Tips Pola Mengatur Pola Makan Sehat di Kantor

makan-di-kantor-doktersehat
photo credit : pexels.com

DokterSehat.Com– Sebagai seorang pekerja kantoran, tentunya ada tantangan tersendiri dalam mengatur pola makan. Pasalnya, sangat sulit untuk menerapkan pola makan sehat di kantor, sebab aktivitas pekerjaan yang sangat padat membuat Anda mau tidak mau harus mengonsumsi makanan instan dan praktis.

Hal tersebut tentu saja merugikan tubuh Anda, di samping memicu penyakit berbahaya, juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan secara drastis. Oleh karena itu, Anda haru segera mengatasinya dengan cara menerapkan pola makan sehat seperti berikut ini.

1. Jangan Lupa Sarapan

Sebelum berangkat ke kantor, jangan lupa sarapan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan sarapan dapat membantu Anda mengendalikan rasa lapar sehingga tidak menyantap makanan dalam porsi besar di waktu makan siang. Selain itu, sarapan juga bisa memberikan cukup energi agar Anda bisa lebih bersemangat dalam bekerja untuk menunjang produktivitas.

2. Jangan Lewatkan Makan Siang

Selain sarapan, makan siang juga penting untuk tubuh Anda sehingga tidak boleh terlewatkan. Selain untuk mengisi perut, makan siang juga bisa bertujuan agar tubuh bisa beristirahat. Dan yang perlu diperhatikan lagi adalah jangan makan siang di meja kerja, tapi lakukanlah makan siang di kantin. Hal tersebut bertujuan agar pikiran Anda kembali segar saat sedang dan setelah menyantap menu makan siang.

3. Cemilan

Sebagian besar orang akan menghindari cemilan karena dianggap bisa menggagalkan program diet. Sayangnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Anda masih diperbolehkan untuk menyantap cemilan namun dengan porsi yang wajar dan tentunya cemilan sehat rendah kalori. Cemilan juga membantu tubuh mendapatkan pasokan makanan yang nantinya akan diubah menjadi energi.

4. Makan Malam Sehat

Bekerja di kantor terkadang memerlukam waktu lebih sehingga seringkali mengharuskan Anda lembur hingga malam. Jangan lupa untuk membawa persediaan makanan sehat untuk makan malam Anda. Anda bisa mengurangi porsi karbohidrat dan menambahkannya dengan nutrisi penting, misalnya seperti buah-buahan dan sayuran.