Mengenal Suntik Botox untuk Mengurangi Keriput pada Wajah

doktersehat-suntik-syringe-eutanasia-euthanasia-injeksi-injection-vaksin-palsu

DokterSehat.Com– Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan wajah cantik dan bebas keriput. Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi masalah kerut di kulit adalah dengan suntik botox. Treatment dengan rasa sakit minor terbukti ampuh membuat wajah tampak lebih muda sehingga dipercaya oleh banyak tokoh ternama. Lalu apa sebenarnya Botox itu?

Dilansir dari Web MD, Botox adalah botulinum toxin yang diproduksi dari bakteri Clostridium botulinum. Cara kerjanya adalah dengan memblokir sinyal dari syaraf ke otot, sehingga bagian yang disuntuk tidak bisa berkontraksi. Biasanya Botox digunakan pada bagian dahi, bagian bawah mata, dan garis senyum.

Botox banyak dipilih karena rasa sakit yang ditimbulkan tidak terlalu parah. Injeksinya pun hanya memakan waktu beberapa menit. Setelahnya, Anda cukup menunggu sekitar 7 hingga 14 hari agar hasilnya terlihat. Syaratnya, seminggu sebelum treatment Anda harus menjauhi alkohol. Selain itu, Anda tidak diperkenankan menggunakan aspirin.

Selama menunggu hasil, mungkin akan ada efek samping yang timbul, seperti kulit lebam atau sakit kepala. Dalam beberapa kasus, kelopak mata pasien akan terlihat turun. Namun Anda tidak perlu khawatir karena efek ini hanya berlangsung sementara. Setelah injeksi bekerja sempurna, maka kulit akan terlihat kencang.

Meski demikian, efek yang ditimbulkan Botox tidak berlangsung lama. Setelah tiga hingga enam bulan, maka efek suntikan akan mulai pudar, dan wajah kembali seperti semula. Karenanya, Anda perlu melakukan suntikan ulang jika ingin tetap mempertahankan kulit kencang hasil Botox.

Namun penggunaan suntikan Botox juga tak bisa dilakukan sembarang. Beberapa orang tidak diperkenankan menggunakannya, antara lain ibu hamil, menyusui, atau mereka yang punya riwayat penyakit yang berhubungan dengan syaraf.