Obat Penyubur Kandungan: Cara Kerja, Jenis, dan Efek Samping

obat-penyubur-kandungan-doktersehat

DokterSehat.Com– Kehamilan adalah sesuatu yang dinanti oleh setiap pasangan. Khusus bagi Anda yang belum memiliki momongan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan momongan. Salah satu langkah yang bisa Anda tempuh adalah dengan mengonsumsi obat penyubur kandungan.

Cara Kerja Obat Penyubur Kandungan bagi Wanita

Bagi pasangan yang sedang mencoba hamil namun belum berhasil, penting mengetahui penyebab belum hamil. Apabila penyebabnya adalah ovulasi yang tidak teratur, maka mungkin Anda membutuhkan obat penyubur kandungan.

Obat penyubur kandungan bertugas untuk merangsang indung telur atau ovarium yang menghasilkan beberapa sel telur sehingga dapat meningkatkan peluang untuk hamil. Secara umum obat penyubur akan membantu memberikan dorongan untuk perkembangan folikel sehingga membantu Anda untuk melakukan ovulasi.

Umumnya, obat jenis ini akan menghambat reseptor hormon estrogen pada otak sehingga tubuh akan meningkakan produksi hormon FSH. Selanjutnya FSH akan merangsang folikel untuk tumbuh dan menghasilkan sel telur.

Jika cara tersebut tidak berhasil, reaksi obat penyubur kandungan akan merangsang indung telur untuk langsung memproduksi sel telur. Selain itu, obat penyubur kandungan juga dapat membantu meningkatkan dan menyeimbangkan kadar hormon sehingga memungkinkan implantasi embrio lebih mudah.

Pilihan Obat Penyubur Kandungan yang Umum Digunakan

Obat penyubur kandungan umumnya diberikan pada wanita yang sedang menjalani program bayi tabung untuk meningkatkan peluang kehamilan. Selain itu, wanita yang memiliki masalah tiroid, gangguan makan, dan mengalami ketidakseimbangan hormon, biasanya menggunakan obat ini.

Berikut adalah beberapa obat penyubur kandungan yang umum digunakan, di antaranya:

1. Clomiphene citrate

Clomiphene citrate adalah obat penyubur kandungan yang sering menjadi pilihan utama.

Reaksi obat penyubur kandungan ini menyebabkan kelenjar hipotalamus dan pituitary melepaskan hormon yang merangsang ovarium memproduksi sel telur. Dosis clomiphene citrate adalah 50 miligram setiap harinya selama lima hari.

Konsumsi obat ditentukan dari dimulainya waktu menstruasi, para pakar mengatakan obat clomiphene sebaiknya dikonsumsi pada hari ketiga sampai kelima menstruasi.

Proses ovulasi diharapkan terjadi tujuh hari terakhir setelah mengonsumsi obat. Jika ovulasi sudah terjadi, umumnya dokter akan menyarankan untuk menghentikan konsumsi clomiphene. Namun, jika ovulasi belum terjadi dosis akan ditingkatkan menjadi 50 mg per hari pada bulan berikutnya hingga dosis maksimal 150 gram per hari.

2. Bromocriptine

Bromocriptine adalah obat penyubur kandungan yang berfungsi menyeimbangkan hormon yang mencegah pelepasan sel telur dari ovarium tiap bulan.

Obat ini tepat digunakan oleh wanita yang terlalu banyak memiliki hormon prolaktin dalam tubuhnya sehingga menurunkan kadar hormon estrogen. Tingginya kadar prolaktin menjadikan wanita lebih sulit untuk hamil. Selain berguna bagi wanita, efek obat penyubur kandungan ini juga membantu tingkat kesuburan seorang pria.

3. Gonadotropin

Gonadotropin mengandung luteinising hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) yang merangsang ovarium untuk mematangkan sekaligus memproduksi sel-sel telur.

Obat penyubur kandungan yang disuntikkan selama kurang lebih 12 hari ini, dapat digunakan pada wanita penderita PCOS yang tidak bereaksi terhadap obat-obatan dan wanita yang sedang menjalano program bayi tabung. Suntikan ini juga dapat diikuti suntikan human chorionic gonadotropin (hCG).

4. Metformin hydrochloride

Selain gonadotropin, obat penyubur kandungan lain yang bisa digunakan adalah metformin hydrochloride.

Meski obat ini umum digunakan pada penderita diabetes, obat ini juga bisa diresepkan pada wanita yang mengalami PCOS. Obat ini juga bisa dikonsumsi sendiri atau berbarengan dengan clomiphene.

Nah, itulah obat penyubur kandungan yang harus Anda tahu. Hal penting lain yang tidak boleh dilewatkan adalah konsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan rekomendasi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Meningkatkan Peluang Hamil Anak Kembar

Reaksi obat penyubur kandungan pada dasarnya adalah menyeimbangkan dan meningkatkan kadar hormon, di mana kondisi ini memungkinkan implantasi embrio dan kehamilan berjalan dengan baik.

Obat penyubur kandungan juga meningkatkan peluang hamil kembar. Sekitar 10% wanita yang mengonsumsi clomiphene citrate memiliki kehamilan kembar dan sekitar 30% wanita yang mendapatkan gonadotropin juga memiliki kehamilan kembar.

Reaksi dan Efek Samping Obat Penyubur Kandungan

Meskipun obat penyubur kandungan cukup ampuh untuk meningkatkan peluang kehamilan, namun Anda perlu tahu efek samping dari penggunaan obat penyubur kandungan.

Efek obat penyubur kandungan lainnya adalah membuat mood Anda naik turun dan beberapa efek samping lainnya. Konsultasikan dengan dokter mengenai dosis yang tepat.

Beberapa efek obat penyubur kandungan seperti:

  • Nyeri sendi
  • Perubahan mood
  • Perdarahan yang tidak normal
  • Mual-mual.

Selain beberapa reaksi obat penyubur kandungan seperti di atas, hal penting yang harus Anda ketahui adalah setiap obat memiliki reaksi yang berbeda-beda. Ini penjelasan detailnya:

  • Metformin hydrochloride

Obat penyubur kandungan ini DAPAT menurunkan kadar testoteron dan menurunkan kadar insulin dalam darah.

  • Gonadotropin

Menyebabkan pembesaran ovarium yang bisa menimbulkan nyeri panggul dan perut. Efek obat penyubur kandungan lainnya seperti sakit kepala, perut kembung, mual, muncul jerawat, kaki membengkak dan meningkatnya berat badan.

  • Clomiphene citrate

Efek samping obat penyubur kandungan clomiphene citrate hampir sama seperti gonadotropin, namun yang membedakan adalah perubahan lendir serviks dan masa subur lebih sulit diprediksi.

Dua perubahan itu membuat sperma lebih sulit masuk ke rahim. clomiphene citrate juga bisa meningkatkan berat badan, perdarahan pada vagina hingga nyeri payudara.

Pada akhirnya, tidak semua obat penyubur kandungan dapat berlaku sama pada setiap wanita. Guna mengurangi reaksi obat penyubur kandungan yang tidak diinginkan, konsultasikan penggunaannya dengan dokter terlebih dahulu.