Mengenal Jenis Aroma Vagina dan Kondisi Kesehatannya

mengenal-macam-macam-aroma-vagina-doktersehat

DokterSehat.Com – Aroma vagina memang khas seperti halnya aroma dari penis. Namun, pada kondisi tertentu, aroma dari vagina bisa berubah dengan drastis. Aroma dari vagina ini berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan vagina dan wanita secara menyeluruh. Mengetahui aroma vagina dengan jelas akan membuat wanita lebih bisa menjaga kesehatan tubuhnya.

Nah, karena kita kadang tidak tahu aroma apa saja yang keluar dari vagina, ada baiknya untuk melakukan pengecekan setiap beberapa hari sekali. Masuknya satu jari ke liang vagina hingga 1-2 ruas. Selanjutnya keluarkan lagi dan cium aromanya. Biasanya akan ada beberapa jenis aroma di bawah ini.

  1. Tajam atau fermentasi

Kalau aroma vagina agak tajam dan aromanya mirip sekali dengan fermentasi makanan seperti yoghurt atau mungkin tapai, Anda tidak perlu khawatir. Aroma itu berasal dari bakteri yang bernama Lactobacillus. Bakteri ini melindungi vagina dari radikal bebas yang masuk sehingga infeksi tidak akan terjadi.

Munculnya aroma yang tajam dan mirip dengan bau fermentasi karena pH dari vagina berada pada angka 3.8-4.5. Dengan angka ini, kondisi vagina sedang sehat sehingga berbagai masalah yang mengganggu tidak akan muncul.

  1. Aroma tembaga

Aroma tembaga aroma besi erat hubungannya dengan zat besi yang keluar atau berada di dalam vagina. Kalau aroma vagina sudah seperti itu tandanya akan ada menstruasi yang keluar. Darah yang mengandung zat besi mengeluarkan aroma tembaga yang kuat. Aroma ini biasanya muncul saat PMS.

Kalau Anda melakukan seks dengan intens hingga muncul perdarahan di dalam vagina, kemungkinan aroma tembaga akan muncul lagi. Kalau Anda tidak melakukan seks dan jauh dari waktu menstruasi, kemungkinan terjadi perdarahan akibat penyakit cukup besar. Sebaiknya segera memeriksakan diri.

  1. Aroma amonia

Kalau aroma dari vagina yang keluar mirip dengan amonia atau bau yang agak pesing dan pekat, kemungkinan ada dua kondisi yang terjadi. Pertama adalah dehidrasi yang menyebabkan ginjal menghasilkan banyak amonia di dalam tubuh. Setelah minum air putih dalam jumlah banyak, aroma ini akan berkurang.

Selanjutnya kondisi seperti bacterial vaginosis juga menyebabkan aroma ini. Perubahan bakteri di dalam vagina ini juga menyebabkan rasa tidak nyaman dan memicu terjadinya keputihan.

  1. Aroma ikan

Aroma dengan bau ikan ini bisa muncul karena dua hal. Pertama adalah bacterial vaginosis yang muncul karena perubahan bakteri di dalam vagina. Kalau sudah parah dan terjadi infeksi akan menyebabkan rasa nyeri, perih, dan panas.

Selanjutnya ada kondisi penyakit bernama trichomoniasis. Penyakit seks ini sebenarnya mudah disembuhkan. Namun, kalau dibiarkan bisa berakibat fatal pada tubuh.

  1. Aroma busuk

Aroma busuk yang muncul pada vagina bisa terjadi karena wanita jarang sekali menjaga sanitasinya. Misal saat menstruasi jarang sekali mengganti pembalutnya sehingga darah mengering dan bakteri berkembang cukup pesat.

Wanita yang menggunakan tampon juga saat menstruasi juga kerap memiliki vagina dengan aroma busuk. Saat menstruasi sanitasi wajib diperhatikan agar tidak infeksi.

  1. Aroma agak manis

Vagina bisa memiliki aroma agak manis dan menyegarkan. Kondisi ini bisa terjadi karena ada perubahan pada bakteri yang ada di dalam vagina. Selain itu, cairan ekskresi akibat wanita sering mengonsumsi makanan manis juga menyebabkan aroma itu terus muncul. Cairan vagina yang keluar pun agak manis.

Dari beberapa jenis aroma vagina yang dibahas di atas. Adakah jenis aroma yang pernah Anda miliki? Semoga setelah mengetahui jenis aroma vagina di atas kita bisa lebih tahu tentang kondisi kesehatan tubuh dan segera mengatasinya kalau ada masalah.