Terbit: 27 April 2020 | Diperbarui: 6 Juni 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Otitis media adalah infeksi yang terjadi di telinga bagian tengah, yaitu ruang di belakang gendang telinga yang memiliki tiga tulang kecil dengan fungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam. Meski bisa terjadi pada segala usia, kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi dan anak di bawah 10 tahun. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Otitis Media: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Otitis Media?

Otitis media terjadi ketika virus atau bakteri menyebabkan daerah di belakang gendang telinga menjadi meradang. Ketika seorang anak memiliki kondisi ini, telinga bagian tengahnya akan dipenuhi dengan cairan/nanah. Nanah bisa mendorong gendang telinga dan menyebabkan rasa sakit. Sering kali, kondisi ini bisa hilang tanpa obat apa pun. Namun, Anda harus mencari perawatan medis jika rasa sakit berlanjut atau terjadi demam.

Gejala Otitis Media

Gejala paling umum dari infeksi telinga tengah adalah rasa sakit dan penurunan pendengaran. Di dalam telinga tengah, tiga tulang kecil (ossicles) biasanya mentransfer getaran suara dari gendang telinga ke telinga bagian dalam, di mana mereka diubah menjadi impuls saraf yang dipahami otak sebagai suara.

Pada orang dengan otitis media, peradangan dan infeksi dapat mengubah proses normal ini. Selain itu, timbulnya tanda dan gejala infeksi biasanya berlangsung cepat. Berikut gejala yang bisa dikenali, antara lain:

Pada anak-anak, tanda dan gejala umum meliputi:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

  • Telinga terasa sakit, terutama saat berbaring
  • Sering menarik telinga
  • Sulit tidur
  • Menangis lebih dari biasanya
  • Kesulitan mendengar atau merespons suara
  • Kehilangan keseimbangan
  • Demam 38 derajat Celcius atau lebih tinggi
  • Keluar cairan dari telinga
  • Sakit kepala
  • Hilangnya selera makan

Pada orang dewasa, tanda dan gejala umum meliputi:

  • Keluar cairan dari telinga
  • Masalah pendengaran
  • Telinga terasa sakit

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Tanda dan gejala infeksi telinga dapat menunjukkan sejumlah kondisi. Sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan perawatan yang cepat. Hubungi dokter jika:

  • Gejala nyeri telinga disertai demam berlangsung lebih dari sehari
  • Gejala hadir pada anak berusia kurang dari 6 bulan
  • Nyeri telinga sangat berat
  • Anak Anda tidak bisa tidur atau rewel setelah pilek atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya
  • Keluarnya cairan seperti nanah atau cairan berdarah dari telinga

Penyebab Otitis Media

Otitis media disebabkan oleh bakteri atau virus di telinga bagian tengah. Infeksi ini sering diakibatkan oleh penyakit lain seperti pilek, flu atau alergi. Ketika tabung yang menghubungkan telinga tengah ke faring (saluran eustachius) tersumbat, cairan akan terkumpul di belakang gendang telinga. Bakteri akan berkembang di dalam cairan yang menyebabkan rasa sakit dan infeksi.

Pilek, infeksi tenggorokan, asam lambung, atau alergi dapat membuat saluran eustachius membengkak. Kondisi ini menghalangi lendir dari pengeringan, sehingga virus atau bakteri tumbuh di cairan tersebut dan membuat nanah, yang kemudian menumpuk di telinga tengah.

Anak-anak (terutama usia 2 hingga 4 tahun) mendapatkan infeksi telinga lebih sering daripada orang dewasa karena beberapa alasan:

  • Saluran eustachius yang lebih pendek dan lebih horizontal membuat bakteri dan virus lebih mudah masuk ke telinga tengah. Salurannya juga lebih sempit, sehingga lebih mungkin tersumbat.
  • Kondisi adenoidnya, struktur mirip kelenjar di bagian belakang tenggorokan, lebih besar dan dapat mengganggu pembukaan saluran eustachius.

Kondisi Lain yang Terkait

Infeksi sering terjadi selama cuaca musim dingin, ketika banyak orang mendapatkan infeksi saluran pernapasan bagian atas atau pilek (anak dengan infeksi telinga juga mungkin memiliki gejala pilek seperti hidung tersumbat atau batuk).

Kondisi telinga bagian tengah yang mungkin terkait dengan infeksi telinga atau mengakibatkan masalah telinga tengah yang serupa, di antaranya:

  • Otitis media efusi. Pembengkakan dan penumpukan cairan (efusi) di telinga tengah tanpa infeksi bakteri atau virus. Kondisi ini mungkin terjadi karena penumpukan cairan berlanjut setelah infeksi telinga menjadi lebih baik. Hal ini juga dapat terjadi karena beberapa disfungsi atau penyumbatan saluran eustachius yang tidak menular.
  • Otitis media kronis dengan efusi. Kondisi yang terjadi ketika cairan di telinga tengah terus muncul tanpa infeksi bakteri atau virus. Kondisi ini membuat anak-anak rentan terhadap infeksi telinga baru dan dapat memengaruhi pendengaran.
  • Otitis media supuratif kronis. Infeksi telinga yang tidak hilang dengan perawatan biasa. Kondisi ini bisa menyebabkan lubang di gendang telinga.

Faktor Risiko

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang meningkatkan otitis media, di antaranya:

  • Usia. Anak-anak usia 6 bulan sampai 2 tahun lebih rentan terhadap infeksi telinga karena ukuran dan bentuk saluran eustachiusnya dan karena sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang.
  • Penitipan anak. Anak-anak yang dirawat di penitipan lebih mungkin terkena pilek dan infeksi telinga daripada anak-anak yang tinggal di rumah. Anak-anak yang ada di penitipan berisiko terpapar lebih banyak infeksi.
  • Posisi menyusui. Bayi yang minum dari botol, terutama saat berbaring, cenderung memiliki lebih banyak infeksi telinga daripada bayi yang disusui.
  • Faktor musim. Infeksi telinga paling umum terjadi selama musim gugur dan musim dingin. Orang dengan alergi musiman mungkin memiliki risiko infeksi telinga yang lebih besar.
  • Kualitas udara. Paparan asap tembakau atau tingkat polusi udara yang tinggi dapat meningkatkan risiko otitis media.
  • Sumbing. Perbedaan dalam struktur tulang dan otot-otot pada anak-anak yang memiliki sumbing langit-langit mungkin membuat saluran eustachius lebih sulit untuk mengalir.

Diagnosis Otitis Media

Dokter biasanya dapat mendiagnosis otitis media atau kondisi lain berdasarkan gejala. Namun, dokter juga dapat menggunakan otoskop untuk melihat bagian dalam dari telinga, tenggorokan, dan hidung. Selain itu, dokter juga dapat mendengarkan cara bernapas anak menggunakan stetoskop.

Otoskop Pneumatik

Alat ini memungkinkan dokter untuk melihat kondisi telinga dan menilai apakah ada cairan di belakang gendang telinga. Dengan otoskop pneumatik, dokter dengan lembut memasukan udara ke gendang telinga. Biasanya, embusan udara ini akan menyebabkan gendang telinga bergerak. Jika telinga tengah terisi dengan cairan, dokter akan mengamati ada tidaknya pergerakan di gendang telinga.

Tes Tambahan

Dokter dapat melakukan tes lain jika ada keraguan tentang diagnosis, perawatan sebelumnya yang tidak membuahkan hasil, atau masalah serius lainnya. Beberapa tes tersebut di antaranya:

  • Timpanometri

Tes ini mengukur pergerakan gendang telinga. Alat ini bekerja dengan menutup saluran telinga, mengatur tekanan udara di saluran, sehingga menyebabkan gendang telinga bergerak. Alat ini mengukur seberapa baik gendang telinga bergerak dan memberikan ukuran tekanan tidak langsung di telinga tengah.

  • Reflektometri Akustik

Tes ini mengukur seberapa banyak suara dipantulkan kembali dari gendang telinga. Biasanya, gendang telinga menyerap sebagian besar suara. Namun, semakin banyak tekanan dari cairan di telinga tengah, semakin banyak suara dari gendang telinga.

  • Tympanocentesis

Tympanocentesis adalah prosedur memasukan saluran kecil yang menembus gendang telinga untuk mengalirkan cairan dari telinga tengah. Cairan diuji untuk menentukan apakah virus atau bakteri penyebab otitis media. Cara ini membantu jika infeksi tidak merespons dengan baik perawatan yang sudah dilakukan.

Jenis Otitis Media

Pada umumnya, terdapat dua jenis infeksi telinga tengah: otitis media akut (AOM) dan otitis media efusi (OME).

  • Otitis Media Akut

Jenis infeksi telinga ini datang dengan cepat dan disertai dengan pembengkakan dan kemerahan di telinga di belakang dan di sekitar gendang telinga. Demam, sakit telinga, dan gangguan pendengaran sering terjadi sebagai akibat dari cairan yang terperangkap atau lendir di telinga tengah.

  • Otitis Media Efusi

Setelah infeksi hilang, kadang-kadang lendir dan cairan akan terus menumpuk di telinga tengah. Kondisi ini dapat menyebabkan perasaan telinga ‘penuh’ dan memengaruhi kemampuan untuk mendengar dengan jelas.

Pengobatan Otitis Media

Pengobatan otitis media adalah tergantung pada penyebabnya, beberapa infeksi dapat hilang tanpa pengobatan. Namun dokter mungkin merekomendasikan perawatan lain untuk mempercepat proses penyembuhan. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan adalah:

  • Obat Tetes Telinga

Obat tetes telinga tanpa resep dapat membantu mengobati kasus otitis eksterna, infeksi yang sering dialami perenang. Obat tetes telinga dapat dibeli di apotek. Akan tetapi, obat tetes ini tidak boleh digunakan pada seseorang yang memiliki robekan gendang telinga, ear tubes (T-tubes), cedera permanen pada gendang telinga, atau operasi telinga tertentu.

Jika infeksi tidak membaik atau timbul gejala lain, Anda harus berhenti menggunakan obat tetes dan konsultasi dengan dokter.

  • Obat-Obatan Bebas

Obat-obatan tersebut seperti acetaminophen dan ibuprofen, membantu orang dewasa dengan infeksi telinga yang terkait dengan peradangan. Dekongestan atau antihistamin seperti pseudoefedrin, ctm, atau diphenhydramine juga dapat membantu meringankan beberapa gejala, terutama yang disebabkan oleh lendir yang berlebih pada saluran eustachius.

Obat-obatan seperti ini dapat membantu menghilangkan rasa sakit dari infeksi telinga, tetapi tidak akan mengobati infeksi itu sendiri.

  • Antibiotik dan Obat Resep Lainnya

Antibiotik dapat diberikan dalam bentuk obat minum (tablet/kapsul/sirop anak) ataupun dalam bentuk antibiotik tetes telinga.

Pada kasus Otitis Media Akut Stadium Supuratif (terjadi penumpukan nanah didalam gendang telinga) maka perlu dilakukan paracentessis (membuat lubang kecil di gendang telinga) supaya nanah bisa mengalir keluar dan gendang telinga tidak pecah.

Otitis media yang disertai pecahnya gendang telinga (OMSK), perlu dilakukan pembersihan dan perawatan oleh Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan.

Komplikasi Otitis Media

Sebagian besar infeksi telinga tidak menyebabkan komplikasi jangka panjang. Hanya saja jika infeksi terjadi berulang-ulang, hal itu dapat menyebabkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi adalah:

  • Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran ringan yang datang dan pergi cukup umum saat mengalami infeksi telinga, tetapi biasanya membaik setelah infeksi sembuh. Infeksi telinga yang terjadi berulang-ulang atau keluarnya cairan dari telinga bagian tengah dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang lebih signifikan. Jika ada kerusakan permanen pada gendang telinga atau struktur telinga tengah lainnya, gangguan pendengaran permanen dapat terjadi.

  • Keterlambatan Bicara

Jika pendengaran mengalami gangguan sementara atau permanen, seorang anak mungkin mengalami keterlambatan kemampuan berbicara, sosial dan perkembangan. Tahapan bicara dan berbahasa yang
normal pada anak bisa dilihat berdasarkan usia anak.

  • Penyebaran Infeksi

Infeksi yang tidak diobati atau infeksi yang tidak merespons baik pengobatan dapat menyebar ke jaringan terdekat. Infeksi mastoid, tonjolan tulang di belakang telinga yang disebut mastoiditis adalah kondisi yang bisa terjadi. Infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada tulang dan pembentukan kista yang berisi nanah.

Meski jarang terjadi, infeksi telinga tengah yang serius dapat menyebar ke jaringan lain di tengkorak, termasuk otak atau selaput yang mengelilingi otak (meningitis).

Pencegahan Otitis Media

Beberapa langkah sederhana dapat membantu mencegah banyak infeksi telinga. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya otitis media, di antaranya:

  • Menjaga Kebersihan Diri

Ajari anak-anak untuk mencuci tangan sesering mungkin dan tidak berbagi peralatan makan dan minum. Jika tidak ada tisu atau sapu tangan, ajari anak untuk menutup batuk dan bersin di siku tangan. Jika memungkinkan, jarang terlalu sering menitipkan anak di tempat penitipan.

  • Hindari Asap Rokok

Bagi orang tua yang memiliki kebiasaan merokok, sebaiknya kebiasaan ini harus dikurangi atau jika memungkinkan cobalah untuk tidak merokok. Hal ini bertujuan agar anak Anda tidak terkena otitis media. Ciptakanlah lingkungan tempat tinggal yang bebas asap rokok.

  • Berikan ASI Eksklusif

Jika kondisi fisik ibu memungkinkan untuk memberikan ASI, sebaiknya berikan ASI setidaknya selama 6 bulan. ASI mengandung antibodi yang dapat menawarkan perlindungan dari infeksi telinga.

  • Atur Posisi Menyusu dengan Botol yang Tepat

Jika Anda memberi susu botol, atur posisi bayi agak sedikit tegak. Hindari menyangga botol di mulut bayi saat ia berbaring. Guna mencegah hal ini, jangan menaruh botol dekat tempat tidur bayi.

  • Vaksinasi

Bicaralah dengan dokter tentang vaksinasi. Tanyakan pada dokter tentang vaksinasi apa yang sesuai untuk anak. Suntikan flu musiman, pneumokokus, dan vaksin bakteri lainnya dapat membantu mencegah otitis media.

 

  1. Anonim. Ear infection (middle ear). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ear-infections/symptoms-causes/syc-20351616. (Diakses pada 27 April 2020).
  2. Anonim. Middle-Ear Infection (Otitis Media). https://www.health.harvard.edu/a_to_z/middle-ear-infection-otitis-media-a-to-z. (Diakses pada 27 April 2020).
  3. Anonim. Middle Ear Infections (Otitis Media). https://kidshealth.org/en/parents/otitis-media.html. (Diakses pada 27 April 2020).
  4. Johnson, Shannon. 2017. Middle Ear Infection (Otitis Media). https://www.healthline.com/health/otitis. (Diakses pada 27 April 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi