Terbit: 25 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Jantung merupakan organ yang penting bagi manusia. Jantung manusia selalu berdetak dengan ketukan yang teratur. Namun jika terjadi gangguan pada jantung, ketukan jantung pun bisa berubah. Gangguan irama jantung ini disebut dengan aritmia jantung dan dapat terjadi pada segala usia, namun umumnya terjadi pada anak-anak.

Mengenal Aritmia, Gangguan Irama Jantung Pada Anak

Jantung pada bayi umumnya berdetak sekitar 140 kali per menit. Sedangkan pada anak-anak umumnya berdetak sekitar 70 kali per menit saat tidak melakukan aktivitas apa pun. Pada beberapa kondisi, detak jantung dapat berubah dengan mudah seperti saat demam, menangis, atau berolahraga. Gangguan irama jantung seringnya muncul tanpa menunjukkan gejala. Hal inilah yang kadang membuat orang tua panik saat tiba-tiba mengetahui kondisi anaknya mengalami aritmia jantung.

Gangguan irama jantung bisa disebabkan oleh infeksi atau ketidakseimbangan kimiawi dalam darah. Irama pada jantung diatur oleh sirkuit elektrik kecil yang mengalir melalui saraf dalam dinding jantung. Jika sirkuit tersebut bekerja dengan benar, detak jantung akan teratur, dan jika tidak maka akan terdapat masalah pada sirkuit sehingga irama jantung tidak beraturan.

Jenis-jenis gangguan irama jantung antara lain:
1. Bradikardia, yaitu jantung berdetak lebih lambat atau tidak teratur.
2. Blok jantung, yaitu jantung berdetak lebih lambat dan dapat menyebabkan seorang pingsan.
3. Takikardia supraventrikular, yaitu kondisi jantung berdenyut cepat secara tidak normal.
4. Fibrilasi atrium, kondisi jantung ketika berdetak sangat cepat bahkan pada saat istirahat.
5. Fibrilasi ventrikel, yaitu gangguan irama jantung yang terlalu cepat dan tidak teratur dan menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran atau kematian mendadak.

Aritmia dapat muncul tanpa gejala yang disadari penderitanya. Beberapa gejala yang muncul antara lain anak akan merasa bahwa jantungnya berdetak cepat meskipun saat tidak bermain atau berolahraga, anak mengeluh merasa lelah atau pusing, sesak napas, nyeri dada dan pingsan. Pada bayi, gejala yang telihat antara lain bayi mendadak pucat dan lesu, tubuhnya terasa lumpuh dan lemas.

Untuk memastikan aritmia pada anak, dokter akan melakukan serangakain tes, di antaranya adalah menggunakan EKG untuk lebih mampu membedakan aritmia akrena aktivitas nornal dari aritmia asli. Terkadang detak jantung anak yang tidak normal mungkin muncul pada waktu yang tidak terduga. Jika demikian umumnya dokter akan membawa perekam portabel kecil yang akan merekam detak jantung selama 1-2 hari, lalu orang tua akan diminta untuk mencatat aktivitas dan gejala anak. Dokter akan melihat catatan dan rekaman EKG untuk menegakkan diagnosis.

Umumnya gangguan aritmia anak tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya saat dewasa. Hal ini disebabkan oleh perkembangan jantung anak masih dalam perkembangan. Namun dalam beberapa kasus, aritmia dapat ditangani dengan obat-oabtan, penggunaan alat picu jantung, kardioversi dan metode ablasi.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi