Terbit: 12 Desember 2018
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah anyang-anyangan. Kondisi satu ini merupakan kondisi yang sangat tidak menyenangkan dan dapat menyiksa bagi sebagian orang. Buang air kecil merupakan proses alami tubuh yang terjadi secara rutin dan setiap hari. Jika terjadi gangguan ketika melakukannya, tentunya akan dapat menganggu aktivitas kita sehari-hari.

-anyang-anyangan-doktersehat

Berikut adalah berbagai hal tentang anyang-anyangan meliputi penyebab, gejala, pengobatan, tips menghindari, hingga bahasa medis anyang-anyangan yang wajib Anda ketahui!

Apa Itu Anyang-anyangan?

Anyang-anyangan adalah kondisi yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan ketika buang air kecil. Istilah anyang-anyangan sangat populer di masyarakat sehingga banyak yang tidak mengetahui apa bahasa medis anyang-anyangan.

Disuria merupakan bahasa medis anyang-anyangan. Rasa tidak nyaman ketika buang air kecil saat anyang-anyangan juga sering kali dibarengi dengan nyeri, panas, bahkan hingga sensasi terbakat.

Kondisi ini dapat menyerang siapa saja dan tidak mengenal usia. Namun kasus anyang-anyangan hingga kini lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan dengan pria. Penyebab anyang-anyangan lebih banyak menyerang wanita adalah karena uretra atau saluran keluarnya air seni pada wanita lebih pendek.

Kondisi uretra yang lebih pendek ini membuat wanita lebih berpotensi mengalami infeksi dibandingkan dengan pria. Umumnya anyang-anyangan pada pria terjadi akibat faktor usia, yaitu semakin tua usianya maka risiko mengalami anyang-anyangan juga semakin tinggi.

Penyebab Anyang-anyangan

Ada banyak sekali kondisi yang dapat menyababkan anyang-anyangan. Bagi sebagian orang, kurang konsumsi air putih atau terlalu banyak mengonsumsi makanan asam juga bisa menjadi penyebab anyang-anyangan.

Kondisi ini pada dasarnya tidak dapat disepelekan karena anyang-anyang juga ternyata bisa jadi merupakan gejala dari penyakit tertentu. Berikut adalah berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab anyang-anyangan:

1. Infeksi saluran kemih

Penyebab anyang-anyangan yang paling umum adalah infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih bisa terjadi pada organ mana saja yang termasuk ke dalam saluran kemih meliputi ginjal, kandung kemih, dan uretra, tapi paling umum terjadi pada kandung kemih atau uretra. Jika sudah berpengaruh pada ginjal, maka artinya infeksi tersebut sudah serius.

Penyebab infeksi saluran kemih adalah akibat bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra. Selain menyebabkan anyang-anyangan, infeksi ini juga bisa ditandai dengan gejala nyeri panggul, sering buang air besar, hingga adanya darah dalam urine.

2. Infeksi prostat

Infeksi prostat merupakan salah satu penyebab anyang-anyangan pada pria. Peradangan pada prostat akan menyebabkan penyempiran uretra sehingga menimbulkan ketidaknyamanan ketika melakukan buang air kecil. Selain gejala seperti sulit buang air kecil, nyeri panggung, nyeri selangkangan, dan nyeri alat kelamin, prostat juga terkadang ditandai dengan gejala mirip flu.

3. Batu saluran kemih

Penyabab anyang-anyangan selanjutnya adalah akibat adanya batu pada saluran kemih. Kondisi ini merupakan kondisi munculnya batu yang merupakan gumpalan mineral yang mengeras pada salah satu bagian di saluran kemih. Jika batu tersebut muncul di ginjal, maka biasa disebut dengan batu ginjal.

Penyebab umum dari batu saluran kemih adalah akibat adanya urine yang tertinggal dalam salurah kemih. Mineral yang terdapat dalam urine tersebut kemudian menumpuk dan mengkristal menjadi batu.

4. Uretritis

Uretritis adalah kondisi yang lebih spesifik dari infeksi saluran kemih. Uretritis adalah kondisi adanya peradangan pada uretra yang merupakan saluran untuk mengeluarkan urin dari kandung kemih. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus yang menyababkan iritasi dan pembengkakan para uretra.

5. Penyakit menular seksual

Penyebab anyang-anyangan selanjutnya adalah akibat penyakit menular seksual. Beberapa penyakit menular seksual sangat berkaitan dengan infeksi saluran kemih. Hal ini lah yang membuat penyakit menular seksual menjadi penyebab anyang-anyangan.

6. Peradangan organ intim

Peradangan organ intim dapat menyababkan anyang-anyangan. Pada wanita, peradangan organ intim dapat disebabkan oleh berbagai sebab mulai dari infeksi bakteri, virus, jamur atau dapat juga terjadi karena iritasi yang diakibatkan oleh kontak seksual. Douching vagina juga dapat menjadi salah satu penyebab peradangan yang akan menyababkan anyang-anyangan.

7. Ketidakseimbangan hormon

Anyang-anyangan juga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Penyebab yang satu ini juga meruapakan penyebab anyang-anyangan pada wanita. Salah satu gejala dari menopause atau pasca-menopause adalah vagina yang terasa kering. Gejala ini lah yang kemudian menimbulkan anyang-anyangan.

8. Kista ovarium

Penyebab anyang-anyangan pada wanita lainnya adalah kista ovarium. Kisra ovarium dapat menyebabkan wanita kesulitan untuk membedakan apakah kandung kemihnya sudah kosong atau belum setelah melakukan buang air kecil. Penderita kista ovarium juga dapat mengalami anyang-anyangan dan gejala lain seperti pendarahan abnormal pada vagina, dismenore, nyeri panggul, dan perubahan pada payudara.

9. Kanker

Beberapa jenis kanker juga dapat menyababkan anyang-anyangan. Kanker yang terjadi pada saluran kemih seperti kanker kandung kemih dan kanker uretra dapat menyebabkan anyang-anyangan. Selain itu, kanker yang menyerang organ reproduksi seperti kanker prostat, kanker vagina, dan kanker vulva juga dapat menjadi penyebab kondisi anyang-anyangan ini.

10. Faktor neurologis

Gangguan neurologis atau gangguan pada sistem saraf juga dapat menyebabkan anyang-anyangan. Faktor yang neurologis yang menjadi penyebab anyang-anyangan adalah kondisi-kondisi yang berpengaruh pada kesulitan utnuk mengosongkan kandung kemih.

11. Pengaruh produk dan obat-obatan

Penyebab anyang-anyangan yang terakhir adalah akibat pengaruh bahan kimia dalam produk tertentu atau akibat obat-obatan. Jika Anda memiliki tubuh yang sensitif, penggunaan produk tertentu yang berkaitan dengan organ intim dapat menyebabkan iritasi dan pada akhirnya menyebabkan anyang-anyangan.

Selain itu, penggunaan obat tertentu juga dapat menyebabkan anyang-anyangan. Bahkan beberapa obat memang dapat menimbulkan efek samping infeksi salurah kemih.

Gejala Anyang-anyangan

Jika melihat pada berbagai penyebabnya, anyang-anyangan dapat dikatakan sebagai suatu gejala penyakit tertentu yang berkaitan dengan masalah pada saluran kemih. Gejala anyang-anyangan setiap orang mungkin berbeda, bergantung pada penyebab anyang-anyangan itu sendiri.

Gejala paling umum dari anyang-anyangan adalah nyeri atau sakit ketika buang air kecil. Gejala yang satu ini bisa dikatakan merupakan gejala yang paling ringan dan umunya disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih. Selain sakit dan nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan juga dapat disertai dengan gejala seperti berikut ini:

  • Keinginan buang air kecil meningkat, namun urine yang keluar hanya sedikit.
  • Kesulitan untuk menahan buang air kecil.
  • Perubahan warna pada urine. Warna urine biasanya menjadi lebih keruh atau gelap.
  • Rasa nyeri, sakit, tidak nyaman, hingga sensasi terbakar ketika buang air kecil.
  • Buang air kecil disertai darah.
  • Demam.

Jika Anda mengalami salah satu gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Jangan menggunakan sembarangan obat tanpa mengetahui penyebab utama dari anyang-ayangan tersebut.

Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko Anyang-anyangan

Penyebab anyang-anyangan yang paling umum adalah infeksi saluran kemih. Penyebab infeksi saluran kemih dapat bermacam-macam dan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang dapat memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena gangguan yang satu ini. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih penyebab anyang-anyangan!

