Mengenal Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS)

Doktersehat-infeksi-menular-seksual

DokterSehat.Com– Apa itu IMS? IMS adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual. Hubungan seks ini termasuk hubungan seks lewat vagina, mulut (oral) atau lewat dubur (anal).

Infeksi menular seksual ini dapat menyebabkan beberapa penyakit kelamin. Istilah infeksi menular seksual lebih luas maknanya, karena menunjuk pada cara penularannya. Meski begitu, tanda-tanda penyakit menular seksual tidak selalu ada di alat kelamin. Tanda itu bisa muncul mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak dan bagian tubuh lainnya.

Contohnya HIV/AIDS dan hepatitis B yang menular lewat hubungan seks, tetapi gejala penyakitnya tidak terlihat dari alat kelaminnya. Artinya, alat kelaminnya masih tampak sehat meskipun sebenarnya orangnya membawa bibit penyakit.

baca juga: 5 Penyakit Berbahaya yang Menular Melalui Seks Oral

Bahaya IMS Tergantung dari Jenis-Jenis Penyakit yang Berbeda

  • IMS membuat sakit-sakitan.
  • IMS membuat mandul.
  • IMS bisa merusak penglihatan, otak dan hati.
  • IMS bisa ditularkan pada bayi.
  • IMS bisa menyebabkan kita mudah tertular HIV.
  • IMS bisa menyebabkan kematian.

Apa saja jenis-jenis IMS itu?

  • Gonorrhea atau kencing nanah

Gonorrhea atau kencing nanah adalah infeksi menular seksual yang disebabkan karena bakteri Neisseria Gonorrhea. Penyakit ini ditandai dengan keluarnya sekret/cairan kental berwarna putih atau kuning kehijauan dari penis yang disertai dengan rasa panas atau terbakar saat berkemih dan seringnya buang air kecil.

  • Chalmydia

Disebabkan karena bakteri Chlamydia trachomatis.

  • Herpes Genital

Pada umumnya penyakit ini disebabkan karena virus Herpes Simplex 2. Infeksi virus ini ditandai dengan munculnya lenting-lenting berisi cairan bening yang bergerombol pada daerah kelamin dan disertai dengan nyeri. Hal ini dapat sembuh dan berulang apabila kekebalan tubuh seseorang rendah.

  • Condyloma acuminata atau penyakit Jengger ayam

Disebabkan karena Human papilloma virus yang menyebabkan timbulnya penonjolan kulit yang tidak nyeri pada daerah kelamin. Apabila tidak diobati, penonjolan ini dapat semakin membesar dan bertambah banyak sehingga membentuk gambaran lesi seperti jengger ayam atau kembang kol.

  • Hepatitis B

Ditandai dengan adanya demam, ikterik atau perubahan warna kulit dan sklera menjadi kekuningan, rasa letih dan lesu, hilangnya napsu makan dan mual muntah.

Gejala Infeksi Menular Seksual

  • Keluarnya sekret atau nanah dari penis, vagina atau anus.
  • Nyeri atau panas waktu kencing.
  • Terdapat benjolan, bintik atau luka pada penis-vagina-anus atau mulut.
  • Pembekakan dipangkal paha dan nyeri pada perut bawah (wanita) hingga nyeri pada buah zakar.

Bila timbul gejala tersebut diatas kemungkinan Anda terkena IMS. Segera periksakan ke dokter dan tidak dianjurkan untuk melakukan pengobatan sendiri. Apabila IMS tidak ditangani berbagai risiko seperti kemandulan, mudah terinfeksi HIV, keguguran, menularkan IMS kepada bayi yang dikandung bisa terjadi.

Apakah infeksi menular seksual bisa diobati?

Pengobatan IMS berbeda-beda tergantung dari penyakit penyebabnya. Untuk IMS yang disebabkan karena bakteri seperti pada GO dan Chlamydia, dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai. Pada penyakit herpes, obat-obatan anti virus dapat diberikan untuk meringankan keparahan penyakit, namun penyakit ini dapat kambuh kembali apabila imunitas tubuh seseorang rendah.

HIV/AIDS adalah penyakit IMS yang paling berbahaya karena menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh menjadi rentan dan tidak mampu untuk melawan penyakit.

Apa yang harus Anda lakukan jika terkena IMS?

  1. Lakukanlah konsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dapat diketahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebabnya. Selama proses konsultasi, pasien dianjurkan untuk menjawab seluruh pertanyaan dengan jujur agar semua faktor resiko dan gejala penyakit dapat diketahui oleh dokter.
  2. Selain dilakukannya pemeriksaan fisik secara menyeluruh, dokter dapat meminta beberapa pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosis. Selain itu, pasangan seksual anda juga dianjurkan berkonsultasi ke dokter walaupun tidak menunjukan gejala, agar penyakit dapat disembuhkan secara tuntas dan mencegah terjadinya kekambuhan berulang.
  3. Sebaiknya menunda hubungan seksual sampai selesai masa pengobatan untuk mencegah penyakit kambuh kembali.

baca juga: 10 Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Gejalanya

Mencegah Infeksi Menular Seksual

Cara mencegah penyakit menular seksual ini pada orang dewasa adalah dengan tidak membiarkan darah atau cairan kelamin orang lain masuk ke dalam tubuh. Bagaimana mungkin?

  • Jangan berganti-ganti pasangan, karena dapat meningkatkan risiko menularnya infeksi menular seksual.
  • Berlaku saling setia atau berhubungan hanya dengan seseorang yang dapat dipastikan hanya berhubungan seks dengan Anda saja.
  • Gunakan alat kontrasepsi kondom  untuk mencegah masuknya transfusi darah tambahan yang belum diperiksa kebersihannya dari IMS ke dalam tubuh. Berhati-hati waktu menangani segala hal yang tercemar oleh darah segar.
  • Mencegah masuknya transfusi darah tambahan yang belum diperiksa kebersihannya dari IMS ke dalam tubuh.
  • Berhati-hati waktu menangani segala hal yang tercemar oleh darah segar.
  • Mencegah pemakaian alat-alat tembus kulit yang tidak steril. Misalnya jarum suntik, alat tato, alat tindik dan sejenisnya.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Patricia Aulia