Mengenal Vaginismus dan Cara Mencegahnya

Doktersehat-vaginismus

DokterSehat.Com – Apa itu vaginismus? Vaginismus adalah suatu disfungsi seksual pada wanita yang berupa kekejangan abnormal otot vagina di sepertiga bagian luar dan sekitar vagina.

Pada kondisi ini, pihak wanita akan mengalami reaksi fisik dan psikis sebagai bentuk penolakan, bukan hanya terhadap hubungan seksual, bahkan terhadap sentuhan atau usaha rangsangan di area vital (vagina), yang mengakibatkan terhambatnya rutinitas bercinta.

Reaksi akan nampak terlihat dari wanita dengan vaginismus, karena ia cenderung merapatkan kedua tungkainya bila terjadi sentuhan pada area kelaminnya.

baca juga: 5 Kondisi yang Menyebabkan Vagina Sakit Saat Berhubungan Seks

Vaginismus bisa menyerang wanita dengan variasi usia. Mulai dari usia ketika seorang wanita sudah aktif secara seksual, sampai wanita yang sudah berusia lanjut atau tua. Sekitar 2-3 persen wanita dewasa diduga mengalami penyakit vaginismus.

Penyebab Vaginismus

  • Adanya infeksi yang menimbulkan luka disekitar lubang vagina atau labia.
  • Gangguan selaput dara, termasuk apabila adanya tarikan saat penetrasi berlangsung.
  • Adanya bekas robekan pada saat melahirkan yang tidak sembuh secara sempurna, sehingga menimbulkan reaksi penolakan sebagi bentuk beban fisik dan psikis.
  • Pernah mengalami traumatik secara seksual, seperti pemerkosaan. Jika trauma itu masih dirasakan hingga masa menikah, maka hal itu merupakan vaginismus sekunder.
  • Momen bercinta yang kerap menimbulkan rasa nyeri bisa jadi menyebabkan trauma psikis, sehingga rasa trauma itu bisa menjadi vaginismus.
  • Perasaan takut yang berlebihan apabila bercinta menjadikan wanita itu hamil.
  • Serta perasaan takut tertular penyakit kelamin dari pasangannya.

Pada umumnya, vaginismus banyak disebabkan oleh masalah mental seperti trauma, stres, atau rasa takut yang berlebihan. Penyakit vaginismus dapat diselesaikan ketika trauma sudah teratasi.

Jika Anda khawatir, maka Anda dapat berkonsultasi dengan psikiater untuk dapat dilakukan evaluasi secara menyeluruh apakah gangguan ini disebabkan oleh vaginismus atau bukan, setelah itu baru dapat dilakukan terapi yang sesuai.

baca juga: Penyebab Sariawan di Vagina dan Cara Mengatasinya

Pencegahan Vaginismus

Supaya Anda terhindari dari vaginismus, hindarilah faktor penyebabnya. Berikut ini adalah tips agar terhindar dari vaginismus, di antaranya:

  • Pendidikan seks sangat perlu bagi pasangan suami istri. Maka dari itu, carilah informasi sebanyak-banyak seputar apa saja yang bisa meningkatkan dan menghambat kehidupan seksual Anda dan pasangan.
  • Hindari traumatik pada hubungan seksual pertama kali. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman dan pengetahuan seputar aktivitas seks sebelum menikah, baik pada wanita maupun pria.
  • Cobalah untuk melakukan foreplay atau fase pemberian rangsangan agar Anda dan pasangan Anda sudah cukup memproduksi cairan lubrikasi sehingga penis dapat berpenetrasi.
  • Setelah melakukan foreplay, lakukan penetrasi tidak terburu-buru dan terlalu dalam. Saat melakukan penterasi lakukanlah penetrasi secara perlahan dimulai dari ujung penis yang ditempelkan pada lubang vagina dengan sedikit penekanan sampai otot vagina mulai berelaksasi yang kemudian dilanjutkan dengan penetrasi penis lebih dalam secara perlahan sesuai relaksasi otot vagina.
  • Jika masih susah, cobalah menggunakan cairan lubrikasi yang dapat dibeli di apotek untuk membantu penetrasi.
  • Anda dapat pula melatih otot sekitar vagina dengan melakukan senam kegel.
  • Jagalah kesehatan kelamin dan setialah dengan pasangan, supaya tidak tertular atau terinfeksi penyakit kelamin.
  • Pasca melahirkan, pastikan luka sobekan akibat melahirkan sembuh dengan baik dan sempurna.
  • Ciptakanlah komunikasi yang baik dengan pasangan sebelum melakukan hubungan seksual

Jika hal-hal tersebut sudah Anda lakukan namun penetrasi masih sulit dilakukan, sebaiknya Anda dan pasangan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan untuk diperiksa kemungkinan penyebab medis lain seperti kelainan bentuk vagina, penyakit infeksi vagina, atau penyakit lainnya.