  • Sudah disebutkan sebelumnya bahwa kasus anyang-anyangan lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan pria. Maka dari itu, wanita perlu lebih waspada dengan kondisi yang satu ini.
  • Pasien yang pernah menggunakan kateter urine. Kondisi tertentu kadang mengharuskan pasien untuk menggunakan kateter urine untuk dapat berkemih. Pemasangan alat ini teryata juga memiliki risiko menyebabkan anyang-anyangan.
  • Riwayat penyakit diabetes. Penyakit ini dapat menimbulkan risiko terganggunya sistem saraf yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan susah buang air kecil.
  • Adanya batu saluran kemih. Keberadaan batu saluran kemih tidak langsung menyebabkan anyang-anyangan. Jika didiamkan dan tidak diatasi, barulah batu saluran kemih akan menyebabkan penyempitan salurah kemih yang berakibat anyang-anyangan.
  • Mengalami kondisi lainnya yang berdampak pada penyempitan saluran kemih.
  • Mengalami iritasi atau infeksi pada organ intim dan sekitarnya.
  • Kurang membersihkan organ intim dan saluran kencing dengan baik. Jika tidak dibersihkan dengan baik, maka kemungkinan berbagai mikroorganisme untuk menginfeksi pun dapat semakin meningkat.
  • Aktivitas seksual yang tinggi. Semakin tinggi aktivitas maka risiko untuk mengalami iritasi juga semakin tinggi.
  • Ibu hamil. Ketika sedang hamil, wanita dapat merasakan berbagai gejala kurang menyenangkan seperti sembelit dan kaki bengkak. Hamil juga dapat menyebabkan kesulitan untuk buang air kecil.
  • Faktor usia. Anyang-anyangan memang dapat menyerang siapa saja, tapi semakin lanjut usia seseorang maka risikonya juga akan meningkat. Kebanyakan pria yang mengalami anyang-anyangan juga meruapakan pria lanjut usia.

Diagnosis Ayang-anyangan

Anyang-anyangan tidak selalu memerlukan tindakan medis. Jika anyang-anyang ringan, maka dapat hilang dalam waktu beberapa jam saja dan tanpa harus menggunakan obat anyang-anyangan. Penangangannya hanya perlu dengan konsumsi air putih dalam jumlah banyak dan anyang-anyang tidak akan dirasakan lagi ketika buang air kecil selanjutnya.

Jika konsumsi air putih tidak cukup dan anyang-anyangan tidak sembuh dalam waktu yang lama, itu artinya Anda perlu berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab utama dari anyang-anyangan tersebut. Langkah pertama dokter untuk mendiagnosis adalah dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan pada Anda.

Umumnya dokter akan bertanya tentang keluhan apa saja yang dirasakan, tentang frekuensi buang air kecil, dan juga tentang riwayat aktivitas seksual jika diperlukan. Langkah awal adalah untuk mengetahui apa penyebab utama dari anyang-anyangan tersebut. Setelah diketahui penyebabnya, maka akan dilakukan beberapa pemeriksaan lanjutan yang dibutuhkan.

Jika penyebabnya adalah infeksi saluran kencing, maka akan dilakukan tes urine untuk mendeteksi pemicu dari infeksi tersebut. Pemeriksaan menggunakan USG (ultrasonografi) juga dapat dilakukan jika diperlukan. Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan untuk penyakit menular seksual, jika pasien memiliki riwayat aktivitas seksual yang tidak biasa.

Pada dasarnya diagnosis anyang-anyangan berfokus pada diagnosis penyebab utama dari kondisi ini. Penting sekali untuk memberitahu secara detail tentang kondisi Anda untuk dapat mengetahui penyebab utama anyang-anyangan, agar langkah penanganan yang diambil juga tepat.

Pengobatan Anyang-anyangan

Sama seperti diagnosisnya, cara mengatasi anyang-anyangan tentunya juga bergantung dari penyebab utamanya. Berikut adalah beberapa cara mengatasi anyang-anyangan dengan cara medis dan cara mengatasi anyang-anyangan di rumah!

1. Minum air putih dan hindari pemicunya

Cara mengatasi anyang-anyangan yang pertama adalah dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah merasakan ketidaknyamanan ketika buang air kecil, konsumsilah paling tidak setengah liter air. Setelah 30 hingga 60 menit, seharusnya Anda sudah dapat buang air kecil dengan normal.

Selain mengonsumsi air putih dalam jumlah yang banyak, jangan lupa juga untuk mengindari pemicu anyang-anyangan. Jika terdapat makanan atau minuman yang dapat memicu kondisi ini, maka sebaiknya hindari konsumsinya. Jika tetap harus mengonsumsinya, maka barengi dengan konsumsi air putih yang seimbang.

2. Obat-obatan

Cara mengatasi anyang-anyangan yang kedua adalah dengan menggunakan obat anyang-anyangan. Pemilihan obat anyang-anyangan harus menyesuaikan dengan penyebab anyang-anyangan itu sendiri. Jika penyebabnya adalah infeksi salurah kemih yang disebabkan infeksi bakteri, maka obat anyang-anyangan yang diberikan adalah antibiotik.

Obat anyang-anyangan lain yang mungkin diberikan adalah obat antijamur, jika penyebabnya adalah infeksi pada organ intim yang disebabkan oleh jamur. Selain itu, untuk mengatasi rasa sakit akibat anyang-anyangan, dokter juga mungkin meresepkan obat analgesik. Berikut adalah beberapa daftar obat anyang-anyangan yang umum diberikan:

  • Antibiotik: Nitrofurantoin, Fosfomycin, Trimethoprim, dan Ceftriaxone
  • Antifungal: Clotrimazole, Miconazole, Terconazole, dan Nistatin
  • Analgesik: Phenazopyridine, Asetaminofen, dan Ibuprofen.

Selain obat-obatan di atas, tentunya masih banyak jenis obat-obatan lainnya yang mungkin diresepkan oleh dokter. Penggunaan obat-obatan di atas sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter dan digunakan sesuai aturan dan resep yang telah ditentukan. Jika kondisi tidak juga membaik, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli urologi untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.

3. Berendam di air hangat

Berendam di air hangat dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi anyang-anyangan. Berendam bertujuan untuk merelaksasi tubuh sehingga rasa nyeri dan tidak nyaman pada saluran kemih pun dapat mereda. Namun perlu diketahui bahwa berendam hanyalah solusi sementara untuk meringankan gejala, bukan untuk menghilangkan penyebab anyang-anyangan.

Tips Mencegah Anyang-anyangan

Seteleh mengetahui bagaimana cara mengatasi anyang-anyangan, sekarang saatnya mengetahui cara untuk mencegah anyang-anyangan terjadi. Berikut adalah beberapa hal yang bisa diterapkan untuk mencegah anyang-anyangan terjadi:

1. Jangan menahan buang air kecil

Jika tubuh sudah memberikan sinyal untuk buang air kecil, maka sebaiknya segera dilaksanakan. Kandung kemih harus dikosongkan dalam jangka waktu tertentu. Menahan buang air kecil dapat memicu terjadinya infeksi saluran kemih yang akan memicu anyang-anyangan. Maka dari itu, menahan buang air kecil sebaiknya tidak dibiasakan agar saluran kemih juga dapat bekerja dengan sebagaimana mestinya.

2. Menjaga area organ intim

Tips kedua untuk mencegah anyang-anyangan adalah dengan menjaga area organ intim. Jika melihat berbagai penyebab anyang-anyangan, sebagian besar adalah akibat infeksi pada organ intim. Menjaga kebersihan organ intim sangat penting untuk mencegah infeksi mikroorganisme.

Biasakan untuk membilas bersih area organ intim saat setelah buang air kecil dan besar dan setelah berhubungan seksual. Gunakanlah juga pakaian yang tidak membuat organ intim lembap dan hindari berbagai produk yang terlalu banyak mengandung bahan kimia dan berbahaya bagi tubuh.

3. Minum air putih yang cukup dan makan teratur

Minum air putih bukan hanya sebagai langkah untuk mengatasi anyang-anyangan tetapi juga sebagai langkah pencegahan. Konsumsi air putih yang cukup akan mecegah berbagai macam kondisi yang bisa menyebabkan anyang-anyangan. Selain itu, kosumsi air putih juga dapat membantu untuk membersihkan saluran kemih.

Selain minun air putih, jangan lupa juga untuk memerhatikan pola makan secara keseluruhan. Menjaga pola makan sangatlah penting untuk menjaga imunitas tubuh. Jika sistem imun terjaga, maka tubuh juga tidak akan dengan mudah terserang berbagai penyakit.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi