DokterSehat.Com– Apakah Anda pernah mengamati anak Anda menghindari tekstur benda tertentu, sering menunjukkan gerakan yang tidak terkoordinasi dan kurang pengendalian diri? Jika iya, maka kemungkinan anak Anda mengalami gangguan sensorik.

doktersehat-anak-kecil-bermain

Apa itu gangguan sensorik pada anak?

Dilansir dari Live Strong, gangguan sensorik atau sensory processing disorder adalah kondisi dimana informasi sensor atau rangsangan disaring dengan tidak benar oleh otak. Akibatnya, anak-anak dengan gangguan ini dapat terganggu oleh suara, tekstur dan bau. Kadang kala anak dengan gangguan sensorik juga memiliki perilaku agresif.

Menghadapi anak yang mengalami gangguan sensorik

Anak yang mengalami gangguan sensori memiliki kepekaan terhadap sensori atau rangsangan yang berbeda. Anda perlu memahami gangguan sensori yang dimiliki oleh anak Anda sebelum memberinya terapi yang tepat.

1. Sesuaikan tekstur dan suhu pakaian anak Anda

Beberapa anak dengan gangguan sensori memiliki kesulitan mengenakan jenis pakaian tertentu. Pakaian yang terlalu panas, gatal atau dingin saat disentuh dapat membuat anak tidak nyaman. Bicarakan dengan anak mengenai pakaian apa yang membuatnya nyaman sehingga Anda bisa menyiapkan pakaian yang akan dipakai anak untuk keesokan harinya.

2. Pisahkan makanan yang memiliki tekstur berbeda
Saat memberikan makanan pada anak, sebaiknya pisahkan makanan dengan tekstur yang berbeda. Misalnya makanan dengan tekstur lembut seperti kentang tumbuk dengan kuah sup. Hal ini dapat membuat anak rancu.

3. Hindari jadwal anak yang terlalu padat
Semua orang tua tentu ingin anaknya aktif mengikuti banyak kegiatan. Namun sebaiknya anak dengan gangguan sensorik tidak memiliki jadwal yang padat dalam aktivitas sehari-harinya. Terlalu banyak menerima sensorik dapat membuat anak bingung dan bersikap agresif. Berikan kegiatan yang berbeda-beda dalam satu minggu agar anak memahami karakteristik setiap kegiatan dengan baik.

4. Hindari benda-benda beraroma kuat
Para ahli menyarankan agar anak-anak dengan gangguan sensori tidak terpapar aroma yang kuat dalam kesehariannya. Saat mencuci sprei anak, gunakan sabun tanpa parfum agar anak tidak terganggu dengan aroma detergen yang menempel pada sprei.