. Kondisi ini yang disebut rahim lemah. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan infeksi dan kelahiran prematur.

Untuk mengatasinya, dokter dapat merekomendasikan prosedur ikat leher rahim. Prosedur mengikat leher rahim akan direkomendasikan jika serviks terbuka secara perlahan dan terlalu cepat sebelum waktunya. Hal ini dapat membantu menurunkan risiko keguguran atau bayi prematur. Prosedur mengikat leher rahim disebut dengan istilah cervical cerclage dan dapat dilakukan melalui vagina atau melalui abdomen meskipun sangat jarang terjadi.

Prosedur mengikat leher rahim melalui vagina

Sebelum melakukan prosedur mengikat leher rahim melalui vagina, dokter akan melakukan USG untuk memeriksa kesehatan bayi. Selain itu dokter akan mengambil sampel leher rahim untuk memeriksa kemungkinan infeksi yang terjadi.

Prosedur ini bisa dilakukan ketika kehamilan masuk minggu ke-12 atau ketika hasil tes menunjukkan bahwa serviks mulai terbuka. Apabila diketahui rahim lemah pada usia kehamilan masuk ke usia minggu ke-24 umumnya prosedur ini akan dihindari karena dapat memicu pecahnya kantung ketuban.

Saat melakukan prosedur ikat leher rahim, dokter akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam vagina dan memantau dengan USG untuk melihat bagian mana yang akan diikat dan dijahit. Setelah jahitan selesai biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk memeriksa kondisi bayi.

Beberapa efek samping yang dirasakan antara lain bercak, kram, dan rasa sakit saat buang air kecil. Selama kehamilan, Anda harus melakukan pemeriksaan rutin hingga menjelang persalinan. Ketika mendekati persalinan, jahitan ini akan dibuka untuk memudahkan proses persalinan.