Penyakit GBS (Guillain Barre Syndrome): Penyebab, Gejala dan Pengobatan

GBS-adalah-doktersehat

DokterSehat.Com – Penyakit Guillain Barre Syndrome atau penyakit GBS adalah gangguan di mana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf tepi. Penyakit GBS adalah penyakit yang bisa menjangkiti semua tingkatan usia mulai dari anak-anak sampai dewasa, namun jarang ditemukan pada manula. Penyakit GBS adalah penyakit lebih sering ditemukan pada kaum pria.

Apa Itu Guillain Barre Syndrome (GBS)?

Perlu Anda ketahui, penyakit GBS bukan penyakit turunan, penyakit ini tidak dapat menular lewat kelahiran, terinfeksi atau terjangkit dari orang lain yang mengidap GBS. Namun, GBS adalah penyakit yang timbul seminggu atau dua minggu setelah terjadinya infeksi usus atau tenggorokan.

Karena sindrom ini menyerang saraf tepi (autoimun), maka 3 fungsi saraf yaitu fungsi motorik, sensorik dan otonomik bisa terganggu. Fungsi sensorik yaitu mengantarkan informasi dari organ tubuh ke otak untuk dianalisis, seperti suhu, rasa, peraba dan tekanan.

Sementara itu fungsi motorik yaitu mengantarkan perintah dari otak untuk merespon informasi yang datang. Sedangkan fungsi otonomik yaitu mengantarkan perintah dari otak ke organ tubuh, namun tidak bisa dikontrol misalnya gerak jantung dan usus.

Penyebab Penyakit GBS

Penyebab penyakit GBS karena adanya pembengkakan saraf tepi, sehingga mengakibatkan tidak adanya pesan dari otak untuk melakukan gerakan yang dapat diterima oleh otot yang terserang.

Karena banyak saraf yang terserang termasuk saraf sistem imun, maka sistem kekebalan tubuh juga bisa rusak. Bila tidak diperintahkan, maka sistem imun akan mengeluarkan cairan sistem kekebalan tubuh di tempat-tempat yang tidak diinginkan.

Bila segera dilakukan pengobatan maka sistem kekebalan tubuh akan berhenti menyerang saraf dan bekerja sebagaimana mestinya. Maka dari itu, diagnosa penyakit GBS yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah efek fatal dari penyakit GBS ini.

Gejala Penyakit GBS

GBS adalah penyakit yang gejala awalnya seperti ditusuk-tusuk jaram di ujung kaki atau lengan dan munculnya mati rasa di bagian tersebut. Gejala lain yang bisa terjadi adalah kaki terasa berat, mengeras kaku, hingga telapak dan lengan tangan tidak mampu menggenggam erat.

Gejala penyakit GBS lainnya antara lain adalah:

  1. Tekanan darah rendah.
  2. Rasa terbakar.
  3. Kesulitan untuk berjalan atau naik tangga.
  4. Kesulitan berbicara dan mengunyah.
  5. Menurunnya kemampuan menggerakkan mata.

Gejala yang harus lebih diperhatikan, antara lain:

  • Sulit menelan.
  • Kaki susah melangkah.
  • Lengan menjadi sakit dan lemah.
  • Hilangnya fungsi saraf refleks lengan.
  • Tidak bisa menarik napas dalam-dalam.
  • Terus menerus mengeluarkan air liur.

Pada kasus Guillain Barre Syndrome yang parah, penderita bisa mengalami gangguan pencernaan, penghilatan mendi buram, otot lumpuh sementara, aritmia, hipertensi, dan menurunnya kesadaran.

Diagnosis Penyakit GBS

Diagnosa penyakit GBS didapat dari riwayat dan hasil tes kesehatan baik secara fisik maupun tes laboratorium, mulai dari riwayat penyakit, obat-obatan yang biasa diminum, riwayat konsumsi alkohol, infeksi-infeksi yang pernah diderita, hingga gigitan kutu. Dari situ dokter akan menyimpulkan apakah pasien masuk dalam daftar pasien penderita penyakit GBS atau tidak.

Tidak lupa juga riwayat penyakit yang pernah diderita pasien maupun keluarga pasien misalnya diabetes melitus, diet yang pernah dilakukan, semuanya akan diteliti dengan seksama hingga dokter bisa membuat kesimpulan.

Pasien yang diduga mengidap penyakit GBS diharuskan melakukan tes:

  • Tes darah lengkap.
  • Lumbar Puncture.
  • EMG (electromvogram).

Sesuai urutannya, tes pertama akan dilakukan kemudian tes kedua apabila tes pertama tidak terdeteksi adanya penyakit GBS dan selanjutnya.

Apa yang akan terjadi setelah tes dilakukan?

Tanda-tanda melemahnya saraf akan nampak semakin parah dalam waktu 4 sampai 6 minggu, beberapa pasien melemah dalam waktu relatif singkat hingga pada titik lumpuh total dalam hitungan hari, tapi situasi ini amat langka.

Pasien kemudian memasuki tahap tidak berdaya dalam beberapa hari. Pada masa ini biasanya pasien dianjurkan untuk beristirahat total di rumah sakit. Meskipun kondisi dalam keadaan lemah, sangat dianjurkan pasien untuk selalu menggerakkan bagian-bagian tubuh yang terserang untuk menghindari kaku otot.

Ahli fisioterapi biasanya akan sangat dibutuhkan untuk melatih pasien dengan terapi-terapi khusus dan akan memberikan pengarahan kepada keluarga pasien dengan cara melatih pasien penderita penyakit GBS.

Apakah penyakit GBS menyakitkan?

Pasien biasanya merasakan sakit yang akut pada saat menderita penyakit GBS. Terutama di area tulang belakang dan lengan dan kaki, namun ada juga pasien yang tidak mengeluhkan rasa sakit meskipun mereka mengalami kelumpuhan parah.

Rasa sakit muncul dari pembengkakan pada saraf yang terserang, dari otot yang sementara kehilangan suplai energi, ketika posisi duduk dan tidur pasien yang mengalami kesulitan untuk bergerak atau memutar tubuhnya ke posisi nyaman.

Guna melawan rasa sakit, dokter biasanya akan memberikan obat penghilang rasa sakit dan perawat akan memberikan terapi-terapi untuk merelokasi bagian-bagian tubuh yang terserang dengan terapi-terapi khusus. Rasa sakit bisa datang dan pergi dan itu amat normal bagi penderita penyakit GBS.

Penanganan Penyakit GBS

Pasien biasanya akan melemah dalam waktu beberapa minggu, maka dari itu perawatan intensif sangat diperlukan di tahap-tahap di mana penyakit GBS mulai terdeteksi. Sesuai dengan tahap dan tingkat kelumpuhan pasien, maka dokter akan menentukan apakah pasien memerlukan perawatan di ruang ICU atau tidak.

Pengobatan GBS disesuaikan dengan kondisi pasien. Sekitar 25% pasien penderita penyakit GBS akan mengalami kesulitan:

  • Bernapas.
  • Kemampuan menelan.
  • Susah batuk.

Jika sudah mengalami hal di atas, biasanya pasien akan diberikan bantuan alat ventilator untuk membantu pernapasan.

Berapa lama pasien penyakit GBS dapat disembuhkan?

Setelah beberapa waktu, kondisi mati rasa akan berangsur membaik. Pasien harus tetap waspada karena hanya 80% pasien yang dapat sembuh total, tergantung tingkat keparahannya. Bahkan, pasien bisa berjalan dalam hitungan minggu atau tahun.

Namun statistik membuktikan bahwa rata-rata pasien akan membaik dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Pasien dalam kondisi parah akan menyisakan cacat di bagian yang terserang paling parah, sehingga perlu terapi yang cukup lama untuk mengembalikan fungsi-fungsi otot yang layu akibat penyakit GBS. Bisanya memakan waktu maksimal 4 tahun.

Pengobatan Penyakit GBS

Pada dasarnya, pengobatan Guillain-Barre syndrome adalah ditujukan untuk mencegah komplikasi, mengurangi gejala, dan mempercepat penyembuhan. Berikut adalah pengobatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Immunoglobulin

Salah satu pengobatan GBS yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi obat GAMAMUNE (immunoglobulin) dosis tinggi. Biasanya obat ini diinfuskan pada pasien dengan jumlah yang dihitung dari berat badan. Agar lebih jelas, Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat untuk pengobatan GBS.

2. Plasmapheresis

Sebuah prosedur mengambil cairan darah (plasma) yang kemudian dipisahkan dari sel-sel darah. Apabila sudah dipisahkan, sel-sel darah tersebut akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh untuk mengganti plasma yang sudah dikeluarkan.

Selain dua pengobatan di atas, pengobatan lainnya yang bisa dicoba adalah:

  • Menggunakan obat pengencer darah.
  • Menggunakan alat bantu pernapasan.
  • Pemberian obat nyeri.
  • Fisioterapi untuk mencegah otot kaku.

Hal penting yang harus Anda ketahui adalah pengobatan dan terapi yang dilakukan tidak bisa menjamin kesembuhan total. Kesembuhan hanya bisa dicapai sekitar 80 persen itu pun dengan waktu minggu, bulan hingga tahunan. Pada beberapa kasus, beberapa orang menunjukkan hasil yang positif, namun sebagian akan mengalami gangguan keseimbangan hingga lumpuh.

Pada akhirnya, jika ada yang bertanya apakah penyakit GBS dapat kambuh lagi, maka jawabannya adalah ‘dapat’. Namun, kambuhnya GBS adalah sesuatu yang jarang terjadi.

Biasanya, ketika kambuh kembali, penyakit GBS juga akan menunjukkan gejala yang lebih ringan dari sebelumnya. Pengobatan GBS dan perawatan yang tepat sangat membantu untuk kesembuhan penyakit ini.