11 Ciri-Ciri Hamil Anggur yang Harus Anda Kenali

ciri-ciri-hamil-anggur-doktersehat

DokterSehat.Com – Tidak semua kehamilan mendatangkan kebahagiaan bagi pasangan. Terdapat jenis kehamilan yang justru bisa membuat pasangan tidak bahagia yaitu kehamilan anggur. Berikut ini adalah ciri ciri hamil anggur yang wajib Anda ketahui.

Penyebab dan Jenis Hamil Anggur

Sebelum menjelaskan mengenai ciri ciri hamil, hal penting yang harus Anda kenali adalah penyebab hamil anggur. Hamil anggur sendiri disebabkan karena ketidakseimbangan kromosom selama kehamilan.

Kondisi ini bisa terjadi apabila sel telur yang dibuahi tidak memiliki infromasi genetika atau 1 sel telur normal dibuahi oleh dua sperma secara bersamaan. Penyebab inilah yang akan mengelompokkan hamil anggur dalam 2 kategori, yaitu:

1. Hamil anggur lengkap

Sel telur yang tidak mengandung informasi genetika dan dibuahi oleh sperma dan tidak berkembang menjadi fetus, melainkan sekumpulan jaringan abnormal yang disebut mola, yang lama-kelamaan dapat memenuhi rahim.

2. Hamil anggur parsial

Apabila 1 sel telur normal dibuahi oleh 2 sperma maka hal ini disebut hamil anggur parsial. Jaringan fetus yang berhasil berkembang akan mengalami kecacatan atau kelainan yang serius, sementara jaringan plasenta akan berkembang abnormal menjadi mola.

Gejala dan Ciri Ciri Hamil Anggur

Sebelum menjelaskan mengenai ciri hamil anggur, perlu Anda ketahui bahwa gejala hamil anggur pada awalnya memunculkan gejala yang sama seperti kehamilan normal pada umumnya. Namun setelah beberapa waktu, ciri ciri hamil anggur yang bisa muncul di antaranya:

1. Rasa nyeri pada tulang panggul

Dibanding pria, seorang wanita lebih sering menderita nyeri pada bagian panggul. Ciri ciri hamil anggur yang pertama ini dapat terlihat dari rasa nyeri di panggul. Itulah sebabnya, rasa nyeri panggul sering kali dikaitkan dengan organ reproduksi pada wanita.

2. Kista berbentuk anggur keluar dari vagina

Ciri ciri hamil anggur berikutnya adalah munculnya kista. Tanda-tanda kista ovarium yang perlu diperhatikan adalah rasa nyeri pada tulang panggul, siklus menstruasi tidak teratur, nyeri saat berhubungan seksual, sulit buang air besar dan kecil serta sulit untuk hamil.

3. Menyebabkan mual dan muntah yang parah

Mual dan muntah adalah gangguan yang sering terjadi pada kehamilan normal, namun ciri ciri hamil anggur terlihat dari keluhan mual dan muntah yang sangat parah dengan frekuensi yang lebih sering. Dampak lanjutannya kondisi ini bisa berlanjut menjadi hiperemesis gravidarum.

4. Perdarahan pada vagina di trimester pertama

Memasuki trimester pertama sekitar minggu ke-8, ciri ciri hamil anggur bisa terlihat dari gejala yang paling khas yaitu perdarahan vagina. Perdarahan dari vagina bisa berwarna coklat gelap hingga merah terang.

5. Membesarnya ovarium

Kadar HCG yang terlalu tinggi bisa menyebabkan ovarium menjadi lebih besar dari  kehamilan biasanya. Meski tak teraba karena terletak di perut bawah kanan dan kiri, namun rasa penuh atau desakan akibat membesarnya ovarium bisa terjadi.

6. Anemia

Terlepas dari ciri ciri hamil anggur, pada dasarnya anemia lebih sering terjadi pada wanita. Seseorang dikatakan mengalami anemia apabila mempunyai kadar hemoglobin yang rendah, pada perempuan nilai normal hemoglobin 12-16 gr/dl, sedangkan pada pria nilai normal 13,5-18 gr/dl. Ciri hamil anggur ini biasanya terlihat pucat dan lemas.

7. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme lebih cenderung terjadi pada wanita. Kondisi ini bisa muncul pada usia 20-40 tahun. Karena hipertiroidisme membuat kadar hormon tiroksin di dalam tubuh menjadi tinggi, maka hormon ini bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh.

Gejala-gejala penyakit hipertiroid yang bisa terjadi seperti detak jantung tidak teratur, keluarnya keringat berlebihan, kelelahan, dan gugup.

8. Meningkatnya kadar HCG

Hamil anggur membuat hormon kehamilan HCG terbentuk secara berlebihan. Hal ini  membuat sejumlah gejala kehamilan terasa lebih berat.

9. Rahim tampak lebih besar dari usia kandungan yang seharusnya

Pertumbuhan jaringan hamil anggur lebih cepat jika dibandingkan dengan jaringan kehamilan normal. Kondisi ini membuat ukuran rahim pada hamil anggur jauh lebih besar dari usia kehamilan seharusnya. Sedangkan pada kasus hamil anggur parsial, ukuran rahim bisa lebih kecil dari biasanya.

10. Preeklamsia

Preeklamsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ. Meski tidak selalu menyertai, tekanan darah tinggi selama trimester pertama atau di awal trimester kedua bisa menjadi ciri ciri hamil anggur yang patut diwaspadai. Oleh karena itu, jangan lewatkan pemeriksaan tensi darah saat memasuki awal kehamilan.

11. Pertumbuhan uterus yang cepat

Ciri ciri hamil anggur yang terakhir adalah pertumbuhan rahim atau uterus yang tidak normal. Hal ini menyebabkan ukuran uterus cendurung tidak sesuai dengan perkiraan usia kehamilan. Kondisi ini juga ditandai dengan ukuran perut yang lebih besar dibanding kehamilan normal.

Pada akhirnya, karena gejala hamil anggur memiliki kemiripan dengan kehamilan biasa, ciri ciri hamil anggur sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Konsultasi harus segera dilakukan oleh ibu hamil saat ditemukan masalah, terutama saat awal masa kehamilan.

Diagnosis hamil anggur ditegakkan melalui beberapa pemeriksaan menggunakan USG dan tes darah. Tes darah bertujuan untuk mengukur kadar hormon HCG yang berhubungan dengan kehamilan. Pemeriksaan ukuran rahim dari luar tidak sensitif dan spesifik untuk mendiagnosis hamil anggur.

Penanganan Hamil Anggur

Tindakan operasi pengangkatan jaringan abnormal pada mereka yang mengalami hamil anggur adalah metode penanganan utama yang umumnya disarankan. Metode ini dapat dilakukan melalui beberapa prosedur seperti:

  • Kuret, sebuah prosedur yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan dalam rahim.
  • Histerektomi atau pengangkatan rahim. Bagi wanita yang menderita penyakit tertentu dan sudah menjalani berbagai perawatan medis, namun kondisinya tidak kunjung membaik. Proses ini hanya dilakukan untuk penderita yang tidak ingin memiliki keturunan lagi.

Setelah menjalani prosedur pengangkatan, dokter akan mengulangi pemeriksaan kadar hormon HCG. Penderita yang masih memiliki hormon HCG tinggi biasanya membutuhkan penanganan lebih lanjut.