11 Jenis Tumor Jinak yang Perlu Dikenali, Mungkinkah Menjadi Kanker?

tumor-jinak-doktersehat
Photo credit: flickr.com/Eli Christman

DokterSehat.Com – Tumor adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan adanya suatu benjolan pada tubuh yang berasal dari pertumbuhan jaringan normal atau jaringan yang seharusnya mati, secara berlebihan.

Tumor dapat terjadi pada semua bagian tubuh manapun, dan dapat bersifat jinak ataupun ganas. Tumor jinak, bukan berarti ‘tidak berbahaya’. Apabila mendapat rangsangan atau stimuli yang berlebihan, tumor jinak dapat berubah menjadi ganas atau kanker.

Jenis Tumor Jinak

Berikut beberapa jenis tumor jinak yang dapat kita temukan pada tubuh berdasarkan letaknya, dan sebagian dapat pula menjadi ganas:

1. Adenoma

Adenoma adalah tumor dari jaringan epitel kelenjar, merupakan selaput tipis yang menutupi kelenjar, organ, dan struktur lainnya dalam tubuh. Polip pada usus merupakan jenis adenoma yang sering terjadi, tumor jinak adenoma lainnya dapat pula timbul pada organ hati, adrenal, kelenjar tiroid dan kelenjar pituitari (bawah otak).

Meskipun jarang, Adenoma dapat berkembang menjadi ganas (adenokarsinoma), dan tindakan pembedahan dan kemoterapi mungkin diperlukan untuk beberapa kasus.

2. Hemangioma

Hemangioma kadang muncul sebagai tanda lahir berwarna merah cerah yang muncul pada minggu pertama dan kedua kehidupan. Tumor ini terlihat seperti benjolan yang terdiri dari pembuluh darah di kulit.

Tumor ini dapat muncul pada bagian tubuh manapun, tetapi paling sering pada wajah, kulit kepala, dada atau punggung. Perawatan untuk infantil hemangioma (bayi) biasanya tidak diperlukan, karena tumor ini akan menghilang seiring dengan bertambahnya umur. Pertimbangan pengobatan diperlukan jika hemangioma menimbulkan gangguan pada penglihatan, pernafasan atau fungsi organ lainnya.

3. Lipoma

Lipoma adalah jenis tumor jinak paling umum dari jaringan lunak, yang terdiri dari sel-sel lemak. Ukuran tumor ini bervariasi, namun sebagian besar umumnya kecil. Tumor ini tidak sakit, lunak saat disentuh, dan dapat digerakkan. Lipoma dapat muncul pada berbagai usia, namun lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun.

4. Meningioma

Meningioma adalah tumor yang bersal dari lapisan meningen, yakni lapisan atau membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningioma secara teknis berbeda dengan tumor otak, namun memiliki gejala yang hampir mirip seperti sakit kepala, kejang, perubahan kesadaran ataupun masalah penglihatan tergantung lapisan meningen yang terkena. 

Karena kebanyakan meningioma tumbuh sangat lambat, selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala, dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kecacatan serius karena efeknya pada jaringan otak, saraf atau pembuluh darah yang berdekatan.

5. Mioma

Mioma atau Uterine fibroids adalah tumor jinak dari otot polos dinding rahim. Mioma uteri sendiri hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker. Tumor ini tidak bisa terdeteksi secara kasat mata, dan sering ditemukan pada wanita yang berusia di atas 35 tahun.

Tumor dapat tumbuh sebagai tumor tunggal atau lebih pada pemeriksan panggul rutin. Pasien dengan mioma biasanya memiliki gejala berupa perdarahan menstruasi yang berlebihan, nyeri panggul, dan sering buang air kecil.

6. Nevi

Nevi (tahi lalat) adalah suatu pertumbuhan massa pada kulit, berupa bintik kecil berwarna merah muda sampai dengan coklat kehitaman yang disebabkan oleh sel yang berpigmen. Tahi lalat umumnya muncul selama masa kanak-kanak dan remaja.

Tahi lalat umumnya tidak berbahaya, namun apabila terjadi perubahan seperti bentuk, ukuran, dan warna, batas tahi lalat yang tidak tegas/rata, tahi lalat terasa gatal atau mulai berdarah, ada baiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter terdekat, karena kondisi seperti ini memiliki risiko yang lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker kulit melanoma.

7. Papilloma

Adalah tumor jinak yang tumbuh dari jaringan epitel dan menonjol, bisa jinak atau ganas. Benjolan ini dapat tumbuh di kulit, leher rahim, saluran payudara, atau selaput lendir yang menutupi bagian dalam kelopak mata (konjungtiva).

Papilloma dapat terjadi akibat kontak langsung dengan infeksi seperti human papillomavirus (HPV). Pada beberapa jenis papilloma akan hilang dengan sendirinya. Sementara dalam beberapa kasus, diperlukan tindakan operasi untuk menghilangkan kanker.

Baca Juga: Tumor – Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, & Pencegahan

8. Neuroma

Jenis tumor ini tumbuh di saraf, yang terdiri dari dua jenis tumor saraf, di antaranya neurofibroma dan schwannomas. Tumor ini dapat terjadi hampir pada saraf di seluruh tubuh.

Neurofibroma paling sering terjadi pada orang dengan kondisi bawaan yang disebut neurofibromatosis.

9. Osteoblastoma

Merupakan suatu tumor agresif non-kanker. Dalam dunia medis osteoblastoma dikenal juga dengan istilah giant osteoid osteoma. Osteoblastoma merupakan suatu tumor yang jarang terjadi dan biasanya menyerang tulang punggung dan tulang pipih lainnya. Selain itu tumor ini juga menyebabkan nyeri, dan penanganannya adalah dengan pembedahan atau operasi.

Tumor ini memiliki peluang lebih tinggi untuk muncul kembali setelah pengangkatan.

10. Osteochondromas

Osteochondromas adalah jenis tumor tulang jinak yang paling umum. Biasanya muncul benjolan yang tidak nyeri di dekat sendi seperti lutut atau bahu.

Seringkali, dokter hanya akan mengamati tumor jinak dengan sinar-X. Pembedahan mungkin dibutuhkan jika tumor menyebabkan gejala nyeri atau tekanan pada saraf atau pembuluh darah.

11. Chondroblastoma

Tumor jinak pada tulang lainnya adalah Chondroblastoma (Codman’s Tumor). Tumor ini biasanya menyerang bagian epifisis pada pangkal tulang kering, bagian bawah tulang paha dan pangkal tulang lengan atas.

Chondroblastoma ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. Karena tumor ini menyerang epifisis dekat dengan persendian, penderita biasanya akan mengeluh nyeri pada tulang dekat persendian dan terbatasnya pergerakan pada area yang tersebut.

12. Benign prostatic hyperplasia (BPH)

Ini juga disebut pembesaran kelenjar prostat, kondisi umum dan wajar terjadi pada pria lansiaKelenjar prostat yang membesar dapat menyebabkan munculnya gejala pada perkemihan, seperti hambatan pada aliran urine atau rasa BAK yang tidak tuntas (anyang-anyangan). Hambatan aliran urine pada pasien dengan BPH juga dapat menyebabkan masalah pada ginjal dan sistem perkemihan lainnnya.

Ada beberapa perawatan yang efektif untuk BPH, termasuk obat-obatan, terapi minimal invasif dan operasi. Namun pemilihan terapi yang terbaik, Anda dan dokter akan mempertimbangkan gejala, ukuran prostat, serta kondisi kesehatan lain yang mungkin Anda miliki.

Itu dia jenis-jenis tumor jinak yang perlu Anda kenali. Jika menemukan benjolan di tubuh dan mencurigainya sebagai tumor, segera periksakan ke dokter, apakah jinak atau ganas. Semakin cepat tumor diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang diperlukan.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.

 

Sumber:

  • What are the different types of tumors? (https://www.medicalnewstoday.com/articles/249141.php, diakses 6 Agustus 2019).
  • Benign Tumors (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/benign-tumors-causes-treatments#2, diakses 6 Agustus 2019).
  • Benign Bone Tumors (https://www.emoryhealthcare.org/orthopedic-oncology/benign-bone-tumors.html, diakses 6 Agustus 2019).
  • Benign prostatic hyperplasia (BPH) (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/benign-prostatic-hyperplasia/symptoms-causes/syc-20370087, diakses 6 Agustus 2019).