Terbit: 21 April 2018 | Diperbarui: 30 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Setelah mengandung selama 9 bulan, hari kelahiran bayi adalah sesuatu yang sangat dinanti. Setiap proses melahirkan, baik itu melahirkan normal maupun operasi caesar tidak selalu berjalan mudah. Tak sedikit ibu yang merasa trauma akibat proses persalinan.

Mengenal Postpartum PTSD, Trauma Pascapersalinan

Photo Credit: pexels.com

Trauma setelah melahirkan atau yang dikenal dengan istilah postpartum post traumatic stress disorder (PTSD), sering dianggap sebagai baby blues syndrome namun sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda. Istilah post traumatic stress disorder (PTSD) mengacu pada gangguan jiwa yang dialami seorang indicitu setelah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang mengancam jiwa. Selain persalinan, PTSD juga bisa dialami oleh orang-orang yang mengalami kecelakaan, serangan teroris, atau peristiwa lain yang dapat menyebabkan trauma tersebut.

Trauma saat melahirkan dapat terjadi kerena kondisi sulit seperti nyeri saat melahirkan, kehilangan kesadaran saat melahirkan, kelahiran bayi prematur, bayi memiliki masalah medis, dan kematian bayi selama melahirkan atau setelah melahirkan. Kondisi ini bisa saja terjadi pada ibu meskipun ibu dianggap siap secara fisik dan mental.

Gejala dan dampak dari trauma pascapersalinan

Beberapa gejala setelah melahirkan antara lain:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  1. Mengalami rasa takut, tidak berdaya setiap mengingat proses persalinan
  2. Cenderung menghindari pembahasan apa pun mengenai proses persalinan
  3. Susah tidur dan sering mimpi buruk
  4. Seringkali merasa tidak tenang
  5. Sulit fokus dan konsentrasi

Sedangkan dampak dari trauma setelah melahirkan umumnya para wanita merasa tidak ingin hamil dan melahirkan lagi, cenderung memiliki kesulitan untuk menyusui atau merawat bayi. Postpartum PTSD juga dapat mengarah pada depresi, baby blues hingga merenggangnya hubungan antara suami istri.

Dalam jangka panjang, ibu yang mengalami postpartum PTSD juga berisiko mengalami gangguan makan, kemungkinan untuk bunuh diri, dan perilaku kompulsif dan agresif lainnya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi