Terbit: 4 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ada banyak cara yang bisa digunakan untuk merawat serta menjaga kesehatan vagina. Baik itu cara yang umum maupun cara yang tidak umum sekalipun. Contoh cara umum merawat vagina adalah dengan menggunakan sabun antiseptik ataupun minyak alami. Nah, lantas cara apa yang dikatakan tidak umum dalam merawat vagina?

Mengenal Ratus Vagina dan Dampak yang Ditimbulkannya

Jadi, ada sebuah metode perawatan yang cukup unik dan sedikit aneh, yaitu ratus vagina. Ratus vagina sendiri merupakan terapi penguapan pada organ intim dengan menyertakan rempah atau herbl khusus. Adapun rempah tersebut mulai dari bunga mawar, kunyit, kayu manis, akar wangi, hingga kayu secang.

Sebenarnya, ratus vagina memiliki maksud dan tujuan yang baik, yakni mencegah terjadinya gangguan pada vagina, seperti keputihan dan bau tak sedap. Tapi cara atau metode yang digunakan menjadi sorotan banyak orang, khususnya ahli kesehatan. Saat ingin melakukan ratus vagina, Anda diwajibkan duduk pada kursi yang telah disediakan. Kursi tersebut memiliki lubang yang digunakan sebagai pembuangan asap ke vagina.

Menurut penelitian yang dilakukan Yale School of Medicine, ada banyak dampak atau efek negatif dari terapi ini. Mulai dari risiko terbakarnya area kewanitaan karena uap atau asap yang bersuhu tinggi. Luka bakar ini cukup berbahaya, apalagi terkena bagian kandung kemih dan rektum. Tentu saja laipsan dari keduanya akan rusak sehingga bisa mendatangkan masalah baru.

Selain itu, ada sebuah studi yang diterbitkan di jurnal NCBI menjelaskan bawa ratus vagina sama sekali tidak baik untuk hormon. Sebab, dengan terapi ini, jumlah flora di dalam vagina menjadi tak seimbang. Akibatnya bisa meningkatkan risiko vaginosis bakteri. Ya, seperti diketahui, vaginosis bakteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri jahat dan jika dibiarkan maka akan menimbulkan efek serius pada area kewanitaan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi