Terbit: 5 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Sitz bath adalah metode pengobatan nonmedis bagi Anda yang memiliki masalah seperti wasir, sembelit, atau radang prostat. Ketahui penjelasan lengkapnya, mulai dari manfaat, cara pakai, hingga risikonya!

sitz-bath-doktersehat

Apa Itu Sitz Bath?

Sitz bath adalah terapi air hangat yang membantu meringankan rasa sakit pembengkakan atau iritasi pada perineum, area kulit antara liang vagina dengan anus (dubur). Selain bermanfaat untuk penderita wasir,metode ini berguna untuk meningkatkan penyembuhan pada wanita setelah melahirkan secara normal.

Dokter juga bisa merekomendasikannya untuk anak-anak yang mengalami pergerakan usus yang tidak nyaman atau yang mengalami ruam dan radang di daerah perineum.

Metode ini bisa Anda lakukan di bathub atau diletakan di atas toilet duduk. Metode ini juga dapat menjadi sarana untuk membersihkan dengan lembut setiap area yang mungkin terlalu menyakitkan untuk disentuh.

Manfaat Sitz Bath

Pada dasarnya, metode ini diciptakan karena sulitnya untuk memosisikan hanya bagian bokong dan kemaluan yang direndam secara bersamaan. Metode ini dirancang untuk memudahkan Anda merendam dua area tersebut hanya dengan duduk seperti biasa.

Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan:

  • Meningkatkan aliran darah ke perineum, sehingga membuat luka lebih cepat sembuh.
  • Membantu mengatasi rasa gatal di dubur dan selangkangan.
  • Membantu mengatasi kista bartholin.
  • Merilekskan otot sfingter anal.
  • Mengatasi infeksi peradangan yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih, vaginosis bakteri, dan infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia.
  • Mengatasi radang vagina.
  • Mengatasi vulvodynia.
  • Membantu penyembuhan fisura anus.

Meski prosedur tidak membutuhkan resep dokter, kadang-kadang dokter juga bisa meresepkan obat tambahan seperti povidone iodine. Povidone iodine adalah obat luar yang berfungsi sebagai antiseptik, yang umumnya digunakan untuk membunuh virus, bakteri dan jamur.

Cara Penggunaan Sitz Bath

Metode ini pada dasarnya dilakukan dengan merendam area anus Anda dalam air hangat selama 15-20 menit, 3-4 kali sehari, dan bisa dilakukan dengan bantuan toilet duduk atau di bathub.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan sebelum melakukan sitz bath:

1. Menentukan Sitz Bath yang Tepat

Pastikan untuk membeli di toko peralatan medis atau apotek. Pada umumnya, produk akan disertai kantong plastik dengan tabung di ujungnya yang digunakan untuk menyemprotkan air ke perineum.

2. Mempersiapkan Kondisi Kamar Mandi

Sebelum digunakan, persiapkan kamar mandi sebelumnya agar Anda dapat fokus untuk melakukan perawatan diri. Ciptakan suasana kamar mandi yang membantu bersantai seperti penggunaan lilin aromaterapi, menyiapkan berbagai bahan bacaan, atau bermain game di gawai. Cara mandi sitz bukan sesuatu yang harus dilakukan terburu-buru.

3. Menggunakan Zat Kimia Tambahan

Meski air hangat bisa membuat infeksi yang dialami lebih cepat sembuh, Anda bisa mencoba untuk menambahkan garam laut tidak beryodium, garam epsom, witch hazel, vinegar, dan baking soda. Beberapa bahan pengobatan rumahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan membantu mengurangi risiko infeksi.

Jika Anda menggunakan salep obat untuk menenangkan wasir, ruam, atau fisura anus, 20 menit usai menggunakan sitz bath adalah saat yang tepat untuk menggunakannya. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun usai melakukannya.

Selain itu, dokter juga bisa menyarankan agar Anda tidak menambahkan sesuatu yang berbau harum atau minyak essensial. Jenis bahan ini tidak hanya dapat mengganggu pH vagina dan koloni bakteri baik, tetapi juga memperburuk kondisi.

Berikut adalah langkah yang bisa dilakukan di bathtub:

  • Cara mandi sitz yang bisa dilakukan adalah membersihkan bak mandi dengan mencampur 2 sendok pemutih dengan 1/2 galon air. Gosok bak mandi dan bilas sampai bersih.
  • Isi bak dengan 7,5 hingga 10 cm air. Suhu air di bak harus hangat dan tidak menimbulkan ketidaknyaman pada luka.
  • Masuk ke dalam bathub dan rendam perineum selama 15 hingga 20 menit. Tekuk lutut atau jika memungkinkan, gantungkan kaki di sisi bak mandi agar air tidak keluar.
  • Usai menggunakan bathub, keringkan badan menggunakan handuk katun. Jangan  menggosok perineum, karena hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan iritasi.

Adakah Risiko Menggunakan Sitz Bath?

Risiko penggunaannya sangat kecil karena cara ini merupakan perawatan non-invasif. Efek samping sitz bath yang paling umum adalah infeksi perineum, namun hal ini adalah sesuatu yang jarang terjadi. Infeksi bisa terjadi apabila terdapat luka dan Anda tidak membersihkan peralatan-peralatan dengan teliti.

Hal penting yang perlu Anda ketahui adalah meski anus dan vagina terendam di dalam wadah yang sama, hal ini tidak akan membahayakan vagina. Anda hanya perlu memastikan bahwa anus bersih.

Jika obat yang diberikan dokter sudah habis dan Anda masih merasakan keluhan, kontrol ke dokter perlu dilakukan untuk dilakukan evaluasi dan tatalaksana lanjutan. Langkah termudah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala adalah dengan meningkatkan asupan makan berserat, penuhi cairan tubuh, dan rutin berolahraga, dengan begitu maka BAB tidak keras dan lancar.

Segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika rasa sakit atau rasa gatal semakin memburuk, perineum menjadi merah dan bengkak, muncul indikasi infeksi seperti demam atau keluarnya cairan.

Meski dalam kondisi tertentu bisa membantu, metode yang hanya menggunakan air hangat untuk mengatasi masalah kelamin dan anus ini tidak bisa mengatasi semua gejala yang muncul. Pada beberapa kasus, Anda perlu menggunakan bantuan medis tambahan.

 

  1. Bolen, barbara. 2020. How to Take a Sitz Bath. https://www.verywellhealth.com/how-to-take-a-sitz-bath-1944927. (2 September 2019).
  2. MacGill, Markus. 2017. What are the benefits of a sitz bath?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/312033.php. (2 September 2019).
  3. Mayo Clinic Staff. 2018. Sitz Bath. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menieres-disease/symptoms-causes/syc-20374910. (2 September 2019).
  4. Todd, Carolyn. 2019. What the Hell Is a Sitz Bath? (And Why Would You Take One?). https://www.self.com/story/what-is-sitz-bath. (2 September 2019).
  5. Todd, Nivin. 2018. Sitz Bath. https://www.webmd.com/digestive-disorders/sitz-bath. (2 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi