Terbit: 14 April 2021 | Diperbarui: 16 Juli 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Saat tubuh tidak makan dan minum seharian, tetap mungkin mengalami sembelit saat puasa. Sembelit adalah masalah pencernaan umum yang dialami orang saat puasa karena ada perubahan jadwal makan, pola makanan, dan pergerakan makanan di usus berproses lebih lama dari biasanya, sehingga feses menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Simak pembahasan tentang penyebab dan cara mengatasi sembelit saat puasa pada pembahasan ini.

10 Cara Mengatasi Sembelit saat Puasa

Faktor Penyebab Sembelit saat Puasa

Saat sedang puasa, tentu saja ada perubahan pola makan dan jadwal makan yang sangat signifikan. Kondisi ini dapat memengurangi proses sistem pencernaan. Akibatnya, seseorang mungkin mengalami sembelit atau sulit buang air besar selama puasa.

Berikut ini beberapa faktor penyebab sembelit saat puasa:

  • Perubahan Pola Makan: Menu makan dan jadwal makan berubah saat puasa, di mana Anda ungkin kekurangan asupan air dan makanan berserat sehingga sulit buang air besar. Jadwal buang air besar pun berubah.
  • Tidak Minum Air Putih yang Cukup: Saat puasa Anda hanya minum di waktu sahur dan berbuka, itu pun biasanya minum minuman manis dan dingin. Tubuh yang kekurangan air putih rentan mengalami sembelit.
  • Kurang Serat: Saat berbuka atau sahur, Anda mungkin makan apa saja namun tidak cukup konsumsi buah dan sayur berserat, serta terlalu banyak makanan berlemak dan minuman manis dingin. Akibtanya feses jadi keras menumpuk dan sulit dikeluarkan.
  • Kurang Nutrisi: Beberapa orang mungkin tidak memerhatikan asupan nutrisi saat buka puasa, di mana dia akan makan apa saja yang ada di hadapannya karena sudah terlalu lapar. Tidak makan makanan sehat atau makanan berserat.
  • Makan Terlalu Cepat dalam Porsi Besar: Umumnya, orang tersebut juga akan makan porsi besar dan cepat dalam satu waktu, sehingga menggangu sistem pencernaan. Perut yang kosong seharian mungkin kaget dan tegang saat menerima makanan porsi besar dengan cepat.

Jadi, faktor penyebab sembelit saat puasa adalah kurangnya nutrisi dan air putih saat berbuka puasa. Sebaiknya, atur menu buka dan sahur dengan makanan bergizi dan minum air putih yang cukup setelah waktu buka hingga menjelang selesai sahur.

Cara Mengatasi Sembelit saat Puasa

Selain karena tubuh yang beradaptasi dengan pola makan yang baru, pakar kesehatan menyebut kebiasaan makan dengan nutrisi yang tidak seimbang dan kurang serat menjadi penyebab utama datangnya sembelit di bulan puasa.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi sembelit saat puasa.

1. Mengatur asupan air putih

Kita tentu sering melihat tips mengonsumsi air putih di bulan puasa demi mencegah datangnya dehidrasi, bukan? Pakar kesehatan menyebut air putih memang bisa memberikan dampak besar bagi kondisi tubuh, termasuk kelancaran pencernaan.

Kita disarankan untuk minum air putih dengan pola 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka puasa, 4 gelas di antara waktu setelah salat tarawih dan tidur malam, dan 2 gelas saat sahur. Dengan mencukupi kebutuhan minum ini, maka kita pun tidak akan mudah terkena sembelit.

2. Jangan sembarangan makan gorengan

Salah satu makanan yang paling sering dikonsumsi saat puasa adalah gorengan. Makanan ini sangat nikmat untuk dijadikan lauk atau makanan berbuka. Masalahnya adalah gorengan tinggi kandungan lemak dan rendah serat. Terlalu banyak mengonsumsinya justru akan membuat pencernaan semakin melambat dan akhirnya memicu datangnya masalah sembelit.

3. Perbanyak asupan serat

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memperbanyak asupan serat seperti dari sayuran, buah-buahan, produk gandum, biji-bijian, atau makanan khas bulan puasa, yaitu kurma. Dengan mencukupi kebutuhan serat, maka pencernaan akan menjadi semakin lancar dan kita pun tidak akan mudah mengalami sembelit.

Baca Juga: 6 Obat Sembelit Alami dan 12 Tips Mencegah Sembelit

4. Mengonsumsi probiotik

Selain makanan berserat, kita juga disarankan untuk mengonsumsi minuman probiotik seperti yoghurt. Minuman ini bisa mengembalikan keseimbangan bakteri di dalam usus yang akhirnya berperan dalam meningkatnya fungsi pencernaan.

Selain bisa mengatasi sembelit, pakar kesehatan menyebut keberadaan bakteri baik di dalam usus juga akan membuat sistem kekebalan tubuh meningkat dan akhirnya membuat kita tidak mudah jatuh sakit di bulan puasa.

5. Jangan sembarangan minum kopi

Bagi sebagian orang, kopi bisa merangsang keinginan untuk buang air besar, namun bagi sebagian orang lainnya, kopi justru bisa menyebabkan datangnya sembelit. Hal ini disebabkan oleh sifat diuretik dari kafein, kandungan di dalam kopi dan teh, yang bisa membuat frekuensi buang air kecil meningkat sehingga menguras cairan tubuh. Hal ini bisa berimbas buruk pada pencernaan dan membuat kita lebih rentan mengalami sembelit dan haus saat berpuasa.

6. Lebih aktif bergerak

Cara memperlancar BAB saat puasa adalah dengan tetap aktif bergerak. Banyak orang yang kurang bergerak di bulan puasa. Seharian kita hanya tiduran atau tidak melakukan aktivitas berat demi menghemat energi mengingat kita tidak makan atau minum seharian. Masalahnya adalah kurang gerak bisa memicu penurunan metabolisme tubuh. Hal ini akan meningkatkan risiko terkena sembelit dengan signifikan.

Lakukan aktivitas seperti biasa meskipun memang sebaiknya kita menghindari aktivitas yang terlalu berat. Selain itu, sempatkan berolahraga di malam hari atau di sore hari menjelang waktu berbuka demi menjaga kondisi tubuh.

7. Memilih menu buka puasa yang tepat

Cara agar BAB lancar tiap hari saat puasa adalah dengan membatasi atau bahkan menghindari makanan berlemak seperti gorengan atau makanan olahan. Jangan mudah tergoda makanan berlemak atau minuman tinggi gula saat berbuka puasa. Meskipun bisa memberikan kepuasan tersendiri saat mengonsumsinya, bisa jadi kita akan mengalami gangguan pencernaan.

Pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti kurma dan agar-agar saat berbuka, sekaligus memperbanyak asupan air putih. Jangan lupa konsumsi variasi buah dan olahan sayur-sayuran.

8. Tambahkan kacang atau biji-bijian

Dalam menu buka puasa atau sahur, tambahkan juga kacang atau biji-bijian di menu masakan Anda. Kacang dan biji-bijian kaya serat dan nutrisi lengkap untuk menjaga keseimbangan asupan nutrisi di dalam tubuh.

9. Hindari Makanan Berlemak dan Manis Berlebihan

Godaan saat buka puasa adalah banyak makanan berlemak dan minuman manis yang sangat menggugah selera. Walaupun demikian, kontrol diri Anda untuk membatasi jenis makanan berlemak dan manis tersebut. Imbangi dengan asupan buah dan sayur yang cukup.

10. Pilih Roti Gandum Utuh

Bila Anda ingin mencoba makan roti untuk sahur, lebih baik pilik roti gandum untuh daripada roti putih biasa. Roti gandum dan juga sereal mengandung serat yang cukup, bernutrisi dan melancarkan sistem pencernaan.

Itulah beberapa cara agar BAB lancar tiap hari saat puasa. Jangan kalap saat berbuka puasa dan mohon tetap perhatikan asupan nutrisi harian dan makanan berserat paling penting.

Rekomendasi Obat Alami Pelancar BAB selama Puasa

Perubahan pola makan selama bulan puasa tentunya membuat sembelit menjadi masalah yang umum terjadi. Namun jika dibiarkan hingga satu bulan lamanya, kondisi ini tentunya dapat menyiksa dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain menerapkan berbagai cara mengatasi sembelit saat puasa seperti yang disebutkan di atas, Anda juga bisa mengonsumsi obat alami untuk membantu melancarkan BAB.

Laxing adalah obat yang membantu melancarkan BAB dengan kandungan bahan alami. Kandungannya antara lain seperti daun senna, aloe vera, dan daun adas yang sudah teruji klinis dapat melancarkan BAB.

Berkat kandungannya yang 100% alami ini Laxing aman untuk dikonsumsi, lho! Pastikan puasa Ramadan lancar dengan sedia Laxing di rumah setiap hari!

laxing doktersehat

 

  1. Anonim. 2020. 19 Constipation Myths and Facts. https://www.webmd.com/digestive-disorders/ss/slideshow-constipation-facts-10#:~:text=Coffee%20Is%20a%20Good%20Fix&text=It’s%20true%20that%20the%20caffeine,avoid%20it%20or%20choose%20decaf. (Diakses 14 April 2020).
  2. Daily Trust. 2017. How To Address Constipation During Fasting. https://dailytrust.com/how-to-address-constipation-during-fasting. (Diakses pada Juni 2021).
  3. Ostano, Jaime. 2020. How Intermittent Fasting Can Change Your Bathroom Habits. https://www.livestrong.com/article/13729612-intermittent-fasting-effects-on-poop/. (Diakses 14 April 2020).
  4. King’s College Hospital. 2018. HEALTH COMPLICATIONS ASSOCIATED WITH WRONG PRACTICES DURING FASTING. https://kingscollegehospitaldubai.com/health-complications-associated-wrong-practices-fasting/#:~:text=Fasting%20and%20Constipation,defecation%20being%20irregular%20and%20painful. (Diakses pada Juni 2021).
  5. West, Helen. 13 home remedies for constipation. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318694#_noHeaderPrefixedContent. (Diakses 14 April 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi