7 Cara Menghadapi Seseorang dengan Kondisi Narsistik

narsistik-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – Setiap orang memiliki kepribadian sendiri-sendiri. Ada yang kepribadiannya sangat baik dan ada juga yang selalu memikirkan diri sendiri. Lebih lanjut ada seseorang yang kepribadiannya selalu membanggakan dirinya sendiri, sombong, atau cenderung mengalami sifat narsistik yang sangat besar.

Nah, menghadapi seseorang dengan kondisi narsistik ini tidak mudah. Kalau Anda salah melakukannya bisa menyebabkan masalah seperti rasa salah paham hingga pertengkaran. Oleh karena itu, simak beberapa cara untuk mengatasi sifat narsistik berlebihan pada orang lain.

Mengenal narisistik sebagai gangguan kejiwaan

Selama ini kita mengenal seseorang dengan sifat narsistik selalu membanggakan dirinya baik secara fisik atau pencapaiannya. Namun, ada sesuatu yang perlu kita perhatikan bersama-sama. Kondisi narsistik ini juga merupakan tanda dari gangguan bernama narcissistic personality disorder (NPD).

Orang dengan gangguan NPD biasanya sering merasakan beberapa hal di bawah ini.

  • Selalu merasa bangga dengan dirinya sendiri. Rasa bangga ini mungkin biasa atau berlebihan bagi orang lain. Namun, baginya sangat hebat dan patut ditunjukkan.
  • Seseorang dengan kondisi ini biasanya membutuhkan banyak pujian. Apa yang dilakukan butuh mendapatkan perhatian. Kalau orang lain mengabaikannya, orang dengan gangguan narsistik ini akan merasa dirinya dihina.
  • Selalu mengambil kesempatan atau kelebihan dari orang lain. Sebisa mungkin dia mendapatkan sesuatu yang hebat dari orang lain tidak peduli bagaimanapun caranya.
  • Tidak bisa memberikan perhatian pada mereka yang membutuhkan. Orang yang narsis hanya mengenal dua tipe orang. Pertama orang yang tertarik dengannya dan orang yang mengabaikannya.

Lebih lanjut orang yang cenderung memiliki jiwa narsistik ini biasanya gampang sensitif. Mereka tidak bisa menerima saran orang lain karena merasa dirinya lebih hebat dari yang lain.

Cara menghadapi orang dengan gangguan narsistik

Mau atau tidak kita tetap harus berhadapan dengan orang dengan kondisi narsistik meski intensitasnya berbeda-beda. Agar komunikasi tetap bisa berjalan dengan baik dan Anda tidak mengalami masalah, lakukan beberapa hal di bawah ini.

  1. Menerima mereka apa adanya

Seseorang dengan kondisi narsis biasanya sering sekali melakukan hal-hal yang tidak disukai orang lain. Namun, dalam kondisi normal atau tidak muncul episode gangguannya, mereka akan kembali seperti biasa. Oleh karena itu, selalu lihat orang dengan gangguan ini dari dua sisi yang berbeda untuk membandingkan.

Terima mereka apa adanya apalagi saat mereka sedang normal dan tidak masuk fase narsistik yang parah. Kalau mereka mendadak kambuh narsisnya, tetap terima, tapi dengan tetap memberikan batasan. Kalau Anda bisa melakukan ini hubungan baik dengan mereka yang mengalami masalah narsistik tetap terjaga.

  1. Jangan terus membuat mereka puas

Seseorang dengan gangguan narsistik akan merasa puas kalau mereka terus diperhatikan. Mereka akan senang kalau orang lain merasa kagum dengan dirinya. Kekaguman orang lain entah benar atau dibuat-buat bisa membuat orang narsis semakin menjadi-jadi sifatnya untuk mendapatkan perhatian.

Sesekali membuat mereka puas tidak akan menjadi masalah. Namun, selalu ingat kalau Anda terus melakukannya, orang dengan gangguan narsistik ini akan terus melakukan hal yang sama berkali-kali. Kalau mereka terus berusaha melakukannya, risiko terbesar yang Anda alami adalah merasa kesal setiap saat.

  1. Mengetahui batasan dalam komunikasi

Berhadapan dengan orang yang memiliki NPD harus bisa dilakukan dengan batasan yang tepat. Maksud dari batasan ini adalah bagaimana harus bersikap biasa atau tegas dengan mereka. Misal bersikap biasa saja saat komunikasi tidak membahas hal-hal krusial. Anda boleh membuat mereka senang dengan pujian atau sejenisnya.

Namun, kalau membicarakan sesuatu yang penting, ketegasan harus dilakukan. Kalau Anda bisa melakukan hal ini, kemungkinan besar mereka akan sungkan dengan sendirinya. Jadi, selalu lihat situasi dan kondisi saat berkomunikasi untuk memberikan respons yang tepat.

  1. Selalu ingat bahwa Anda tidak salah

Salah satu kemampuan terbaik dari seseorang dengan kondisi NPD adalah pandai melakukan manipulasi. Mereka akan melakukan manipulasi apa pun asal bisa memuaskan dirinya. Istilah yang sering muncul adalah playing victim dan seolah-olah mereka hanyalah korban semata.

Sebenarnya Anda tidak perlu merasa bersalah atau bingung menghadapi situasi tersebut. Selama Anda tidak melakukan sesuatu yang salah, jangan posisikan diri sendiri sebagai pihak yang salah

  1. Membuat kebiasaan baik bersama

Orang dengan sifat narsis kadang tidak bisa berkutik dengan mereka yang berani tegas atau paling ditakuti. Oleh karena itu ada baiknya kalau Anda lebih tegas dan mau mengarahkan mereka ke arah yang lebih baik.

Misal melakukan hal-hal yang bermanfaat bersama tanpa menggurui secara langsung. Lakukan saja secara reguler, misal memberi santunan atau sering mengikuti seminar. Dengan sering melakukan ini, mereka akan berpikir dua kali kalau ingin menunjukkan kenarsistikannya.

  1. Jangan meminta mereka berjanji

Orang dengan kondisi narsistik ini pandai sekali berjanji dan sangat manis. Agar tidak mengecewakan banyak orang, ada baiknya untuk meminta mereka segera melakukan sesuatu. Jangan membuat mereka melakukan janji.

Kalau mereka melakukan janji, dikhawatirkan akan tidak dilakukan. Dampaknya akan terjadi permasalahan kalau janjinya berkaitan dengan pekerjaan.

  1. Tahu kalau mereka butuh bantuan

Sebenarnya kondisi NPD ini butuh penanganan dari pihak ahli. Kalau Anda memiliki teman yang sifatnya sudah parah, bicaralah baik-baik dan arahkan ke psikiater atau sejenisnya agar kondisi narsistik bisa diminimalkan. Kalau mereka mendapatkan penanganan yang baik, sifatnya akan berubah perlahan-lahan.

Demikian ulasan tentang narsistik dan bagaimana cara terbaik untuk berhadapan dengan mereka. Cara di atas juga bisa diaplikasikan pada diri sendiri sehingga sifat narsistik ringan atau gangguan yang parah tidak terjadi.