Terbit: 17 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kulit bayi baru lahir umumnya masih sangat tipis dan sensitif. Pada beberapa kasus, kulit bayi dapat mengelupas selama beberapa minggu setelah kelahiran bayi. Normalkah hal tersebut?

Mengatasi Kulit Bayi Baru Lahir yang Mengelupas

Mengatasi kulit mengelupas pada bayi

Ada beberapa penyebab kulit mengelupas pada bayi. Umumnya hal ini disebabkan oleh pematangan sistem kulit bayi dan pembentukan lapisan pelindung alami pada tubuh bayi. Selama di kandungan kulit bayi dilapisi dengan lapisan vernix yang menyerupai lapisan lilin. Setelah lahir, lapisan vernix ini akan mengelupas dalam beberapa hari, dilanjutkan dengan pengelupasan kulit bayi. Hal ini merupakan hal yang wajar sehingga Anda tidak perlu khawatir akan terjadi masalah pada kulit bayi.

Meskipun merupakan hal yang wajar, namun kulit bayi yang mengelupas perlu dirawat dengan baik. Beberapa cara mengatasi kulit bayi yang mengelupas antara lain:

1. Mengoleskan pelembap
Untuk mengatasi kulit bayi yang mengelupas, Anda bisa mengoleskan pelembap pada kulit bayi setiap hari setelah mandi. Saat mengoleskan pelembap, pijat lembut kulit bayi agar membantu pengelupasan kulit bayi.

2. Jangan memandikan bayi terlalu lama
Hindari memandikan bayi terlalu lama karena hal ini dapat membuat kulit makin kering. Anda bisa memandikan bayi selama 5-10 menit. Saat mandi, gunakan sabun khusus untuk bayi agar tidak terjadi iritasi dan memberikan kelembutan pada bayi.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

3. Hindari produk berbahan kimia
Salah satu penyebab kulit bayi kering dan mengelupas adalah karena penggunaan detergen ketika mencuci baju bayi. Jika perlu, gunakan detergen khusus bayi saat mencuci pakaian si kecil karena relatif lebih aman.

4. Cukupi kebutuhan cairan bayi
Ketika kulit bayi kering, Anda bisa mengatasinya dengan mencukupi kebutuhan cairan bayi lewat menyusui. Berikan asupan cairan yang cukup agar kulit bayi tidak kering dan pengelupasannya makin parah.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi