Mengenal dan Mengatasi Gangguan Fimosis pada Penis Anak

DokterSehat.ComFimosis adalah gangguan pada penis yang menyebabkan kulup atau foreskin bagian depan pada pria jadi menyempit. Penyempitan ini biasanya terjadi karena bawaan lahir atau karena kebiasaan dari anak. Kalau anak tidak bisa menjaga kebersihan dari penis, fimosis bisa saja terbentuk.

Fimosis pada anak-anak bisa menyebabkan infeksi pada penis. Kondisi ini membuat penis terasa sangat nyeri khususnya saat kencing dan ereksi. Nah, agar masalah fimosis ini tidak mengganggu anak, mari kita kenali dulu tanda-tandanya lalu mencari tahu penyelesaiannya.

Tanda-tanda fimosis pada anak

Anak laki-laki biasanya tidak acuh dengan kondisi penisnya. Mereka tidak tahu apakah ada gangguan fimosis atau tidak. Yang mereka keluhkan hanyalah rasa sakit dan tidak nyaman.

Untuk mengetahui tanda fimosis pada anak, coba cek saat mandi, beberapa hal yang harus dicek meliputi:

  • Bisa atau tidaknya kulup ditarik ke belakang. Pada dasarnya kulup penis bersifat elastis. Kepala penis bisa terlihat kalau ditarik ke belakang secara hati-hati. Kalau kulup pada penis anak tidak bisa ditarik, artinya ada gangguan dan Ana harus segera membawanya ke dokter.
  • Urine susah keluar saat kencing. Kulup bagian depan akan membuat gelembung yang berisi urine. Setelah gelembung ini besar, barulah urine bisa keluar dari penis.
  • Ujung kulup sakit saat dipegang dan terjadi infeksi. Anak biasanya merasakan sakit dan tubuhnya mengalami demam.

Cara mengatasi fimosis

Kalau fimosis tidak mengganggu anak atau tidak menyebabkan infeksi, orang tua tidak perlu mengkhawatirkannya. Toh nanti setelah dewasa bagian kulup juga dipotong saat sunat.

Sementara itu, kalau kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang terus-menerus pada anak, segera lakukan tindakan yang tepat. Biasanya dokter akan menyarankan anak disunat sejak dini.

Inilah beberapa hal yang harus orang tua ketahui tentang gangguan fimosis pada penis anak. Semoga bisa Anda gunakan sebagai rujukan.