Terbit: 5 April 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com -Tubuh manusia sebenarnya terdapat cukup banyak bakteri atau mikroba yang hidup baik secara mutualisme atau hanya keuntungan sepihak saja. Sayangnya, kalau jumlah bakteri atau mikroba itu membesar, tubuh akan mengalami efek samping yang besar dan butuh disembuhkan agar masalah tidak terus berlanjut.

4 Jenis Patogen Berbahaya dan Cara Mencegahnya Masuk ke Tubuh

Sedikit berbeda dengan mikroba yang memang sudah hidup di dalam tubuh manusia, patogen sudah merugikan sejak masuk ke dalam tubuh. Patogen yang jenisnya akan kita bahas pada artikel ini menggunakan tubuh inangnya untuk melipatkan diri, menyebabkan sakit, dan bersiap untuk menular.

Nah, agar kita tidak mudah sakit dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya untuk mengenal jenis patogen dan cara mencegahnya masuk ke tubuh.

Jenis-jenis patogen yang berbahaya

Jenis patogen sebenarnya ada banyak, tapi dikelompokkan menjadi 4 berdasarkan kemampuan penyebaran dan cara penyembuhannya. Berikut beberapa jenis patogen yang berbahaya.

  1. Virus

Virus adalah mikroba yang terdiri dari komponen genetik seperti DNA atau RNA. Selanjutnya virus akan diselubungi lapisan protein yang membuat mereka bisa bertahan hidup. Saat virus masuk ke tubuh dan melakukan infeksi, mereka menggunakan komponen pada tubuh untuk melakukan duplikasi dan memperbanyak jumlahnya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Setelah virus menggandakan diri, virus baru akan dilepas dan menginfeksi tubuh ke area yang sudah terinfeksi. Beberapa jenis virus yang masuk ke dalam tubuh adalah dorman dan hanya menyerang kalau daya tahan tubuh rendah. Sebaliknya banyak juga virus yang langsung menyerang dan menyebabkan infeksi di mana-mana.

Virus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Biasanya dokter akan berusaha untuk mengatasi gejala yang ditimbulkan sehingga daya tahan tubuh bisa meningkat dan mengatasi virus yang menyebar.

  1. Bakteri

Bakteri adalah organisme dengan sel tunggal yang mampu menyebabkan infeksi pada tubuh. Jenis bakteri ada banyak mulai dari bentuk, ukuran, dan juga kemampuan yang dimilikinya. Biasanya kondisi lingkungan juga memengaruhi kinerja dari bakteri ini sendiri. Oh ya, tidak semua bakteri menyebabkan masalah. Yang menyebabkan masalah disebut bakteri patogen.

Tubuh kita memiliki bakteri dalam jumlah banyak. Namun, tidak menyebabkan masalah kecuali dipicu kondisi tertentu. Menurut WHO pengobatan akibat infeksi bakteri bisa dilakukan dengan antibiotik. Sayangnya kalau tubuh overdosis menggunakan antibiotik ini, bakteri bisa mengalami kebal.

  1. Jamur

Jamur jenisnya ada banyak, bahkan jutaan. Namun, hana ratusan yang bisa menyebabkan masalah pada manusia entah karena racun atau kemampuannya tumbuh di sel tubuh. Beberapa jenis jamur hidup di wajah manusia hingga ke area kemaluan seperti Candida aurus yang menyebabkan infeksi parah.

Jamur yang sudah masuk dan melakukan infeksi masif akan sedikit susah diatasi. Pasalnya ada banyak membran yang tebal melindungi inti dari jamur. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan mengamati sebelum tersebar ke mana-mana.

  1. Parasit

Parasit adalah hewan kecil yang masuk dan bisa hidup di tubuh inangnya. Beberapa jenis parasit yang sering sekali masuk ke dalam tubuh adalah cacing, beberapa jenis serangga, dan protozoa. Semuanya menyebabkan masalah pada tubuh khususnya tempat mereka hidup. Biasanya parasit hidup di otot, saluran cerna, dan organ lainnya.

Mencegah masuknya patogen ke dalam tubuh

Mencegah patogen untuk masuk ke dalam tubuh bisa dilakukan dengan banyak hal. Apalagi jenis patogen ada banyak dan jenis penyakitnya pun beragam. Kalau Anda ingin selalu hidup sehat, paling tidak lakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Selalu mencuci tangan saat akan melakukan apa pun khususnya makan tanpa sendok atau menyentuh area mulut dan hidung. Tangan adalah sarang patogen yang sering sekali kita abaikan.
  • Sebisa mungkin mendapatkan vaksin khususnya untuk mencegah penyakit yang sering sekali terjadi dan menyebabkan dampak besar pada tubuh.
  • Kalau tubuh sudah merasa tidak nyaman dan sakit, ada baiknya untuk segera minum vitamin dan tidak keluar rumah.
  • Sebelum memasak ada baiknya mencuci dengan bersih dan memasaknya dengan benar. Ada beberapa makanan yang berbahaya kalau tidak dimasak dengan baik. Misal tanaman air seperti kangkung yang bisa membawa bakteri atau daging yang dimasak dengan tidak matang dan masih mengandung cacing.
  • Tidak saling bertukar barang. Misal Anda menggunakan handuk atau alat untuk mencukur kumis, jangan pinjamkan ke orang lain atau sebaliknya. Barang-barang personal adalah salah satu gerbang utama penyebaran patogen dari dan ke tubuh Anda.
  • Saat berada di luar ruangan saat musim sakit atau berada di ruangan yang banyak orang sakitnya, ada baiknya untuk menggunakan masker. Meski ada kemungkinan patogen tetap masuk, setidaknya Anda sudah berusaha untuk mencegahnya.
  • Gunakan obat atau cairan untuk mencegah serangga menggigit tubuh Anda. Dari serangga banyak sekali penyakit yang menular seperti chikungunya hingga demam berdarah dengue.
  • Melakukan seks dengan sehat dan aman. Kalau melakukan seks dengan bukan pasangan atau pasangan yang berisiko memiliki penyakit, selalu gunakan kondom. Aneka jenis seks mulai dari sek vaginal, anal, dan oral disarankan untuk tetap menggunakan pengaman.
  • Selalu makan makanan yang diproses dengan baik dan tidak membeli makanan sembarangan yang dijual di jalanan. Kita tahu apakah makanan itu sudah dihinggapi lalat atau tidak.
  • Selalu jaga sanitasi tubuh dengan baik seperti mandi secara rutin dan mengganti pakaian dalam 2 kali sehari.
  • Jauhi daerah yang sedang mengalami pandemi atau wabah penyakit tertentu.

Mengingat jumlah patogen yang berbahaya di luaran sana ada banyak, kita disarankan untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas. Jangan sampai karena kita ceroboh, patogen yang mematikan justru masuk ke dalam tubuh. Nah, dari beberapa jenis patogen yang dijelaskan di atas, mana saja yang pernah menginfeksi tubuh Anda selama ini?

 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi