Chronic myelogenous leukemia (CML) atau banyak masyarakat menyebut dengan leukimia CML yaitu kanker yang memengaruhi sel-sel darah dan sumsum tulang.  Selain itu, CML dapat juga disebut chronic myeloid leukemia dan chronic granulocytic leukemia. Simak penjelasan mengenai penyebab, gejala, diagnosis, dan pengobatan selengkapnya di bawah ini.

leukimia-cml-doktersehat

Penyebab Leukimia CML

Leukemia CML terjadi ketika ada sesuatu yang tidak beres pada gen di sel sumsum tulang. Tidak jelas apa yang awalnya memicu proses ini, akan tetapi terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan CML adalah:

  • Kromosom Berkembang Abnormal

Sel manusia terdiri dari 23 pasang kromosom. Kromosom-kromosom ini menyimpan DNA yang berisi instruksi (gen) yang mengendalikan sel-sel dalam tubuh. Seseorang yang memiliki leukimia CML, kromosom dalam sel darah saling bertukar bagian. Bagian dari kromosom 9 mengganti tempat-tempat dengan bagian kromosom 22, kemudian menciptakan kromosom ekstra pendek 22 dan kromosom ekstra panjang 9.

  • Kromosom Abnormal Menciptakan Gen Baru

Gen dari kromosom 9 bergabung dengan gen dari kromosom 22 untuk membuat gen baru yang disebut BCR-ABL. Gen BCR-ABL berisi instruksi yang memberitahu sel darah abnormal untuk memproduksi banyak protein yang disebut tyrosine kinase. Tyrosine kinase meningkatkan kanker dengan membiarkan sel darah tertentu tumbuh di luar kendali.

  • Gen Baru Mengganggu Sel Darah Sehat

Ketika sumsum tulang berfungsi secara normal, ia menghasilkan sel-sel yang belum matang (sel-sel induk darah) secara terkendali. Sel-sel ini kemudian matang dan mengkhususkan ke dalam berbagai jenis sel darah yang beredar di tubuh yaitu sel darah merah, sel darah putih dan trombosit.

Pada leukimia CML, proses ini tidak bekerja dengan baik. Tyrosine kinase yang disebabkan oleh gen BCR-ABL memungkinkan terlalu banyak sel darah putih untuk berkembang. Sebagian besar atau semua sel ini mengandung kromosom yang abnormal. Sel darah putih yang sakit tidak tumbuh dan mati seperti sel normal. Kemudian sel-sel darah putih yang sakit menumpuk dalam jumlah besar, memadatkan sel-sel darah sehat dan merusak sumsum tulang.

– Iklan –

Faktor Risiko yang Meningkatkan Leukimia CML

  • Orang-orang yang lanjut usia.
  • Laki-laki.
  • Paparan radiasi.  Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini disebabkan oleh paparan radiasi yang sangat tinggi, seperti selamat dari ledakan bom atom atau kecelakaan reaktor nuklir. Sedikit peningkatan risiko juga terjadi pada beberapa orang yang diobati dengan terapi radiasi dosis tinggi untuk kanker lain, seperti limfoma.

Gejala Leukimia CML

CML adalah kondisi yang memiliki tiga fase: kronis, accelerated, dan blastic. Berikut penjelasannya:

1. Fase Kronis

Ini adalah tahap paling awal dan paling mudah untuk diobati. Kondisi ini sering kali tidak memiliki gejala.

2. Fase Accelerated

Selama periode ini, jumlah sel darah yang tidak berfungsi dengan benar meningkat. Anda mungkin mendapatkan beberapa gejala seperti:

  • Merasa sangat lelah.
  • Demam.
  • Muncul memar.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Napas pendek.
  • Menurunnya berat badan.
  • Terjadi pembengkakan atau rasa sakit di sisi kiri (bisa menjadi tanda limpa membesar).
  • Tulang terasa sakit.

Gejala lain yang mungkin terjadi yaitu stroke, perubahan penglihatan, dering di telinga, merasa seperti berada dalam keadaan linglung, dan mendapatkan ereksi berkepanjangan.

3. Fase Blastic

Sel-sel leukemia berlipat ganda dan mengeluarkan sel darah dan trombosit yang sehat. Pada tahap ini, Anda akan memiliki gejala yang lebih parah, termasuk:

  • Infeksi.
  • Perdarahan.
  • Perubahan kulit termasuk benjolan atau tumor.
  • Kelenjar membengkak.
  • Sakit tulang.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda memiliki tanda atau gejala terus-menerus yang mengkhawatirkan.

Diagnosis Leukimia CML

CML diagnosa bisa dilakukan dengan melakukan beberapa tes dan prosedur, di antaranya:

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter akan memeriksa tanda-tanda vital seperti denyut nadi dan tekanan darah. Selain itu, dokter juga akan mengecek kelenjar getah bening, limpa dan perut, untuk menentukan apakah mengalami pembesaran.

  • Tes Darah

Pemeriksaan darah lengkap dapat mengungkapkan kelainan pada sel darah, seperti jumlah sel darah putih yang sangat tinggi. Tes kimia darah untuk mengukur fungsi organ diperlukan guna membantu dokter membuat diagnosis.

  • Tes Sumsum Tulang

Biopsi sumsum tulang dan aspirasi sumsum tulang digunakan untuk mengumpulkan sampel sumsum tulang untuk pengujian di laboratorium. Tes ini melibatkan pengumpulan sumsum tulang dari tulang pinggul.

  • Tes untuk Mencari Kromosom Philadelphia

Tes khusus seperti fluoresensi in situ hybridization (FISH) dan polymerase chain reaction (PCR), menganalisis sampel darah atau sumsum tulang untuk melihat ada tidaknya kromosom Philadelphia atau gen BCR-ABL.

Pengobatan Leukimia CML

Tujuan dari perawatan leukimia CML adalah untuk menghilangkan sel-sel darah yang mengandung gen BCR-ABL abnormal yang menyebabkan melimpahnya sel-sel darah yang tidak sehat. Pada umumnya, pengobatan dimulai dengan obat-obatan yang ditargetkan untuk mencegah penyakit ini berkembang.

  • Obat-obatan

Obat-obatan ini dirancang untuk menyerang kanker yang berfokus pada aspek tertentu dari sel kanker yang memungkinkan mereka untuk tumbuh dan berkembang biak. Target obat ini adalah protein yang diproduksi oleh gen BCR-ABL—tyrosine kinase.

Obat yang menghambat perkembangan tyrosine kinase meliputi: imatinib, dasatinib, nilotinib, bosutinib, dan ponatinib. Obat ini adalah pengobatan awal untuk orang yang didiagnosis dengan leukimia CML. Efek samping dari obat-obatan yang ditargetkan ini termasuk pembengkakan pada kulit, mual, kram otot, kelelahan, diare dan ruam kulit.

Jika penyakit tidak merespon atau menjadi resisten terhadap obat yang ditargetkan, dokter dapat mempertimbangkan obat-obatan yang ditargetkan lainnya, seperti omacetaxine atau perawatan lainnya. Dalam situasi tertentu,  dokter juga mungkin mempertimbangkan untuk menghentikan pengobatan dengan obat-obatan yang ditargetkan setelah mempertimbangkan manfaat dan risikonya.

  • Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang juga disebut transplantasi sel induk. Prosedur ini menawarkan penyembuhan definitif untuk leukimia CML. Meski begitu, transplantasi sumsum tulang memiliki risiko dan membawa tingkat komplikasi serius yang tinggi.

Selama transplantasi sumsum tulang, obat kemoterapi dosis tinggi digunakan untuk membunuh sel pembentuk darah di sumsum tulang. Kemudian sel-sel induk darah dari donor dimasukkan ke dalam aliran darah . Sel-sel baru membentuk sel-sel darah baru yang sehat untuk menggantikan sel-sel yang sakit.

  • Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan obat untuk membunuh sel-sel yang tumbuh cepat dalam tubuh, termasuk sel-sel leukemia. Obat kemoterapi kadang-kadang dikombinasikan dengan terapi obat yang ditargetkan untuk mengobati leukimia CML yang agresif. Efek samping dari obat kemoterapi tergantung pada obat apa yang digunakan.

Pencegahan Leukimia CML

Pada dasarnya, tidak ada cara untuk mencegah leukimia CML. Bagi sebagian orang, ketika perawatan telah dicoba dan tidak mengendalikan kanker, mungkin sudah saatnya untuk menimbang manfaat dan risiko untuk mencoba perawatan baru.

 

  1. Chronic myelogenous leukemia. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-myelogenous-leukemia/symptoms-causes/syc-20352417. (Diakses pada 10 Januari 2020).
  2. CHRONIC MYELOID LEUKEMIA. https://www.lls.org/leukemia/chronic-myeloid-leukemia. (Diakses pada 10 Januari 2020).
  3. Chronic Myelogenous Leukemia (CML). https://www.webmd.com/cancer/lymphoma/cml-need-to-know-first#1. (Diakses pada 10 Januari 2020).