Terbit: 5 April 2018 | Diperbarui: 6 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Pubertas adalah hal yang normal dan bisa terjadi oleh siapa saja baik pria atau wanita. Umumnya pubertas terjadi pada remaja wanita saat mereka berusia 10-12 tahun. Sementara itu, remaja pria baru mengalami pubertas pada usia 11-13 tahun. Cepat atau lambatnya pubertas pada tubuh dipengaruhi produksi hormon dan respons tubuh.



Meski pubertas adalah sesuatu yang alami dan bisa terjadi kepada siapa saja, ada kalanya remaja tidak mengalami pubertas. Matangnya organ seks primer dan sekunder pada tubuh tidak terjadi dan menyebabkan cukup banyak gangguan.

Mengenal Sindrom Kallman

Sindrom Kallman yang ditemukan oleh Franz Josef Kallman ini adalah jenis mutasi genetik yang cukup langka. Sejak diteliti pada tahun 1944 silam diperkirakan jumlah pengidapnya sekitar 50.000-100.000 orang.

Penyakit yang mengganggu perkembangan hormon seksual ini menyebabkan seseorang gagal puber. Meski sudah dewasa, wanita tidak akan mengalami menstruasi pun pria juga tidak mengalami pembesaran ukuran penis.

Gejala Sindrom Kallman

Setidaknya ada tiga gejala utama yang terlihat jelas dari pengidap Sindrom Kallman:

  • Tidak mengalami puber. Pria atau wanita sudah seharusnya puber saat usianya memasuki 12 tahun. Kalau pada usia 13-14 tahun puber tidak muncul dan tanda kelamin primer serta sekunder tidak terlihat, anak harus segera diperiksakan.
  • Pengidap sindrom ini juga kehilangan kemampuan mengindu. Mereka tidak akan bisa membedakan bau yang berbeda.
  • Tanda lain yang sering terlihat dari pengidap Sindrom Kallman adalah ginjal tidak terbentuk sempurna, sumbing pada bibir, gangguan pendengaran, dan gigi tumbuh tidak normal.

Sindrom ini biasanya ditangani dengan terapi hormon. Harapan hidupnya cukup tinggi karena beberapa penderita bisa hidup sampai tua. Namun, biaya pengobatan hormonal untuk jangka panjang sangat besar.

Bagaimana dengan puber Anda di masa lalu, terlambat atau tidak?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi