Terbit: 4 Mei 2018 | Diperbarui: 5 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Dehidrasi adalah kondisi yang berbahaya bagi bayi. Jika dibiarkan, dehidrasi dapat memicu komplikasi yang membahayakan nyawanya. Karena bayi belum bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan pada tubuhnya, maka orang tua perlu lebih peka dan waspada pada gejala dehidrasi pada bayi.

Mengenal Gejala dan Penyebab Dehidrasi pada Bayi

Penyebab dehidrasi pada bayi

Dehidrasi pada bayi dapat disebabkan oleh beberapa hal, namun kondisi yang paling sering membuat bayi dehidrasi adalah ketika ia sedang demam. Ketika demam, bayi akan berkeringat untuk menurunkan suhu tubuhnya dan air dapat menguap dari kulitnya. Semakin tinggi demam bayi, ia juga akan berisiko mengalami dehidrasi.

Selain demam, diare dan muntah juga dapat menjadi penyebab bayi dehidrasi. Saat diare, bayi tidak bisa menyerap cairan dari usus dan banyak mengeluarkan cairan karena buang air besar yang terus-menerus. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi kehilangan cairan dalam jumlah banyak.

Tanda bayi mengalami dehidrasi

Untuk mengetahui tanda bayi mengalami dehidrasi, ada beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan, yaitu:

1. Bayi tidak buang air kecil selama lebih dari 6 jam

Bayi umumnya buang air kecil setiap 4 jam sekali. Karena itu popok bayi sering penuh dan kotor. Apabila popok bayi masih kering dalam waktu 6 jam, Anda perlu waspada bayi mengalami dehidrasi.

2. Warna urin bayi pekat

Salah satu tanda dehidrasi juga bisa dilihat dari warna urin bayi. Bayi yang dehidrasi memiliki warna urin yang lebih pekat serta bau yang lebih menyengat. Anda bisa mengamatinya dari popok, atau jika bayi sudah mulai menjalani toilet training, Anda bisa melihat secara langsung warna urin si kecil.

3. Bayi tampak lemas

Bayi yang lemas juga bisa menjadi tanda bayi dehidrasi. Jika bayi Anda tampak lesu dan tidak bersemangat, bisa jadi hal ini disebabkan oleh dehidrasi.

Selain ketiga tanda di atas, bayi dehidrasi juga dapat ditandai oleh mata bayi yang cekung, dan bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata. Apabila Anda mendapati si kecil mengeluarkan tanda-tanda di atas., maka sebaiknya Anda segera meningkatkan asupan cairan pada bayi melalui ASI, susu formula atau air putih. Namun perlu diingat bahwa air putih sebaiknya tidak diberikan pada bayi berusia di bawah 1 tahun.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi