Terbit: 5 Mei 2018 | Diperbarui: 6 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bayi tabung dapat menjadi pilihan bagi Anda yang mencoba untuk memiliki keturunan. Sebelum menjalani prosedur bayi tabung, sebaiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu mengenai proses dan efek samping dari program bayi tabung.

Mengenal Prosedur dan Risiko dari Bayi Tabung

Prosedur bayi tabung

Proses bayi tabung secara medis dikenal dengan istilah in vitro fertilization atau IVF. Dalam proses ini dilakukan pembuahan sel telur oleh sel sperma di dalam sebuah tabung, karena itu disebut bayi tabung. Sebelum menjalami prosedur bayi tabung, umumnya pasangan suami istri disarakankan untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau menjalani beberpa tindakan bedah untuk mempersiapkan kehamilan.

Metode bayi tabung terdiri dari serangkaian proses yang diawali dengan menyuntikkan hormon pada tubuh wanita untuk memproduksi beberapa sel telur sekaligus. Setelah itu perawat akan melakukan pengujian tes darah atau USG untuk melihat kesipan pengambilan sel telur.

Melalui bantuan USG, dokter akan mengambil sel telur yang baik dengan menggunakan jarum khusus. Prosedur ini akan berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam. Beberapa wanita akan diberi pereda nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, atau bahkan obat penenang dan obat bius untuk meredakan nyeri.

Setelah sel telur berhasil didapatkan, akan segera dipertemukan dengan sperma pasangan yang harus diambil pada hari yang sama, untuk kemudian disimpan sambil memastikan perkembangannya berjalan maksimal. Jika embrio tersebut cukup matang, maka embrio akan dimasukkan ke dalam rahim. Umumnya dokter tidak hanya akan memasukkan satu embrio namun beberapa embrio untuk memperbesar kemungkinan hamil.

Risiko menjalani prosedur bayi tabung

Menjalani bayi tabung bukan berarti tanpa risiko. Pada beberapa wanita yang menjalani bayi tabung dapat mengalami mual-mual, sembelit, nyeri ringan, atau kram perut. Selain itu prosedur bayi tabung juga dapat memicu risiko keguguran, bayi cacat fisik, dan kehamilan ektopik atau kelahiran prematur.

Menjalani proses bayi tabung akan menguras tenaga, waktu, dan emosi khususnta bagi para wanita. Karena itu konsultasikan pilihan ini dengan suami dan dokter yang berpengalaman dalam melakukan prosedur ini.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi