DokterSehat.Com – Setelah menikah dan akhirnya memiliki momongan, pasangan akan berusaha untuk mengendalikan kehamilan yang terjadi. Untuk mengendalikan kehamilan yang tidak diinginkan dan tetap melancarkan kehidupan seks, pasangan akan melakukan KB dengan memilih beberapa alat kontrasepsi sesuai dengan keinginan.

jenis-kontrasepsi-doktersehat

Jenis Kontrasepsi dan Manfaatnya

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan KB dan mengendalikan kehamilan yang tidak diinginkan atau direncanakan, kenali dahulu kontrasepsi yang dipilih. Beberapa kontrasepsi memiliki efek samping pada wanita secara langsung dan kepada pria secara tidak langsung.

Nah, agar kontrasepsi yang Anda pilih tidak sampai salah dan membuat kedua belah pihak tidak nyaman, terlebih dahulu simak jenis-jenisnya di bawah ini.

  1. Kontrasepsi Alami

Kontrasepsi alami adalah bentuk pengendalian kehamilan yang dilakukan langsung oleh pasangan tanpa alat bantu. Metode yang dilakukan adalah menghindari terjadi pembuahan secara langsung sehingga pria tidak akan mengalami ejakulasi di dalam vagina. Mereka akan menarik penis keluar sebelum mengalami orgasme (coitus interruptus).

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan kalender. Pasangan harus tahu kapan waktu ovulasi dan masa subur berjalan. Seks dilakukan di luar masa itu sehingga ejakulasi di dalam tidak akan berisiko sebabkan kehamilan yang tidak diinginkan.

Sayangnya kontrasepsi yang dilakukan secara alami ini rawan sekali mengalami banyak gangguan. Coba bayangkan saat melakukan ejakulasi di luar, tapi sperma justru keluar terlebih dahulu di dalam vagina. Bisa saja pembuahan terjadi dan akhirnya pencegahan tidak bisa dilakukan.

Selanjutnya untuk hitungan kalender juga bisa mengalami gangguan kalau sampai ada maju atau mundurnya jadwal menstruasi. Kalau hal ini sampai terjadi, bisa saja pembuahan terjadi tanpa disadari sebelumnya. Oleh karena itu kontrasepsi ini bisa dilakukan hanya kalau Anda benar-benar lihai dan berpengalaman.

  1. Kontrasepsi Jenis Hormonal

Kontrasepsi jenis kedua yang sering dipilih oleh pasangan dan metodenya dilakukan oleh wanita adalah kontrasepsi jenis hormonal. Kontrasepsi ini biasanya dilakukan dengan mengonsumsi pil atau mendapatkan suntikan yang di dalamnya terdapat hormon seperti progesteron dan estrogen.

Dengan menggunakan kontrasepsi ini tubuh akan memiliki mekanisme penolakan terhadap pembuahan yang terjadi pada rahim. Meski pasangan berhubungan badan dan pria melakukan ejakulasi di dalam, pasangan tidak akan mengalami kehamilan.

Kontrasepsi ini banyak dipilih pasangan karena tidak memberikan efek sakit pada wanita. Meski demikian, beberapa wanita jadi mengalami obesitas setelah beberapa bulan menjalani KB hormonal.

  1. Kontrasepsi Pelindung

Kontrasepsi pelindung adalah jenis pengendali kehamilan yang bisa dipakai oleh pria atau wanita. Pada pria, jenis kontrasepsi yang bisa dipilih adalah kondom yang banyak beredar di pasaran. Sementara itu pada wanita, kontrasepsi yang bisa dipilih adalah diafragma atau kondom wanita.

Kondom akan melindungi pasangan dari kehamilan yang tidak diinginkan. Begitu pria mengalami ejakulasi, sperma akan ditampung oleh kondom atau diafragma sehingga kemungkinan terjadi kehamilan cukup kecil.

Saat ini pasangan muda banyak menggunakan kondom untuk pengendalian kehamilannya. Selain mudah didapatkan, kondom juga memiliki variasi bentuk, tekstur, warna, dan rasa. Kontrasepsi ini juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit seksual.

  1. Kontrasepsi di Dalam Rahim

Kontrasepsi yang dimasukkan di dalam rahim biasanya berbentuk huruf T yang menghambat sperma masuk. Kontrasepsi yang sering disebut dengan IUD ini juga mengandung hormon yang memengaruhi fungsi reproduksi wanita sehingga kehamilan tidak akan terjadi.

Oh ya, kontrasepsi jenis ini biasanya bertahan selama 5-10 tahun setelah pemasangan. Pada awal pemasangan, wanita biasanya merasakan sakit yang sangat besar meski lambat laun rasa sakit itu akan hilang dengan sendirinya.

  1. Kontrasepsi Jenis Operatif

Kontrasepsi jenis operatif ini adalah jenis kontrasepsi yang dilakukan dengan memutus fungsi reproduksi pada pria atau wanita. Pada wanita aka nada metode tubektomi dengan mencegah peluncuran ovum ke rahim saat terjadi ovulasi sehingga pembuahan tidak terjadi.

Sementara itu pada pria, metode yang dilakukan adalah vasektomi. Saluran yang meluncurkan sperma keluar diputus sehingga mani yang keluar hanyalah cairan biasa yang di dalamnya tidak terdapat sel sperma.

Cara Memilih Kontrasepsi yang Tepat

Semua jenis kontrasepsi bisa digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Meski demikian, beberapa jenis kontrasepsi memiliki kecocokan yang berbeda-beda. Sebelum memilih kontrasepsi, perhatikan beberapa hal di bawah ini.

  • Diskusikan dahulu dengan pasangan terkait dengan kecocokannya. Kadang kecocokan ini berbeda-beda. Ada yang cocok dengan IUD dan ada yang cocok pakai kondom.
  • Diskusikan juga kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kontrasepsi. Beberapa cenderung tidak suka IUD karena saat bercinta penisnya sakit seperti tertusuk dengan sesuatu. Wanita sering tidak suka dengan kontrasepsi hormonal karena bisa membuat tubuh jadi gemuk.
  • Mencoba dahulu tidak masalah untuk mengetahui ada banyak efek positif atau justru sebaliknya. Kalau banyak dampak positifnya, kontrasepsi itu bisa digunakan.
  • Pilih yang mudah sekali didapatkan atau dipasangkan. Saat ini sebenarnya hampir semua kontrasepsi mudah didapatkan. Namun, karena kondisi tertentu Anda hanya bisa menggunakan satu atau dua pilihan saja.

Inilah lima jenis kontrasepsi yang bisa Anda pilih sebelum memanfaatkannya sebagai pengendalian kehamilan. Lakukan konsultasi dengan dokter dan pasangan agar apa yang dipilih sudah tepat dan sesuai kebutuhan.

 

 

Sumber:

  1. Anonim. 2019. The different types of contraception. https://www.nhsinform.scot/healthy-living/contraception/getting-started/the-different-types-of-contraception. (Diakses pada 30 Oktober 2019)
  2. Anonim. 2019. 9 types of contraception you can use to prevent pregnancy (with pictures!). https://www.health.qld.gov.au/news-events/news/types-contraception-women-condoms-pill-iud-ring-implant-injection-diaphragm. (Diakses pada 30 Oktober 2019)
  3. Planned Parenthood. Birth Control. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control. (Diakses pada 30 Oktober 2019)
  4. CDC. Birth Control Methods. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/index.htm. (Diakses pada 30 Oktober 2019)