Terbit: 3 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Setiap ibu yang melahirkan pasti akan mengalami perdarahan setelah melahirkan atau yang disebut dengan masa nifas.

Mengenal Lochia, Perdarahan Setelah Persalinan

Perdarahan ini adalah mekanisme alami dari tubuh untuk membersihkan rahim dari darah dan plasenta selama yang terbentuk selama hamil. Salah satu yang ikut luruh dan dikeluarkan pada masa nifas adalah lokia.

Lokia terdiri dari darah, sisa-sisa lapisan rahim, sel lemak janin, rambut janin, dan kotoran janin saat berada di dalam rahim. Lokia akan berubah warna dan kekentalannya dari sejak hari pertama kelahiran.

Pada hari pertama hingga ketiga umumnya lokia mengandung banyak darah sehingga warnanya merah cerah dan terlihat seperti menstruasi yang sangat berat. Jenis lokia ini dsiebut sebagai lokia kubra.

Proses selanjutnya adalah lokia sanguinolenta yang berwarna kuning dan berisi darah dan lendir. Umumnya perubahan antara penampilan lokia kubra ke lokia sanguinolenta berlangsung selama 1 minggu.

Setelah lokia sanguinolenta, tahapan selanjutnya adalah lokia serosa, yaitu cairan yang berwarna kuning kecoklatan lalu berubah menjadi warna merah muda. Cairan ini berisi serpihan jaringan, sel-sel darah merah dan darah putih, serta sisa lendir mulut rahim. Lokia serosa dapat keluar ketika 2 minggu hingga 1 bulan setelah persalinan.

Tahapan terakhir, cairan lokia akan berwarna kekuningan lalu bening yang disebut lokia alba. Lokia ini berisi sedikit sel darah merah, sel darah putih, serpihan jaringan pelapis dinding rahim, kolesterol, lemak dan lendir.

Lokia alba umumnya berlangsung sekitar 2 minggu, mulai dari minggu ke 4 sampai minggu ke 6. Bila cairan lokia sudah mulai berwarna bening maka nifas Anda akan berlangsung normal.

Beberapa tips di masa nifas yang bisa Anda coba di rumah, seperti dikutip dari babycenter antara lain gunakan pembalut dengan daya serap esktra di awal masa nifas. Setelah intensitasnya mulai normal, Anda bisa beralih menggunakan pembalut reguler. Hindari penggunaan tampon karena dapat menyebabkan infeksi di vagina atau rahim.

Pada masa nifas Anda juga disarankan untuk sering berkemih meskipun sedang tidak ingin buang air kecil. Saluran air kemih Anda mungkin tidak akan sepeka sebelumnya sehingga Anda tidak merasa perlu buang air kecil ketika kandung kemih Anda penuh.

Anda patut waspada jika menemui gejala infeksi seperti darah nifas Anda berbau busuk, demam, darah nifas tetap kental dan berwarna merah terang sesudah minggu pertama dan perut terasa sakit di bagian bawah sebelah kiri atau kanan. Jika Anda mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri Anda ke dokter.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi