Terbit: 28 Januari 2020 | Diperbarui: 9 Maret 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Shan Xia, wanita berusia 30 tahun yang bekerja sebagai perawat di Renmin Hospital of Wuhan University, Tiongkok, memilih untuk menggunduli rambutnya pada Senin, 27 Januari 2020 lalu agar tetap bisa bekerja di rumah sakit dan mencegah paparan virus corona.

Tak Ingin Tertular Virus Corona, Perawat Ini Menggunduli Rambutnya

Menggunduli Rambut Demi Mencegah Penularan Virus Corona

Xia yang merupakan ibu dari dua anak ini mengaku sengaja menggunduli rambutnya karena tidak ingin tertular virus corona saat merawat ratusan pasien yang sudah terinfeksi virus ini. Selain itu, dengan kepala yang gundul, maka ia pun tidak membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan diri memakai pakaian pelindung sehingga bisa segera menolong banyak orang.

Dalam beberapa hari terakhir, video yang menunjukkan kesibukan para dokter dan perawat di rumah sakit yang memeriksa atau menangani masyarakat Kota Wuhan viral di berbagai media. Banyak tenaga medis yang bahkan rela tidak pulang ke rumah karena tidak ingin mengecewakan masyarakat yang sudah lama mengantre dan ingin segera mendapatkan obat demi mengatasi virus yang sedang mewabah ini.

Meski sudah memakai pakaian pelindung, masker, dan perlengkapan lainnya, bukan berarti para dokter dan perawat ini bebas dari risiko tertular virus corona. Dalam realitanya, mereka termasuk dalam orang-orang yang paling berisiko terinfeksi. Hal ini dibuktikan oleh sudah adanya satu orang dokter yang meninggal akibat terpapar virus ini.

Sang doker adalah Liang Wudong. Pria berusia 62 tahun ini ikut berjibaku menangani pasien. Dia bekerja di Xinhua Hubei Hospital, salah satu wilayah yang juga memiliki cukup banyak pengidap virus corona. Sayangnya, sang dokter sendiri ikut tertular hingga akhirnya meninggal pada Sabtu, 25 Januari 2020, pukul 07.00 pagi waktu setempat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Penularan Virus Corona

Dr. Daeng Mohammad Faqih, Ketua dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut virus corona atau yang memiliki nama lain 2019-nCoV yang menyebar dari Wuhan, Tiongkok, bisa menular antar manusia. Penularan ini bisa terjadi lewat batuk-batuk dan bersin.

Hal ini berarti, jika orang yang sudah terpapar virus ini batuk atau bersin dan kemudian menyemburkan cairan yang kemudian kita hirup, bisa jadi akan membuat kita tertular. Bahkan, ada penelitian yang menyebut semburan cairan akibat batuk atau bersin yang sampai ke mata juga bisa menyebabkan dampak yang sama.

Dr. Daeng pun menyarankan kita untuk memakai masker pelindung, sering mencuci tangan dengan sabun, dan tidak sering mengucek mata atau hidung dengan memakai tangan. Bahkan, kita juga harus lebih cermat memilih makanan karena bisa jadi makanan yang kita beli sudah tercemar virus corona dari seseorang yang batuk-batuk atau bersin di virus tersebut.

Sebaiknya Kita Menghindari Lokasi Tempat Virus Corona Mewabah

Selain di Tiongkok, awal mula dari penyebaran virus corona, pakar kesehatan menyebut ada beberapa negara lain yang juga sudah melaporkan kasus virus ini, yakni negara tetangga Australia, Singapura, dan Malaysia, Thailand, Taiwan, Hong Kong, Macau, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Perancis, Vietnam, Nepal, serta Kanada.

IDI menyarankan kita untuk tidak berkunjung ke negara atau tempat-tempat mewabahnya virus corona. Meskipun kita sudah berusaha untuk memakai perlindungan, risiko untuk tertular akan meningkat dengan signifikan.

Di Indonesia, memang belum ditemukan kasus orang yang positif terinfeksi, namun sebaiknya memang kita mewaspadainya dan melakukan berbagai cara demi mencegah penularan virus corona, khususnya saat berada di tempat umum atau yang dipenuhi oleh banyak orang.


 

Sumber

  1. Anonim. 2020. Wuhan nurse shaves head to aid her work against virus. https://www.thestar.com.my/news/regional/2020/01/27/wuhan-nurse-shaves-head-to-aid-her-work-against-virus?fbclid=IwAR2kztBmIsZp25h3Qzaid0WfQx8O81RgQSXblVT_O9lve8HnBM4crgPkWqU#.Xi6G6UCBkus.facebook (Diakses pada 28 Januari 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi