Terbit: 19 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Semua orang tahu bahwa sengatan lebah bisa sangat menyakitkan. Bahkan pada orang yang tidak punya alergi lebah, racun hewan penghasil madu ini (bee venom) bisa menyebabkan tubuh bengkak dengan cara menyakitkan. Lalu bagaimana jadinya jika racun lebah mendadak ada dalam produk kosmetik Anda?

Mengenal Bee Venom dan Manfaatnya untuk Perawatan Kulit

Percaya atau tidak, belakangan ini racun lebah atau bee venom sedang menjadi primadona di industri kosmetik. Sebagaimana dilansir dari Natural South, racun lebah digunakan sebagai terapi yang disebut membawa perubahan ajaib pada kulit seseorang.

Racun lebah dikenal memiliki khasiat yang sama layaknya Botox. Zat ini akan memicu stimulasi kolagen dan elastin alami pada kulit. Karenanya, saat ini beberapa produk kecantikan mulai memasukkanya ke dalam krim kulit.

Penggunaan bee venom secara teratur, baik dalam bentuk krim mata, masker, serum, dan lain-lain akan memberikan dampak positif seperti perbaikan tekstur kulit yang semakin halus, pori-pori mengecil, garis halus dan keriput memudar, serta mencegah pigmentasi dan kerusakan akibat sinar matahari.

Namun walaupun manfaat bee venom untuk kulit cukup besar, jangan sekali-kali mencoba mengambilnya sendiri dari lebah. Pasalnya, ada dosis yang harus diperhatikan saat penggunaan. Umumnya, produk kosmetik hanya menggunakannya dalam dosis kecil agar tidak memberikan dampak buruk untuk pengguna.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Bahkan bee venom yang sudah diolah oleh ahli pun masih harus melalui berbagai proses panjang. Untuk menghindari dampak buruk seperti kulit yang bengkak, biasanya penggunaan bahan ini dipadukan dengan madu New Zealand Manuka.

Lagipula, proses mendapatkan bee venom juga dilakukan secara khusus dan tidak akan membunuh lebah. Caranya adalah dengan memberikan kejutan listrik rendah pada lebah yang memicu mereka mengeluarkan sedikit racunnya. Bagaimana, berminat mencoba produk dengan racun lebah?


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi