11 Jenis Tumor Jinak yang Perlu Dikenali, Mungkinkah Menjadi Kanker?

tumor-jinak-doktersehat
Photo credit: flickr.com/Eli Christman

DokterSehat.Com – Mendengar kata tumor mungkin bisa membuat Anda merasa khawatir. Bagaimana tidak, penyakit ini bisa memicu pertumbuhan massa yang abnormal pada beberapa bagian tubuh yang mungkin membahayakan atau merusak penampilan Anda. Namun, selain tumor ganas yang membahayakan nyawa, ternyata ada pula berbagai jenis tumor jinak yang tidak berbahaya. Tumor apa saja? Sebelum mengetahui jenis-jenis tumor jinak, terlebih dahulu simak apa itu tumor yang jinak di bawah ini.

Apa Itu Tumor Jinak?

Tumor jinak adalah pertumbuhan massa non-kanker dalam tubuh, dari ukuran yang lebih kecil hingga berukuran besar atau nodul, yang tampak seperti benjolan. Tidak seperti tumor kanker, tumor jinak tidak menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya. Tumor yang jinak dapat terbentuk di mana saja pada tubuh. Jika menemukan benjolan atau massa di tubuh yang dapat dirasakan dari luar, Anda mungkin langsung menganggapnya itu kanker.

Misal, wanita yang menemukan benjolan pada payudara biasanya merasa khawatir. Namun, sebagian besar pertumbuhan massa pada payudara tidak berbahaya. Bahkan, tidak sedikit pertumbuhan massa di seluruh tubuh bersifat jinak. Pertumbuhan tumor jinak sangat sering terjadi pada 9 dari 10 wanita.

Jenis Tumor Jinak

Berbagai tumor jinak pada beberapa bagian tubuh tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh, seperti macam-macam tumor jinak berikut ini:

1. Adenoma

Adenoma adalah tumor dari jaringan epitel kelenjar, merupakan selaput tipis yang menutupi kelenjar, organ, dan struktur lainnya dalam tubuh. Polip pada usus merupakan jenis adenoma, seperti adenoma paratiroid, adenoma eosinofilik, adenoma basofilik, adenoma saluran empedu, adenoma kromofob, fibroadenoma, dan adenoma hati.

Adenoma tidak dimulai sebagai kanker. Namun, tumor jinak ini dapat berubah dan menjadi kanker, berupa adenokarsinoma.

2. Hemangioma

Hemangioma adalah tumor jinak yang terdiri dari sel darah berlebihan. Hemangioma terkadang dapat terlihat di permukaan kulit dan dikenal sebagai ‘tanda stroberi’ atau tampak seperti permukaan buah stroberi. Kebanyakan hemangioma muncul saat lahir dan seiring waktu akan hilang setelah beberapa bulan atau tahun.

Hemangioma biasanya tidak memerlukan perawatan apa pun. Namun, bila mengganggu kemampuan seseorang untuk makan, mendengar, atau melihat, dokter dapat menyararankan perawatan dengan obat kortikosteroid. Sementara jika pasien berusia di atas 10 tahun, biasanya dilakukan tindakan dengan operasi laser.

3. Lipoma

Lipoma adalah jenis tumor jinak paling umum dari tumor jaringan lunak, yang terdiri dari sel-sel lemak. Sebagian besar ukuran tumor ini sangat kecil, tidak sakit, lunak saat disentuh, dan biasanya dapat digerakkan. Lipoma lebih sering dialami orang yang berusia di atas 40 tahun.

Macam-macam tumor jinak yang satu ini di antaranya, angiolipoma, myelolipoma, fibrolipoma, sel gelendong lipoma , hibernoma, dan lipoma atipikal.

4. Meningioma

Meningioma adalah tumor jinak yang tumbuh dari membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini diperkirakan terjadi pada 9 dari 10 orang. Kebanyakan meningioma tumbuh lambat. Sementara yang lain tumbuh lebih cepat. Perawatannya bervariasi tergantung pada lokasi meningioma dan gejalanya.

Gajala yang muncul termasuk sakit kepala dan gangguan di satu sisi, kejang, perubahan kepribadian, dan masalah penglihatan.

Terkadang dokter akan mengamati perkembangan tumor untuk sementara waktu. Jika dilakukan operasi, keberhasilannya tergantung pada usia, lokasi tumor, dan apakah tumor melekat pada bagian apa pun. Sementara perawatan dengan radiasi dapat dilakukan untuk tumor yang tidak dapat diangkat.

5. Mioma

Mioma adalah tumor jinak yang tumbuh pada otot. Leiomioma tumbuh dari otot halus, yang terdapat di organ dalam seperti perut dan rahim, yang mulai tumbuh di dinding pembuluh darah.

Leiomioma yang tumbuh dinding rahim biasanya disebut fibroid. Sementara tumor jinak yang jarang terjadi pada otot rangka adalah rhabdomyoma.

Penanganan tumor ini mungkin hanya diawasi, namun untuk mengatasi gejalanya, tumor mungkin akan menyusut dengan obat-obatan atau dengan operasi.

6. Nevi

Nevi (tahi lalat) adalah pertumbuhan massa pada kulit. Biasanya, nevi timbul berwarna merah muda, cokelat atau hitam. Semua orang dapat mengembangkan tahi lalat baru sampai sekitar usia 40.

Tahi lalat yang tampak berbeda dari biasanya (displastik nevi) lebih mungkin berkembang menjadi jenis kanker kulit (melanoma). Jadi penting untuk memeriksakan kulit secara teratur dengan dokter kulit. Ini terutama jika tahi lalat terlihat tidak biasa, tumbuh atau berubah bentuk, memiliki batas tidak beraturan, dan berubah warna atau kondisi lainnya.

Terkadang tahi lalat perlu dihilangkan jika ditemukan tanda-tanda kanker.

7. Papilloma

Adalah tumor jinak yang tumbuh dari jaringan epitel dan menonjol, bisa jinak atau ganas. Benjolan ini dapat tumbuh di kulit, leher rahim, saluran payudara, atau selaput lendir yang menutupi bagian dalam kelopak mata (konjungtiva).

Papilloma dapat terjadi akibat kontak langsung dengan infeksi seperti human papillomavirus (HPV). Pada beberapa jenis papilloma akan hilang dengan sendirinya. Sementara dalam beberapa kasus, diperlukan tindakan operasi untuk menghilangkan kanker.

8. Neuroma

Jenis tumor ini tumbuh di saraf, yang terdiri dari dua jenis tumor saraf, di antaranya neurofibroma dan schwannomas. Tumor saraf jinak dapat terjadi hampir di mana saja pada saraf di seluruh tubuh.

Neurofibroma paling sering terjadi pada orang dengan kondisi bawaan yang disebut neurofibromatosis. Biasanya perawatan tumor saraf jinak adalah pembedahan.

9. Osteoblastoma

Ini dianggap sebagai tumor agresif non-kanker. Osteoblastoma berukuran lebih besar dan tumbuh dengan cepat. Osteoblastoma adalah tumor yang jarang terjadi dan merupakan sekitar 1% dari tumor tulang primer.

Tumor ini memiliki peluang lebih tinggi untuk muncul kembali setelah pengangkatan.

10. Osteochondromas

Osteochondromas adalah jenis tumor tulang jinak yang paling umum. Biasanya muncul benjolan yang tidak nyeri di dekat sendi seperti lutut atau bahu.

Seringkali, dokter hanya akan mengamati tumor jinak dengan sinar-X. Pembedahan mungkin dibutuhkan jika tumor menyebabkan gejala nyeri atau tekanan pada saraf atau pembuluh darah.

11. Chondroblastoma

Chondroblastoma juga jenis tumor jinak (non-kanker) langka yang biasanya muncul di ujung tulang panjang, seperti tulang paha dan tulang lengan atas. Meskipun dapat dialami orang-orang dari segala usia, tumor ini paling sering muncul pada pria di bawah usia 25 tahun. Kebanyakan chondroblastoma muncul di sekitar lutut di ujung tulang paha (tulang paha) atau bagian atas tibia (tulang kering).

Chondroblastoma juga biasanya ditemukan di bahu di bagian atas humerus (tulang lengan atas). Chondroblastoma sering disebut sebagai “tumor Codman.” Terkadang, chondroblastoma muncul di panggul, pinggul, atau tumit.

Gejala paling umum dari chondroblastoma adalah nyeri. Karena tumor ini biasanya ditemukan di dekat sendi, pasien sering menemui dokter dokter karena nyeri sendi. Ukuran chondroblastoma biasanya kecil terletak di dalam tulang, sehingga pasien biasanya tidak melihat atau merasakan adanya massa.

12. Benign prostatic hyperplasia (BPH)

Ini juga disebut pembesaran kelenjar prostat, merupakan kondisi yang umum ketika pria semakin tua. Kelenjar prostat yang membesar dapat menyebabkan munculnya gejala berkemih tidak nyaman, seperti menghalangi aliran urine keluar dari kandung kemih. BPH  juga dapat menyebabkan masalah kandung kemih, saluran kemih atau ginjal.

Ada beberapa perawatan yang efektif untuk BPH, termasuk obat-obatan, terapi invasif minimal dan operasi. Untuk memilih pilihan terbaik, Anda dan dokter akan mempertimbangkan gejala, ukuran prostat, kondisi kesehatan lain yang mungkin Anda miliki.

Itu dia jenis-jenis tumor jinak yang perlu Anda kenali. Jika menemukan benjolan di tubuh dan mencurogainya sebagai tumor, segera periksakan ke dokter, apagah jinak atau ganas. Semakin cepat tumor diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang diperlukan.

 

Sumber:

  • What are the different types of tumors? (https://www.medicalnewstoday.com/articles/249141.php, diakses 6 Agustus 2019).
  • Benign Tumors (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/benign-tumors-causes-treatments#2, diakses 6 Agustus 2019).
  • Benign Bone Tumors (https://www.emoryhealthcare.org/orthopedic-oncology/benign-bone-tumors.html, diakses 6 Agustus 2019).
  • Benign prostatic hyperplasia (BPH) (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087, diakses 6 Agustus 2019).